Beranda » Khazanah Islam » Sejarah Perang Di Zaman Rosulullah SAW

Sejarah Perang Di Zaman Rosulullah SAW

Arsip

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.226 pengikut lainnya

Ada banyak Perang yang di ikuti oleh Baginda Rosulullah SAW  dalam memperjuangkan islam di tanah arab. Singkat namun padat berikut sejarah perang di zaman Rosulullah SAW.

1. Perang Waddan atau Al Abwa’. Perang ini pada bulan Shafar 2 H / Agustus 623 M. Perang perang al waddainilah Panah Pertama yang dilepaskan kepada kaum Muslimin dalam sejarah islam, yang terkena panah adalah Sa’ad bin Abi Waqqash ar. Panji pertama dikibarkan adalah Ubaidah bin Al-Harits. Nabi membawa 80 pasukan berkuda dari kaum Muhajirin.

2. Perang Buwath. Pada bulan Rabiul Awal 2 H / September 623 M. pembawa panji adalah Sa’ad ibnu Waqqash ar. Nabi membawa 200 prajurit dari kaum Muhajirin.

3. Perang Al-‘Usyairah. Pada bulan Rabiul Awal 2 H. Ditempat inilah di Al-‘Usyairah Nabi bersama pasukannya sampai bulan Jumadil Akhir 2 H.

4. Perang Badar Pertama / Perang Safwah. Pada bulan Jumadil Akhir 2 H / Desember 623 M. Pembawa Panji adalah Ali bin Abi Thalib ra. Badar adalah nama tempat mata air yang letaknya diantara Mekkah dan Medinah. Nama Safwah adalah nama suatu jurang didekat Badar. Nabi dan pasukannya ini mengejar Kurz bin Jabir, pimpinan orang kafir setelah orang kafir ini merampas unta dan hewan ternak piaraan penduduk Medinah.

5. Perang Badar Al-Kubra. Pada bulan Ramadhan 2 H / Maret 624 M. Nabi bersama 313 sahabat. Nabi tidak mengetahui bahwa pasukan orang kafir 1000 pasukan sudah menunggu Nabi dan Pasukannya. Sambil Nabi berdoa kepada untuk kemenangan orang Muslim. Pedang dan batu kerikil adalah senjata Nabi dan pasukannya, Allah memberi bala bantuan berupa Pasukan Malaikat. Kemenangan diraih, 70 musyirikin tewas, 70 jadi tawanan Nabi, dan 14 orang Muslim mati dgn Syahid.

6. Perang Qainuqa. Pada bulan Syawal 2 H / April 624 M. Perang ini terjadi antara kaum Muslimin dengan kaum yahudi bani Qainuqa. Muslimin menang dalam perang ini. Pembawa Panji adalah Hamzah bin Abdul Muththalib. Pasukan Muslimin mengepung daerah ini selama 15 hari, kaum yahudi akhirnya menyerah, dan pimpinan yahudi Ka’ab bin Al’Asyraf dibunuh oleh sahabat Nabi yaitu Muhammad bin Maslamah.

7. Perang Bani Sulaim. Pada bulan Syawal 2 H / April 624 M. Ini terjadi setelah pulang dari perang Badar dan pasukan kafir ketakutan pada pasukan Muslimin.

8. Perang As-Sawiq. Pada bulah Dhulhijjah 2 H / Juni 624 M. Pemimpin pasukan adalah Nabi Sendiri, ini disebut As-Sawiq karena pasukan muslimin banyak membawa Sawiq yaitu tepung gandum. Beliau mengejar Abu Sofwan dan pasukannya setelah membunuh seorang kaum Muslimin Anshar di daerah Al-‘Ureidh. Basyir bin Abdul Mundzir ditunjuk Nabi sebagai Amir sementara di Medinah.

9. Perang Dzu Amar. Pada bulan Muharram 3 H / Juli 624 M. Beliau ini menyerang pasukan musyirikin dari Nejed sampai ke Ghathfaan. Ustman bin Affan sebagai Amir sementara di Medinah.

