Beranda » Kumpulan Cerita » 7 Senjata – Gelang Perasa (Seri 4)

7 Senjata – Gelang Perasa (Seri 4)

Arsip

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.226 pengikut lainnya

gelang-perasa

7 Senjata – Gelang Perasa (Seri 4)

Karya : Gu Long

Saduran Tjan I.D

 Bab I

Jika terlalu perasa, yang tinggal hanya kebencian

Malam, suatu malam yang sangat larut, ada dua buah gelang berkilauan terkena sinar lampu, Ge Ting Xiang sedang menambahkan goresan huruf di atas gelang itu, sesaat kemudian dia pun tersenyum. Dia sudah tua, tapi jari-jarinya masih putih seputih ketika dia masih muda, dengan tangannya masih cekatan dan bertenaga, apabila dia menginginkan barang apa pun, dia pasti akan mendapatkannya.

Sudah lama dia menginginkan sepasang gelang itu, akhirnya dia bisa mendapatkannya juga,

biarpun yang harus dibayar dengan harga yang mahal, tapi setelah mendapatkan gelang itu terasa

semua pengorbanannya tidak sia-sia

Sepasang gelang itu tadinya adalah milik Shen Tian Ba Shen Tian Ba adalah pendiri ‘Shuang

Huan Men’ (Perkumpulan Gelang Pintu) yang sudah menguasai perbatasan bagian barat selama 30

Shuang Huan Men yang berdiri dengan kokoh di dunia persilatan ternyata hanya dalam waktu 3

bulan sudah berhasil dihancurkannya.

Usaha dan pengorbanan Gen Ting Xiang memang sangat pantas. Maka bila dia telah berhasil

membunuh satu orang jago silat maka di atas gelang yang terbuat dari perak itu akan diukirkan

sebuah huruf.

Kebiasaan itu juga dilakukakan oleh Shen Tian Ba selama beberapa tahun ini, hal ini pun

menjadi kebiasaan anak buah Shuang I luan Men

Di atas gelang itu sekarang telah terukir 13 buah tanda huruf Shen Tian Ba bukan orang yang

menyukai perempuan, juga bukan orang yang senang membunuh, sebenarnya dia sama sekali

tidak suka membunuh Orang yang dibunuhnya adalah orang-orang yang memang pantas untuk

13 buah ukiran di atas ring itu tidak tergores begitu dalam, tapi tetap saja tertanda sudah

pernah mengubur 13 orang pendekar.

Sewaktu masih berjayanya perkumpulan Shuang Huan Men sangat terkenal, perkumpulan ini

menggetarkankan dunia persilatan. Setelah melakukan pembunuhan-pembunuhan yang tersisa

hanyalah goresan tipis yang berada di alas ring itu.

 

Orang-orang yang membunuh mereka ternyata akhirnya dibunuh juga oleh orang lain.

Apakah yang tersisa untuknya? Goresan di atas gelang puntidak ada.

Walaupun Ge Ting Xiang tersenyum, tapi dari sorot matanya bisa terlihat kesedihan yang

dalam. Dia tahu bahwa nasibnya tidak akan berbeda jauh dengan Shen Tian Ba, dia pun nanti

pasti akan mati dibunuh oleh orang lain.

Siapa yang akan membunuh dia?

Di atas meja ada segulung kertas berwarna kuning, Ge Ting Xiang membuka gulungan itu dan

meluruskan gulungan itu, menggunakan sepasang gelangnya sebagai pemberat di kedua sisi

kertas itu.

Kertas itu tampak sudah usang, di atas gulungan kertas itu tertulis 7 nama orang:

Sheng Zhong, keponakan Shen Tian Ba, dia adalah seorang yang sangat tangguh.

Li Qian Shan, sangat tenang, bijaksana, dan banyak akal.

Hu Da Gang, berangasan dan pemberani.

Wang Rui, diusir dari kuil Shao Lin, setelah keluar dari sana kemudian masuk ke dalam

perkumpulan Shuang Huan Men.

Yang Ling, perampok, ilmu silatnya paling sempurna.

Sheng Ru Lan, putri Shen Tian Ba, dia mahir mrnggunakan senjata rahasia.

Xiao Shao Ying, setelah melecehkan kakak seperguruan perempuannya karena mabuk berat,

dia diusir dari Shuang Huan Men Keberadaannya tidak diketahui lagi dimana.

Mereka adalah 7 orang murid-murid Shen Tian Ba Selain Shen Tian Ba, mereka termasuk

orang-orang yang terkenal dan terkuat di daerah Xi Bei.

Sekarang Ge Ting Xiang sedang menandai nama mereka dengan tanda silang.

Nama orang-orang yang diberi tanda silang mempunyai arti jika bukan mati di bawah pedang,

ada juga yang terluka lalu melarikan diri walaupun tidak mati tapi orang-orang itu menjadi orang

Walaupun nanti bila ada orang yang bisa membunuh Ge Ting Xiang, orang itu pasti bukan salah

satu dari ketujuh orang-orang itu.

Nama Xio Shao Ying tidak disilang karena Ge Ting Xiang tidak pernah menganggap bahwa

orang ini ada. Apalagi orang ini sudah diusir dari perguruan, dia sudah tidak tergolong sebagai

anak buah Shuang Huan Men lagi.

Shuang Huan Men yang berjaya dan kuat, akhirnya runtuh dan dibubarkan juga.

Apa yang sudah ditinggalkan oleh perkumpuan itu? Yang tersisa hanyalah sepasang gelang

untuk mengenang kemenangan Ge Ting Xiang.

Malam sudah larut.

Angin meniup jendela-jendela, di luar pintu terdengar suara langkah yang sangat ringan.

Ge Ting Xiang tidak perlu membalikkan kepala untuk mengetahui siapa yang mendatanginya,

dia sudah mengetahuinya siapa yang datang.

Tempat ini adalah perpustakaannya sekaligus ruang rahasianya, kecuali Guo Yu Niang tidak ada

yang bisa atau berani datang ke tempat ini.

Guo Yu Niang, dia adalah pelacur yang baru saja dibawa pulang dari Jiang Nan oleh Ge Ting

Xiang, dia adalah seorang pelacur yang ternama, sekarang statusnya adalah istri muda Ge Ting

 

Perempuan dan kuda adalah hobi yang disukai oleh Ge Ting Xiang, Ge Ting Xiang mempunyai

selera sangat tinggi, perempuan yang dia pilih pasti sangat cantik.

Guo Yu Mang sangat cantik, lembut, dan sangat penurut. Dia juga sangat mengerti perasaan

orang orang lain.

Apa yang dipikirkan oleh Ge Ting Xiang tidak perlu diungkapkannya, Guo Yu Niang sudah bisa

mengerti dengan baik.

Hari sudah malam, Ge Ting Xiang sudah merasa lapar, Guo Yu Niang ternyata sudah membawa

4 macam sayur untuknya dan juga membawa arak

Ge Ting Xiang mengerutkan dahi dan bertanya, “Sudah larut begini mengapa kau belum tidur?”

Guo Yu Niang dengan manis menjawab,”Aku tahu malam ini kau pasti tidak akan bisa tidur,

kerena itu aku menyiapkan makanan untukmu “

Tanya Ge Ting Xiang, “Mengapa kau bisa tahu?”

“Setiap kali setelah kau malakukan taruhan besar-besaran, baik itu kalah atau pun menang kau

pasti tidak bisa tidur, terutama hari ini”

Hari ini Ge Ting Xiang sudah memenangkan nama baiknya yang tidak dapat dilupakan, juga

memenangkan harta benda yang tidak ternilai dari daerah barat.

Taruhan besar-besaran kali ini lebih dahsyat dari yang sudah-sudah.

Ge Ting Xiang melihat Guo Yu Niang, dia merasa sangat puas, dengan penuh perasaan dia

memeluk perempuan itu dan berkata, “Untung saja hari ini aku memenangkan taruhan, jika tidak

kau bisa dijadikan barang taruhan.”

Guo Yu Niang tertawa dan berkata, “Aku tidak merasa khawatir sedikit pun, aku sudah tahu kau

pasti akan memenangkan taruhan ini.”

Ge Ting Xiang tertawa dan bertanya, “Oh ya?”

Guo Yu Mang membelai rambut Ge Ting Xiang yang sudah memutih dan dengan lembut dia

berkata, “Pertama kali aku melihatmu, aku sudah tahu bahwa kau tidak akan melakukan suatu hal

yang tidak kau yakini. Walaupun kau menginginkannya atau tidak, aku akan selalu mengikutimu”

Ge Ting Xiang tertawa. Sekali berperang mengalami kesuksesan maka ratusan kali perang dia

akan terkenal, si cantik ada dalam pelukan, tampak sangat lembut dan penurut. Di mana lagi bisa

mencari kehidupan semacam ini? Sekarang dia bisa tertawa terbahak-bahak, tidak ada orang yang

menyadari bahwa suaranya begitu menusuk telinga

Guo Yu Niang meletakkan makanan di atas meja, kemudian dia melihat ke arah gelang perak

yang berada di atas meja. Tiba-tiba dia bertanya, “Apakah ini adalah ring pusaka milik Shen Tian

Ba?”

Ge Ting Xiang mengangguk.

Tanya Guo Yu Niang lagi, “Apakah Shen Tian Ba adalah seorang yang peka dengan

perasaannya?”

Dengan tegas Ge Ting Xiang menjawab, “Tidak, pasti tidak “

“Kalau tidak, mengapa nama gelang pusakanya bernama Gelang Perasa?”

“Karena sepasang gelang ini, setelah dikalungkan di lehernya tidak akan ada orang yang bisa

melepaskannya, seperti perempuan yang perasaannya begitu peka.”

Guo Yu Mang tertawa dan berkata, “Seperti aku ya! Sekarang aku sudah kau kalungi, kau tidak

bisa melepaskannya lagi.”

“Aku memang tidak akan melarikan diri.”

 

Kata Guo Yu Mang, “Gelang Perasa, peka rasa, orang yang peka perasaannya, nama ini

sungguh sangat bagus.”

“Nama bagus pun percuma”

Tanya Guo Yu Mang,”Apakah karena orangnya sudah mati?”

“Orangnya sudah mati. Perkumpulan Shuang Huan Men yang didirikannuya pun sudah

musnah.”

Dia melihat ring yang berada di atas meja dan berkata:

Semenjak berumur 16 tahun dia sudah berkelana di dunia persilatan. Sudah 40 tahun lebih dia

berkelana, sudah melewati ratusan kali pertarungan, mendirikan Shuang Huan Men, juga sudah

lama berjaya di dunia persilatan, tapi yang tertinggal sekarang hanyalah sepasang Gelang perak

saja.”

“Mungkin bukan hanya ini saja.”

Tanya Ge Ting Xiang,”Apakah masih ada lagi?”

“Dendam.”

Ge Ting Xiang mengerutkan dahi, dia tahu yang disebut dengan dendam memang sangat

Kata Guo Yu Mang lagi, “Dendam seperti bibit rumput, biarpun hanya tertinggal sedikit, tapi dia

akan tertiggal di hati orang, pada suatu saat bibit ini akan bertumbuh.”

Ge Ting Xiang menuang arak dan meminumnya, dia tertawa dingin dan berkata, “Walaupun

ada dendam yang tertinggal, tapi tidak ada orang yang mau membalaskan dendamnya.”

Tanya Guo Yu Mang, “Apakah tidak ada seorang pun?”

“Tidak ada.”

Guo Yu Mang menunjuk nama-nama orang yang berada di dulam kertas dan bertanya,

“Bagaimana dengan mereka?”

“Sheng Zhong, Li Qian Shan, Hu Da Gang, Sheng Ru Lan telah mati, Wang Rui dan Yang Ling

sudah menjadi orang cacat.”

Kata Guo Yu Niang, “Orang cacat juga masih bisa membalas dendam”

“Karena itu aku tidak akan melepaskan mereka.”

Kata Guo Yu Niang, “Apakah kau sudah menyuruh orang untuk mengejar dan menangkap

mereka?”

Kata Ge Ting Xiang, “Mereka tidak akan bisa lolos “

Guo Yu Niang melihat lagi nama-nama yang berada di dalam baskom, kemudian dia bertanya,

“Bagaimana dengan Liao Shao Ying?”

Ge Ting Xiang tertawa dan menjawab, “Orang ini bukan termasuk dalam kategori manusia “

“Mengapa?”

Ge Ting Xiang menjawab, “selamanya dia lahir di sebuah keluarga kaya, tapi tidak disangka

dalam waktu tahun semua harta bendanya dijadikan barang taruhan dan habis ludes tidak

bersisa.”

Guo Yu Niang mendengarnya dan terdiam menunggu Ge Ting Xiang melanjutkan ceritanya.

Kata Ge Ting Xiang lagi,”Sebenarnya dia adalah anak buah Shen Tian Ba, Shen Tian Ba

sebenarnya menaruh harapan besar kepadanya, tapi dia mencuri perhiasan Shen Tian Ba lalu

menjualnya. Uang hasil curian dipakai untuk minum-minum dan bermain pelacur.”

Kata Guo Yu Niang, “Kelihatannya dia seorang yang pintar”

 

Ge Ting Xiang tertawa,” Apakah ini yang disebut pintar?”

Dengan serius Guo Yu Niang berkata, “Dia benar-benar pintar “

Guo Yu Niang berkata, “Dalam waktu 3 tahun yang singkat, seseorang bisa menghabiskan

begitu banyak uang, tidak banyak yang bisa melakukannya di dunia ini. Berani mencuri perhiasan

dari istri Shen Tian Ba untuk minum arak dan bermain pelacur, apakah banyak orang seperti itu?”

Orang semacam itu sangat sedikit.

Kata Guo Yu Niang, “Karena dia melakukan hal ini, orang lain tidak ada yang bisa melakukan

juga tidak ada yang berani.”

Ge Ting Xiang terpaksa mengakuinya.

Kata Guo Yu Niang, “Dia berani melakukan hal seperti ini, apalagi untuk melakukan hal

lainnya.”

Ge Ting Xiang tidak minum arak lagi, bila ada yang sedang dipikirkan dia tidak akan minum

arak. Bila tidak, gelang perak ini akan bertambah satu ukiran lagi Mungkin orang itu sudah

terkubur di balik gunung Wisma Shuang Huan.

Ge Ting Xiang bertanya, “Kau menasihati agar aku harus waspada kepadanya?”

“Di dunia ini ada 2 jenis orang yang harus kita waspadai.”

“Orang-orang seperti apa?”

“Orang yang bernasib baik dan orang yang pemberani.”

Ge Ting Xiang ingat dengan kata-kata ini. Asalkan ada perkataan yang masuk akal dia pasti

akan selalu mengingatnya.

Kata Guo Yu Niang, “Semenjak dia diusir dari perguruannya sampai sekarang tidak ada yang

tahu jejaknya berada di mana.”

“Benar, sudah 2 tahun sejak dia diusir dari perguruan tidak ada yang tahu. Orang-orang pun

tidak ada yang berusaha untuk mencarinya.”

Kata Guo Yu Niang, “Bila ada yang mau mencari pasti akan bisa menemukannya.”

Ge Ting Xiang tertawa, “Kalau aku benar-benar mencari dia, di dunia ini tidak ada yang tidak

bisa kucari “

Tiba-tiba dia berteriak, “Ge Xin “

Di luar pintu ada yang menjawab, “Ya, ada apa?”

Ge Ting Xiang berkata: “Suruh Wang Tong untuk datang kemari.”

Wang Tong segera datang, berdiri di hadapan Ge Ting Xiang, sepertinya kapan pun dia siap

untuk mencium kaki Ge Ting Xiang. Tidak ada orang yang meragukan kesetiaan Ge Ting kepada

Ge Ting Xiang. Juga tidak ada yang menyangka bahwa dia adalah orang yang sangat menakutkan.

Orangnya pendiam, jarang bicara, jarang tertawa, ekspresinya selalu dingin, sepasang

tangannya selalu tersimpan di dalam lengan bajunya.

Dia mengeluarkan tangannya hanya mempunyai 2 tujuan yaitu ke satu untuk makan dan tujuan

yang kedua adalah untuk membunuh orang.

Seumur hidupnya, membunuh orang dan makan adalah pekerjaan yang sama pentingnya.

Walaupun sekarang sudah larut malam, tapi begitu Ge Ting Xiang memerlukan sesuatu

kepadanya, hanya dalam waktu tngkat dia akan muncul di hadapan Ge Ting Xiang.

Ge Ting Xiang melihatnya, di dalam bola matanya terlihat minat perasaan puas. Seperti

terhadap Guo Yu Niang, terhadap Wang Tong dia pun sangat puas.

Bila disuruh memilih di antara keduanya, belum tentu dia akan memilih Guo Yu Niang.

 

Ge Ting Xiang bertanya, “Apakah kau pernah bertemu dengan Liao Shao Ying?”

Wang Tong mengangguk. Ke tujuh murid Shen Tian Ba semua sudah pernah dia temui

Tanya Ge Ting Xiang, “Menurutmu, dia itu seperti apa?”

“Dia tidak begitu kuat.”

Tidak begitu kuat, kata-kata ini diucapkan dari mulut Wang Tong sepertinya komentarnya

tidak terlalu keras.

Tenaga Sheng Zhong yang besar, berani dan ganas, tidak ada yang bisa melawanya, goresan di

atas gelang miliknya terdapat 13 buah, kebanyakan dari mereka adalah pesilat tangguh, di antara

ketujuh murid Shen Tian Ba, dia termasuk yang paling kuat. Terhadap Sheng Zhong ucapan Wang

Tong juga hanya ada 2 kata, Tidak begitu kuat!.

Hal ini membuktikan dia tidak salah mengucap, Sheng Zhong hanya bisa bertahan dalam 5

jurus saja sesudah itu dia mati di tangan Wang Tong.

Ge Ting Xiang tersenyum, dia mengeluarkan perintah yang sangat singkat, “Pergilah bawa

orang itu kemari “

Biasanya untuk membawa orang untuk bertemu dengan Ge Ting Xiang, hidup atau mati itu

tidak menjadi masalah.

Begitu dia mengeluarkan perintah, Guo Yu Niang menarik nafas dan berkata, “Entah mengapa

setiap kali aku melihat orang itu aku selalu merinding, dia seperti seekor ular beracun “

Kata Ge Ting Xiang, “Kau salah lihat.”

“Salah lihat?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Tiga ribu ekor ular beracun juga kalah dengan satu jarinya.”

Di atas meja ada kuas dan tinta.

Tiba-tiba Ge Ting Xiang memegang kuas dan di atas nama Liao Shao Ying, dia juga memberi

tanda silang.

Tanya Guo Yu Niang, “Apakah sekarang dia sudah mati?”

“Dia belum mati.”

Ge Ting Xiang melanjutkan sambil tertawa, “Tapi begitu Wang Tong keluar dari pintu tadi, dia

sudah seperti orang mati….”

Bab II

Hujan di Kuburan

Terdengar suara petir yang mengelegar, cahaya kilat menerangi gunung yang sunyi yang tidak

Di gunung itu ada 2 orang yang berbaju compang-camping dan memakai topi usang. Mereka

sedang bekerja mengali kuburan di bawah hujan lebat.

Hujan dan angin memadamkan lampion yang mereka bawa, membuat bumi dalam keadaan

gelap. Di tanah pekuburan penuh dengan hawa gaib yang membuat bulu kuduk merinding.

Siapakah kedua orang itu?

Kuburan siapakah yang sedang mereka bongkar?

Satu di antara mereka memiliki hidung yang bengkok dan berkata, “Kalau saja kemarin malam

aku tidak kalah dalam berjudi, aku tidak sudi menerima pekerjaan seperti ini.”

 

Orang yang satunya lagi agak bongkok dan mulutnya agak miring, juga berkata, “Buatku

biarpun pekerjaan ini tidak diberikan kepadaku, tapi aku tetap akan mengerjakannya. Zhao Lao Da

sudah begitu baik kepada kita, sekarang sudah terjadi sesuatu kepadanya, masa kita tidak mau

membantunya?”

Yang bermulut bengkok tidak berkata dia menarik nafas dan dengan sekuat tenaga mencangkul

Terdengar suara petir menggelegar dan cahaya kilat menerangi tempat itu sekejap, ada

seorang laki-laki seperti pagoda Wi sedang membawa sebuah kereta yang ditarik oleh keledai.

Mereka dengan cepat naik ke gunung ku, di dalam kereta itu terdapat peti mati yang masih

terlihat masih baru.

“Zhao Lao Da sudah datang?”

Kata si Hidung Bengkok, “Kau tebak siapa yang ada di dalam peti mati itu”? Orang mati

memang harus dikubur, tapi mengapa harus dikubur secara sembunyi-sembunyi?”

Jawab si Mulut Bengkok, “Hal ini lebih baik, kita tidak usah banyak bertanya, semakin sedikit

yang kita tahu maka itu akan semakin baik dan tidak akan menjadi masalah untuk kita.”

Kereta itu agak jauh berhenti. Zhao Lao Da memanggil mereka dan mereka berdua segera

menghampiri kereta kuda itu, mengangkut sebuah peti mati kemudian memasukkan peti itu

kedalam lubang yang baru saja digali.

Mereka mereka bertiga sedang menguburkan peti itu, tiba-tiba terdengar suara seperti pintu

diketuk, suaranya sangat kencang.

Di sini tidak ada orang apalagi pinlu, dan mana datangnya suara itu?

Si Hidung Bengkok gemetaran, tiba-tiba terdengar lagi suara ketukan. Kali ini dia mendengar

dengan sangat jelas, suara itu berasal dari dalam peti mati!

“Mengapa dari dalam peti mati ada yang mengetuk?”

Zhao Lao Da memberanikan diri dan menjawab, “Mungkin ada tikus masuk ke dalam peti mati

itu….”

Kata-katanya belum selesai, terdengar suara tawa yang keluar dari dalam peti mati itu.

Tikus tidak akan bisa tertawa, hanya orang yang bisa tertawa.

Biasanya yang berada di dalam peti mati adalah orang yang sudah mati. Orang mati yang

tertawa dan tidak berhenti tertawa.

Wajah ketiga orang itu menjadi pucat. Mereka saling pandang, akhirnya mereka sepakat untuk

melarikan diri.

Hujan masih saja turun, hanya dalam waktu yang singkat mereka sudah berada di kaki gunung,

kereta tertinggal di atas gunung.

Suara tawa yang keluar dari dalam peta mati tiba-tiba terhenti.

Sesudah lama baru tutup peti itu terbuka dengan pelan-pelan. Seseorang duduk, hidungnya

seperti elang, matanya jeli, bajunya yang hitam penuh dengan darah, tangan kirinya putus mulai

dari pundak.

Dia melihat ke sekelilingnya, kemudian membalikkan badan. Gerakan orang itu gesit seperti

seekor kucing ketika melompat keluar dari peti, wajahnya pucat, terlihat lukanya agak parah dan

dia telah banyak kehilangan darah.

Tapi gerakannya masih lincah, begitu melompat keluar dari peti dia membuka peti mati yang

satunya lagi, dan berkata,

“Apakah kau masih bisa bertahan?”

 

Orang di dalam peti itu mengangguk.

Wajah orang ini lebih menakutkan daripada orang yang sudah mati. Sekujur tubuhnya penuh

dengan darah, kaki kanannya sudah putus karena itu dia kesulitan untuk duduk.

“Bila masih bisa bertahan mengapa harus berpura-pura mati dan berbaring di dalam peti mati?”

Orang yang kaki kanannya putus berkata dengan marah, “Apakah kau tidak melihat kakiku

tinggal sebelah?”

Jawab si Hidung Elang, “Tidak ada kaki pun kau harus tetap berdiri, bila tidak kau akan mati di

dalam peti ini. Bukankah aku sudah menyuruh Zhao Lao Da menyediakan sebuah tongkat?”

Benar saja di dalam peti mati itu sudah tersedia tongkat. Titik hujan sebesar kacang kedelai,

setetes demi setetes jatuh membasahi mereka. Orang yang kakinya putus dengan susah payah

mencoba untuk berdiri memakai tongkat. Kelihatannya dia juga seperti orang yang kuat dan

badannya seperti terbuat dari besi.

7 orang murid Shuang Huan Men, mereka semua bagai terbuat dari tembaga atau besi.

Ada yang menganggap, biarpun kepala mereka di penggal, mereka tetap masih bisa membuka

mulut mengigitmu, menggigit tulangmu dan mengisap darahmu.

Mereka berdua adalah 2 dan 7 murid yang belum mati Yang Ling dan Wang Rui.

Terdengar suara petir lagi, cahaya kilat menerangi gunung dan tanah pekuburan itu.

Dengan sebelah tangannya, Wang Rui mengangkat sebuah peti mati dan melemparkannya

kepada Yang Ling.

Yang Ling menyambutnya tanpa terjatuh, tapi tongkat yang menahan badannya menancap

sangat dalam, dia merasakan kakinya yang putus itu mengucurkan darah lagi.

Wang Rui mengangkat sepoci air dan menendang keledai itu, karena ketakutan dan kaget,

keledai itu berlari menuruni gunung.

Yang Ling melihat dia mengangkat sepoci besar air. Dalam matanya terlihat penuh dengan

kebencian dan kesedihan.

Kata Wang Rui, “Di dalam peti itu ada makanan kering dan obat untuk mengobati luka, kalau

kita irit mungkin kita bisa bertahan di sini selama setengah bulan.”

Yang Ling mendengarkan.

Kata Wang Rui, “Ge Ting Xiang tidak akan menyangka bahwa kita masih bisa kembali lagi ke

sini, setengah bulan lagi, pada saat itu luka kita sudah sembuh.”

Kuburan itu berada di belakang Wisma Shuang Huan Men. Kebanyakan orang-orangnya

dikuburkan di sini. Shen Tian Ba sekeluarga pun dikuburkan di tempat ini.

Kata Wang Rui, “Siang hari kita harus bersembunyi di dalam peti mati, kalau malam ada banyak

hal yang bisa kita lakukan.”

Dia berusaha menahan kemarahan, setelah lama dia pun berkata lagi. “Guru dan kakak

pertama pasti sudah dikubur di sini, sementara ini kita tidak membisa membalas dendam,

sekarang paling tidak kita bisa berlutut dan memberi hormat kepada mereka”

Yang Ling melihat ke arahnya, dengan perlahan dia menyimpan makanan dan obat-obatan ke

dalam peti mati. Tiba-tiba dia berkata, “Kita satu perguruan, selama 10 tahun ini telah berapa kali

kau dan aku terus mengomel?”

“Tidak banyak”

 

Yang Ling tertawa dingin dan berkata, “Aku tahu kau selalu menganggap remeh kepadaku

karena aku termasuk golongan hitam. Kau selalu menganggap aku, karena tidak ada jalan lain

lagi, baru mau masuk ke dalam perkumpulan Shuang Huan Men”

Wang Rui juga tertawa dingin dan berkata, “Benar atau tidak hanya kau saja yang tahu.”

Wang Rui melanjutkan, “Dengan menempuh bahaya aku membawamu untuk bersama-sama

melarikan diri.”

Kata Yang Ling, “Karena itu, aku tidak mengerti.”

“Mengapa kau tidak mengerti?”

Jawab Yang Ling, “Mengapa kau menolongku, bukankah kau tidak pernah menganggapku

sebagai saudara seperguruan?”

Wang Rui diam dengan lama baru dia berkata. “Apakah aku harus berkata jujur kepadamu?”

Yang Ling mengangguk.

Wang Rui bertanya, “Aku hendak bertanya padamu, ilmu silat Ge Ting Xiang apakah setaraf

dengan ilmu guru kita?”

Jawab Yang Ling, “Bagaimanapun dia selamanya juga tidak bisa menang melawan guru”

“Tapi kali ini dengan mudah Ge Ting Xiang bisa mengalahkan guru”

Kata Yang Ling, “Karena waktu itu guru dalam keadaan mabuk, mabuk berat.”

“Mengapa guru bisa mabuk?”

“Karena itu adalah hari pertama di mana guru bertemu dengan ibu guru”

Tanya Wang Rui, “Apakah setiap tahun guru akan mabuk seperti itu?”

“Kita adik kakak seperguruan juga mengetahui hal ini.”

Karena setiap tahun sampai hari itu, Shen Tian Ba selalu mengajak semua muridnya ke

pekarangan wisma untuk minum arak yang sudah lama dipendam di bawah tanah

Shen Tian Ba merasa, seumur hidupnya dia bisa sukses karena mempunyai istri yang baik.

Tanya Wang Rui, “Kecuali adik kakak seperguruan, siapa lagi yang mengetahui hal ini?”

“Sepertinya tidak ada”

Karena setiap tahun, pada hari itu Shen Tian Ba akan minum arak hingga mabuk.

Tapi dia tidak pernah memberitahukan hal ini pada orang lain.

Sorot mata Wang Rui setajam pisau, dia melihat Yang Ling.

“Peristiwa ini tidak ada yang tahu, tapi mengapa Ge Ting Xiang bisa tahu?”

Wajah Yang Ling berubah.

Kata Wang Rui, “Kita minum arak di pekarangan belakang. Siapa yang ingin masuk ke sana

harus melewati tempat yang sudah dipasang dengan perangkap. Begitu sampai di belakang

pekarangan kita pasti sudah mengetahuinya dan bisa siaga, tapi waktu itu Ge Ting Xiang tiba di

sana tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.”

Pada hari itu Ge Ting Xiang muncul seperti seorang jendral yang turun dari langit.

Kata Wang Rui, “Yang datang berjumlah 13 orang. Mereka bisa melewati tempat-tempat yang

sudah dipasang dengan jebakan. Sampai sekarang aku masih tidak habis pikir.”

Tanya Yang Ling, “Karena itu kau curiga di dalam Shuang Huan Men ada penghianat?”

“Benar.”

Tanya Yang Ling, “Kau curiga bahwa penghianatnya adalah aku”

 

“Benar.”

Tanya Yang Ling, “Kau menolong aku dan membawaku kemari hanya ingin mencari tahu

persoalan ini?”

“Benar”

Yang Ling mengepalkan tangannya dan mulutnya dikatupkan. Hujan lebat masih turun, air

hujan sepertinya hendak memisahkan mereka.

Mereka seperti 2 ekor binatang yang terluka yang sedang ber tengkar di bawah hujan lebat.

Setelah lama, Wang Rui baru bertanya, “Apakah kau mengakuinya?”

Yang Ling tertawa dingin kemudian menjawab, “Sebenarnya ada suatu persoalan yang tidak

aku mengerti.”

“Katakanlah.”

Kata Yang Ling, “Mereka datang sebanyak 13 orang, kecuali Gu Ting Xiang, masih ada 1 orang

lagi yang lebih menakutkan, yaitu orang berbaju abu-abu yang membunuh Kakak Sheng.”

“Benar “

Kata Yang Ling, “Setelah membunuh Kakak Sheng, dia bergabung dengan seseorang kemudian

dia baru berhadapan denganmu.”

“Benar.”

Kata Yang Ling lagi, “Kau selalu menganggap ilmumu paling kuat dan hebat, kau mempunyai

dasar ilmu silat yang paling kuat, sebab kau mempelajari semuanya itu di kuil Shaolin, tapi sayang

kau tetap bukan lawan orang yang memakai baju abu-abu itu.”

Kata Wang Rui, “Ilmu silatnya berada di atas kita berdua.”

Kata Yang Ling, “Ilmu silat yang dimilikinya sepertinya khusus untuk membunuh orang.”

“Benar.”

Kata Yang Ling, “Sewaktu dia membunuh Kakak Sheng, matanya sama sekali tidak berkedip,

tapi terhadapmu mengapa dia tidak langsung membunuhmu?”

Wajah Wang Rui tiba-tiba berubah.

Yang Ling melanjutkan lagi, “Sebenarnya dia bisa saja membunuhmu, tapi dia melepaskanmu

dan membiarkanmu melarikan diri, aku juga tidak mengerti akan hal ini.”

Tanya Wang Rui, “Apakah kau pikir bahwa aku adalah pengkhianatnya, sehingga mereka

membiarkanku melarikan diri?”

“Jika bukan demikian, aku tidak dapat berpikir alasan yang lainnya

Wang Rui terdiam.

Mereka saling diam dan saling memandang, tiba-tiba Wang Rui bukata, “Dia bermarga Wang,

bernama Tong.”

Dengan dingin Yang Ling berkata, “Ternyata kau mengenalinya”

Kata Wang Rui,”Sudah pasti aku mengenal orang itu, sudah 35 tahun aku mengenalnya “

Yang Ling merasa aneh, “Tapi tahun ini kau baru berusia 36 tahun, bukan?”

“Benar.”

Tanya Yang Ling Lagi, “Apakah begitu kau lahir kau sudah mengenalinya?”

Wang Rui mengangguk.

 

Yang Ling berteriak, “Dia bermarga Wang, kau juga bermarga Wang, apakah kalian adalah

kakak beradik?”

Jawab Wang Rui, “Saudara kandung”

Yang Ling hanya diam dan terpaku. Dia tidak menyangka bahwa mereka adalah saudara

kandung, juga tidak menyangka Wang Rui segera mengakui hal itu.

Kata Wang Rui, “Walaupun kami saudara kandung tapi sudah lama aku tidak bertemu

dengannya”

“Sudah berapa lama kalian tidak bertemu?”

“14 tahun.”

Kata Yang Ling, “Kau juga sudah berada di Sheng Huan Men selama 14 tahun.”

Kata Wang Rui, “Begitu aku diusir dari Shaolin aku sudah bersumpah untuk tidak bertemu lagi

dengannya”

“Mengapa?”

Tangan Wang Rui terkepal lebih erat iagi, dari matanya keluar sorot kemarahan dan dengan

perlahan dia berkata, “Aku jadi biksu, tapi karena dia pula aku diusir dari Shaolin.”

Kata Yang Ling, “Aku tidak mengerti”

Ucap Wan Rui, “Sebenarnya aku tidak ingin mengungkapkan hal ini”

Kata Yang Ling, “Tapi sekarang kau tetap harus mengatakannya1″

Memang sekarang ini dia harus mengatakannya, jika tidak kakak seperguruannya akan menjadi

seperti binatang terluka kemudian mereka akan saling bunuh.

Kemarahan dan dendam di hati mereka sudah terlalu banyak, hanya dengan sedikit kesalah

pahaman saja akan mudah meledak.

Wang Rui menarik nafas dan berkata, “Biarpun kami satu ayah tapi kami beda ibu, ibuku adalah

istri kedua, begitu ayah kami meninggal, Wang Tong meracuni ibuku hingga meninggal, aku juga

hampir mati di tangannya.”

Yang Ling mendengar cerita Wang Rui, dia baru mengetahui bahwa Wang Tong adalah seorang

yang sangat kejam.

Tanya Yang Ling, “Apakah kau menjadi biksu untuk menghindari dia?”

Wang Rui mengangguk dan menjawab, “Aku masuk ke dalam perkumpulan Shao Lin untuk

belajar ilmu silat dan untuk membalas dendam”

Tanya Yang Ling, “Tapi akhirnya kau tidak jadi membalas dendam padanya bukan?”

Wang Rui menarik nafas dan menjawab, “Tetua Shao Lin menasehati aku supaya dendam ini

jangan diperpanjang lagi, apalagi dia adalah kakakku sendiri”

Tanya Yang Ling, “Lalu bagaimana’”

“Akhirnya aku tidak mencarinya lagi untuk membalas dendam, malah dia yang mencariku.”

Tanya Yang Ling, “Apakah dia juga mengetahui bahwa kau berada di kuil Shao Lin?”

“Begitu mengetahui aku berada di sana, dia segera mendatangi kuil Shao Lin. Dia datang

karena dia merasa bersalah kepadaku dan datang untuk minta maaf padaku.”

Tanya Yang Ling, “Kau menerima permintaan maafnya?”

Dengan sedih Wang Rui menjawab, “Aku bisa menerima permintaan maafnya, dalam hati aku

merasa sangat senang, tapi tidak disangka dalam hatinya dia ternyata mempunyai maksud lain.”

Tanya Yang Ling, “Dia mempunyai maksud apa?”

 

“Dia menginginkan kitab-kitab pusaka milik Shao Lin” Kitab Shao Lin di mata orang-orang dunia

persilatan adalah benda yang lebih berharga dari pada emas atau perhiasan.

Semua orang mengetahui ilmu silat Shao Lin terdiri dari 72 jurus, semua ilmu itu adalah ilmu

silat yang sangat dahsyat, karena itu tidak ada orang yang berani mencuri kitab-kitab itu.

Kata Yang Ling, “Jadi dia mencarimu demi mendapatkan kesempatan mencuri kitab pusaka

milik Shao Lin.”

Kata Wang Rui, “Dia gagal mencuri kitab-kitab itu, tapi karena perbuatannya juga aku diusir

dari Shao Lin.”

Yang Ling melihatnya, setelah lama dia baru menarik nafas dan berkata, “Aku adalah anak

yatim piatu dan aku sering menyalahkan Tuhan karena nasibku juga buruk, tapi aku baru tahu

bahwa keadaanmu lebih menyedihkan dari pada diriku ini.”

Wang Rui tertawa, tertawa pilu yang sangat menyedihkan dan dia berkata, “Sebenarnya kali ini

aku tidak menyangka bahwa dia akan melepaskanku.”

Kata Yang Ling, “Dia juga manusia, setiap manusia dalam hidupnya pasti ada satu kali akan

berbuat baik.”

Wang Rui tertawa kecut, “Mungkin dia sudah memperhitungkannya, walaupun aku dilepaskan

tapi tidak akan bisa lari jauh darinya.”

Kata Yang Ling,”Walaupun aku tidak mengerti apa maksudnya melepaskanmu, tapi aku percaya

kau bukan seorang pengkhianat.”

Tanya Wang Rui, “Benarkah kau percaya kepadaku?”

Yang Ling tertawa dan menjawab, “Meskipun kau seorang yang sombong tapi kau bukan

seorang pembohong.”

Wang Rui melihatnya sorot kebencian di matanya Yang Ling sudah hilang berganti dengan

sorot mata berterima kasih.

Kata Yang Ling, “Kalau kau pun masih menganggapku sebagai pengkhianat, kau boleh

membunuhku, aku tidak dapat berbuat apa-apa dan juga tidak dapat menjelaskannya.”

Tapi Wang Rui tidak menghampiri Yang Ling. Mereka berdua berdiri di bawah guyuran hujan

lebat tubuh mereka tidak bergerak sama sekali tetapi mata mereka saling memandang. Keadaan

mereka seperti 2 ekor binatang yang sudah siap untuk saling bunuh Tiba-tiba Wang Rui berlari

menghampiri Yang Ling dan memegang erat tangannya kemudian berkata, “Sebenarnya aku juga

tahu bahwa kau bukan pengkhianat.”

Tanya Yang Ling, “Apakah kau mengetahuinya?”

“Bila kau adalah penkhianatnya mereka tidak akan membunuhmu.”

Kata Yang Ling, “Mungkin saja mereka bermaksud membunuhku untuk menutup mulutku”

Kata Wang Rui, “Kalau begitu mereka tidak akan membiarkanku menolongmu.”

Yang Ling tertawa, Wang Rui juga ikut tertawa.

Air hujan terasa dingin, tapi darah di dada mereka sedang memanas.

Wang Rui tertawa kecut dan berkata, “Dalam dua hari ini keadaan membuat kita merasa sedih

sehingga kita berpikir macam-macam, semua membuat orang menjadi bingung, dan juga

mencurigai semua hal”

Ketakutan selalu membuat orang menjadi menaruh banyak curiga. Terlalu banyak curiga dapat

mengakibatkan kesalahan yang fatal.

Kata Yang Ling, “Karena itu kita berdua harus tenang, berpikirlah dengan jernih, siapakah

pengkhianat sebenarnya.” “

 

“Aku tidak bisa berpikir.”

Kata Yang Ling, “Kali ini Sheng Huan Men mengalami musibah, hal ini bisa terjadi karena

sebuah pengkhianatan”

Kata Wang Rui, “Kecuali kita berdua sudah tidak ada orang lain lagi yang hidup di Sheng Huan

Men.”

kata Yang Ling, “Masih ada satu orang lagi yang masih hidup”

“Siapakah dia?”

Jawab Yang Ling “Liao Shao Ying “

Kata Wang Rui, “Bukankah dia sudah bukan orang Sheng Huan Menlagi.”

Kata Yang Ling, “Dia mengetahui rahasia Sheng Huan Men sama seperti kita”

“Apakah kau yakin dia adalah orang yang menghianati kita semua?”

Wang Rui sudah tidak berbicara lagi, tapi tangannya terkepal dengan erat.

Dalam keheningan tiba-tiba terdengar suara, suara ini datang dan arah semak-semak dan di

sana hanya ada sebuah kuburan.

Batu nisan terjatuh dan sebuah peti keluar dari dalam tanah. Dari dalam peti mati itu keluar

sebelah tangan.

Sepasang tangan itu berwarna abu-abu, di tangannya masih ada secangkir arak.

Orang yang berada di dalam peti mati itu belum diketahui identitasnya, tapi yang pasti orang

itu adalah seorang setan arak.

Wajah Wang Rui dan Yang Ling langsung berubah menjadi pucat. Mereka tidak percaya bahwa

di dunia ini ada setan, tapi bagaimana pun orang itu lebih menakutkan daripada setan.

Siapakah yang berada di dalam peti mati itu?

Tangan yang memegang cangkir itu sedang menampung air hujan yang sudah hampir berhenti.

Cangkir itu sudah penuh dengan air hujan.

Tiba-tiba tangan itu masuk kembali ke dalam peti, di dalam peti terdengar suara orang yang

menarik nafas.

Orang yang menarik nafas itu mengatakan, “Aku harap air hujan ini bisa berubah menjadi arak,

tapi aku benci dengan kehidupan sekarang ini yang tidak dapat hidup seperti orang normal.”

Wang Rui dan Yang Ling saling pandang. Tiba-tiba wajah mereka menampakan suatu ekspresi

yang aneh.

Tanya Yang Ling, “Apakah sekarang kau bukan orang lagi?”

Di dalam peti terdengar suara orang menarik nafas lagi, “Bukan orang juga bukan setan, tidak

seperti setan juga tidak seperti orang, tidak seperti kuda juga tidak seperti keledai.”

Kemudian terdengar lagi suara peti yang dibuka. Seseorang keluar kemudian duduk diatas peti

mati itu. Wajahnya pucat penuh dengan jenggot yang baru tumbuh, di tubuhnya penuh dengan

arak walau dibersihkan dengan air hujan tetap tidak akan hilang, hanya sepasang matanya yang

hitam terlihat sangat tenang.

Yang Ling melihat orang itu dan berkata, “Xiao Shao Ying sebenarnya kau tidak perlu datang

kemari”

Hujan lebat sudah berhenti.

Hujan lebat selalu cepat berhenti, seperti nama orang yang terkenal hanya sebentar saja sudah

Xiao Shao Ying berkata, “Sebenarnya aku memang tidak perlu datang kemari”

 

Wang Rui bertanya kepada Xiao Shao Ying, “Apakah kau sudah mengetahui musibah yang

menimpa perguruan?”

Xiao Shao Ying menjawab, “Aku memang malu bertemu dengan orang-orang perguruan, tapi

bukan berarti aku juga tuli.”

Tanya Wang Rui. “Bagaimana kau tahu bahwa kami berada disini?”

Xiao Shao Ying hanya mengangguk dan berkata, “Aku tahu Zhao Lao Da adalah orang yang

sangat setia kawan.”

Wang Rui bertanya lagi, “Apakah hanya karena itu kau mengperhitungkan bahwa aku akan

mencari Zhao Lao Da?”

“Karena dia adalah teman baikmu”

Tanya Wang Rui lagi, “Selain hal itu kau mengetahui apa lagi?”

“Aku tahu bahwa dia akan menyuruh Lao Liu datang ke sini untuk mengali kuburan.”

Tanya Wang Rui, “Karena itu pula kau mengikutinya datang kemari?”

Xiao Shao Ying mengangguk.

Tanya Wang Rui, “Apakah kau sudah memperhitungkan bahwa kami akan datang ke sini?”

Xiao Shao Ying tertawa sedih dan berkata, “Kalian datang atau tidak, peti mati ini adalah

tempat yang paling cocok untuk minum arak, kalau aku mabuk tidak ada orang yang akan

mengusirku”

Wang Rui melihatnya dari sorot matanya dia memperlihatkan rasa iba.

Tapi Yang Ling tertawa dingin dan berkata, “Sebenarnya kau bisa hidup dengan normal, tapi

mengapa kau malah lebih memilih hidup seperti ini?”?”

“Karena aku memang menyukainya.”

Yang Ling sudah mulai naik darah.

Tiba-tiba Wang Rui berkata, “Dalam dus itu ada arak. Keluarkanlah, mari kutemani kau minum.”

Xiao Shao Ying tertawa.

Yang Ling dengan marah berkata, “Kau masih mau menemani dia minum arak?”

“Dia memang bukan anggota Sheng Huan Men lagi, tapi dia adalah temanku.”

Tanya Yang Ling, “Dia termasuk teman seperti apa bagimu? “Paling sedikit dia jenis teman

yang tidak akan mengkhianati teman sendiri.”

Tanya Yang Ling, “Dia bukan pengkhianatnya?” “Bila dia adalah penghianat sudah dari tadi kita

benar-benar masuk ke dalam peti mati.”

Xiao Shao Ying tiba-tiba tertawa.

Tawa Xiao Shao Ying terlihat sangat sedih, “Tidak kusangka di dunia ini masih ada orang yang

menganggapku sebagai temannya.”

Dia memenuhi cawannya dengan arak dan berkata, “Kita bersulang dulu, kau pakai cawan aku

pakai botol.”

Sebotol penuh arah diminum langsung hingga habis.

Wang Rui mengerutkan dahi dan bertanya, “Mengapa setiap kali kau minum arak pasti akan

seperti itu?”

Xiao Shao Ying balik bertanya, “Apakah minum seperti ini bukan hal baik?”

Jawab Wang Rui, “Itu bukan disebut minum, tapi itu disebut menyambung nyawa.”

 

Dengan pelan Xiao Shao Ying berkata, “Selagi masih ada nyawa, tidak bolehkah bertaruh?”

Matanya mulai mengeluarkan ekspresi aneh, dia terus menatap Wang Rui.

Tiba-tiba Wang Rui memegang tangannya dengan erat dan dia bertanya.

“Apakah kau benar-benar ingin menyambung nyawa?”

“Paling sedikit aku masih mempunyai satu nyawa lagi.”

Tanya Wang Rui, “Demi Sheng Huan Men apakah kau mau mempertaruhkan nyawamu?”

“Bukan menyerahkan nyawa kepada Sheng Huan Men melainkan kepada seorang teman.”

Dengan erat dia memegang tangan Wang Rui dan berkata, “Walaupun aku sudah bukan orang

Sheng Huan Men lagi, tapi di dalam Sheng Huan Men masih banyak teman-temanku!”

Tangan Wang Rui gemetaran, tenggorokkannya tercekat, dia tidak menyangka dalam keadaan

seperti ini masih ada orang yang mau mengakui Sheng Huan Men sebagai teman.

Kemudian Xiao Shao Ying berkata lagi, “Meski aku tidak mencari Ge Ting Xiang, tapi dia tidak

akan melepaskanku “

“Mengapa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Sheng Huan Men tidak mengakuiku sebagai muridnya lagi, tapi di mata

orang lain hidupku adalah demi Sheng Huan Men, mati pun harus sebagai setan Sheng Huan Men”

Suaranya dingin, dan tangannya gemetar.

Wang Rui merasa bersalah dengan sedih dia berkata,”Walaupun kau bersalah tapi kami…kami

juga mungkin bersalah”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying mengubah topik pembicaraan. Dia berkata, “Kata-kata kalian tadi aku

sudah mendengar semuanya.”

Kata Yang Ling dengan dingin, “Aku tahu kau tidak tuli”

Sikapnya terhadap Xiao Shao Ying, sama seperti sikap Wang Rui terhadapnya.

Sikap ini tidak dipedulikan oleh Xiao Shao Ying, dia berkata, “Di antara 13 orang yang datang

itu, ada berapa orang yang kau kenal?”

“Hanya ada 5 orang.”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Apakah Ge Ting Xiang datang bersama dengan 4 orang ketua

cabang Tian Xiang Tang (perkumpulan Langit Harum)?”

Dalam pertarungan waktu itu, Tian Xiang Tang sudah mengeluarkan orang-orang terkuatnya,

tapi mereka tidak mempunyai banyak pesilat tangguh.

“Siapakah 8 orang lagi?”

“Empat orang memakai penutup wajah sedangkan empat orang lainnya, aku belum

mengenalinya, atau mungkin Ge Ting Xiang membayar mereka dengan harga tinggi dan menyewa

mereka dari tempat lain”

Xiao Shao Ying bertanya lagi,”Bagaiman dengan ilmu silat mereka?”

Yang Ling menjawab, “Setaraf dengan 4 ketua cabang Tian Xian Tang”

Xiao Shao Ying bertanya lagi, “Berapa orang yang mati dan yang terluka?”

“Dari 4 ketua cabang Tian Xiang Tang, 3 di antaranya mati dan seorang terluka parah.”

Xiao Shao Ying tampak berpikir sebentar lalu dia berkata, Kali ini Tian Xiang Tang sudah

mengalahkan Shuang Huan Men, tapi dengan kemenangan ini mereka sudah menguras hampir

semua tenaga yang ada. Sebenarnya kekuatan inti mereka hanya ada 8 orang dan orang-orang itu

yang dibawa oleh Ge Ting Xiang.”

 

Kata Yang Ling, “Ilmu kedelapan orang itu ilmu silatnya sudah bukan tingkat yang biasa-biasa

saja, dari mana dia bisa mencari orang-orang setangguh itu?”

Kata Wang Rui, “Sepertinya Wang Tong sudah lama mengikuti Ge Ting Xiang, hanya saja dia

jarang muncul di muka umum.”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

Jawab Wang Rui, “Dua tahun lalu aku pernah melihatnya di Lan Zhou, waktu itu Ge Ting Xiang

juga berada di sana.”

“Kau belum pernah mengatakannya hal ini sebelumnya.”

Wang Rui tertawa kecut dan menjawab, “Waktu itu aku tidak mengetahui rencana busuk Ge

Ting Xiang, juga tidak menyangka bahwa dia akan berani berbuat seperti ini.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Apalagi tidak ada orang yang mau mengungkit

kesedihan orang lain.”

Sepertinya Yang Ling ingin mengatakan sesuatu, tapi setelah melihat ke arah Wang Rui dia

segera menutup mulutnya.

Xiao Shao Ying bertanya lagi, “Di antara kedelapan orang itu, siapakah yang paling tinggi ilmu

silatnya?”

Yang Ling tidak perlu waktu lama untuk berpikir, dia langsung menjawab.

“Wang Tong.”

Kata Xiao Shao Ying, “Aneh, tapi dia tidak terkenal di dunia persilatan”

Jawab Yang Ling Lagi, “Cita-citanya bukan menjadi orang terkenal, tapi membunuh orang”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah ilmu silatnya adalah ilmu khusus untuk membunuh orang?”

Jawab Yang Ling, “Ilmu silatnya tidak begitu bagus, tapi jika digunakan untuk membunuh

orang, ilmunya jadi sangat bagus.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Kali ini Ge Ting Xiang pasti memerintahkan Wang

Tong untuk membunuhku”

Tanya Yang Liang, “Mengapa?”

“Karena Ge Ting Xiang tidak mengetahui keberadaanku, bila dia sudah menyerang, dia selalu

berusaha untuk menang.”

Biasanya jika seorang Ge Ting Xiang sudah menyerang sudah pasti dia harus menang, karena

dia tidak akan melakukan suatu hal yang tidak pasti.

Wang Rui merasa khawatir dan berkata, “Bila dia