10. Perang Al-Furu’. Pada bulan Jumadil Awal 3 H. Nabi membawa 300 pasukan. Didaerah Hijaz ini pasukan Musyirikin melarikan diri ketakutan dengan kedatangan Nabi. Ibnu Ummi Maktum sebagai Amir sementara Di Medinah.

11. Perang Uhud. Pada bulan Syawal 3 H. Ini perang sebagai peringatan bagi orang munafik dan tidak taat perintah Nabi ataupun Amirul Mukminin. Banyak kaum Muslimin ini yang mati Syahid. Bahkan Nabi pun mengalami luka yang sangat parah bahkan dikabarkan meninggal dunia. Gigi Nabi juga mengalami patah akibat perang ini. Perang ini terjadi di bukit Uhud. Menurunkan ayat 167 surah Ali Imron.

12. Perang Bani Nadhir. Pada bulan Syawal 3 H. Ini perang Muslimin dan orang yahudi dari Bani Nadhir. Perang ini penuh tipu daya dan persekongkolan busuk yahudi dan orang munafik yang ingin membunuh Nabi. Tapi Malaikat Jibril membongkar semua itu ke Nabi Muhammad SAW.

13. Perang Dzatu Riqa. Pada bulan Rabiul Awal 4 H. Perang ini disebut karena prajurit muslim membalut kaki yang luka dengan potongan kain (riqa’) ketika berperang. Disaat perang ini Malaikat Jibril mengajari Nabi Sholat Khauf dan cara wudhu dengan tayammum. Kisah Hikmah mengenai Kekhusyukan Sholat juga terjadi di perang ini. Meninggalnya istri Nabi yaitu Zainab binti Khuzaimah pada saat perang ini.

14. Perang Badar Terakhir. Pada bulan Sya’ban 4 H. Nabi keluar dari medinah untuk menepati janji bertemu Abu Sofyan di Badar untuk berperang. Di medinah Amir sementara adalah Abdullah bin Abdullah bin Ubai bin Salul Al Anshari. Ditahun ini juga cucu Nabi Hasan Husain lahir.

15. Perang Daumatul Jandal. Pada Rabiul Awal 5 H / Agustus 626 M. Daumatul Jandal terletak di Provinsi Al Jouf, Arab Saudi. Setelah Nabi meninggal dunia, tempat inilah banyak yang mengaku Nabi dan tempat perdamaian antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah. Zaman ini adalah zaman fitnah besar.

16. Perang Bani Musthaliq. Pada bulan Sya’ban 6 H. Perang ini melawan kaum Bani Musthaliq yang mana anak dari pemimpin kaum bani musthaliq sudah memeluk islam. Perang penyebab turunnya ayat 8 surah Al Munafiqun. Sebab istri Nabi, Siti Aisyah juga kena fitnahan.

17. Perang Ahzab / Khandaq. Sahabat Salman Al Farisi ahli taktik perang membuat parit / Khandak, sebagai pertahanan daerah yang mana Medinah di kepung 10.000 pasukan kafir dari Al Ahzan Quraisy dan Bani Nadhir dan penghianatan Bani Quraizah melanggar perjanjian dengan Nabi.

18. Perang Bani Quraizah. Pada bulan Dzulhijjah 5 H. Perang ini akibat pengkhianat kaum Bani Quraizah. Pemimpin kaum yahudi ini adalah Abu Rafi’. Akhir Abu Rafi’ tewas ditebas sahabat Nabi yaitu Abdullah Unais.

19. Perang Bani Lahyan. Pada bulan Rabiul Awal / Jumadal Ula 6 H. Ini terjadi akibat 10 sahabat Nabi dibunuh oleh Bani Lahyan di Ar-Raji’. Nabi membawa 200 pasukan dan Amir sementara di medinah adalah Ibnu Ummi Maktum.

20. Perang Dzi Qarad. Perang ini dipimpin Nabi sendiri. Ini terjadi akibat Bani Ghatafan membunuh seorang muslim, istri dan ternaknya dibawa oleh Bani Ghatafan. Bani Ghatafan adalah suku kuno besar dari utara medinah.

21. Perang Hudaibiah. Pada bulan Dzulhijjah 6 H. Perang ini sebenarnya bukan perang, tapi Nabi dapat Wahyu dari Allah untuk melaksanakan Umroh, tapi bagi kaum Quraisy dianggap perang. Usman bin Affan datang terlambat dalam perundingan dengan kaum Quraisy, timbul dugaan Ustman meninggal yang akhir Nabi mengajak umatnya untuk berperang dengan senjata seadanya. Kaum Quraisy akhirnya ketakutan dan perjanjian Hudaibiah disetujui.

22. Perang Khaibar. Pada tahun 629 M. Perang terbesar melawan yahudi. Jarak Medinah dengan Khaibar 150 km. Nabi memimpin sendiri pasukan. Hanya Ali bin Abi Thalib yang berhasil meruntuhkan benteng Khaibar yang dipimpin Harith bin Abu Zainab dari yahudi tewas dipedang Ali bin Abi Thalib.

23. Perang ‘Umratul Qadha. Ini terjadi sebelum perang Fathu Mekkah. Tujuan Nabi hanya memperlihatkan kekuatan kaum Muslim kepada kaum Quraisy. Nabi yang memimpin ke Mekkah. Ini semacam perang urat saraf.

24. Perang Fathu Mekkah. Pada bulan Ramadhan 6 H. Perang ini terjadi akibat kaum Quraisy mengkhianati perjanjian Hudaibiah. Akhirnya Mekkah menjadi negeri Islam dan sejak itu Mekkah kembali menjadi kota Haram.

25. Perang Hunain. Pada bulan Syawal 8 H. Ini terjadi setelah kabilah Hawazin dan Tsaqif berkumpul di lembah Hunain untuk berperang melawan kaum Muslim. Nabi membawa 12.000 tentara. Hampir saja Pasukan Nabi. Hanya pertolongan Allah yang membuat pasukan Nabi Menang.

26. Perang Thaif. Setelah selesai perang Hunain, Nabi mengejar Kabilah Tsaqif yang dipimpin Malik bin Auf an-Nashri. Nabi mengejarnya sampai ke Thaif. Akhirnya benteng kabilah Tsaqif berhasil dirobohkan.

27. Perang Tabuk. Pada bulan Rajab 9 H. Saat itu musim yang sangat panas. Pasukan Romawi berjumlah 40.000 tentara. Perjalanan yang jauh dan musuh berjumlah besar tidak menurunkan semangat perjuangan. Beliau akhirnya berkemah di kota Tabuk, perbatasan dengan Suriah dan Semenanjun Arabia. Tapi pasukan Nabi jauh lebih besar juga. Bangsa Romawi yang dipimpin Heraklius ketakutan.

28. Perang Mu’tah. Pada tgl. 5 Jumadil Awal 8 H / 629 M. Pertempuran paling Heroik dan Dahsyat yang dialami umat Islam. Perang ini terjadi di kota Mu’tah, Yordania. Pasukan Muslim hanya 3000 orang melawan pasukan Romawi terkuat dimuka bumi saat itu dengan Kaisarnya Heraclius pasukannya sebanyak 200.000 orang. Ini terjadi akibat pemenggalan kepala utusan Nabi yaitu Al-Harits bin Umair Al-‘Azdi oleh Romawi. Pasukan Nabi dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, kalau gugur diganti oleh Jakfar bin Abu Thalib, kalo gugur diganti oleh Abdullah bin Rawahah. Semua sahabat Nabi ini yang juga jago perang akhirnya menjadi Syuhada. Setelah Khalid bin Walid ra. menjadi komandan pasukan muslim. Beliau ini jago strategi perang handal. Akhir dari peperangan ini kemenangan jatuh pada umat Muslim. Perang ini banyak para sahabat menjadi Syuhada. Perang yang paling melelahkan. Pertolongan Allah menjadi kemenangan yang indah. Islam menjadi besar dan ditakuti.

Semoga bermanfaat dan menjadi ilmu hikmah bagi kita.

Aamiin………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: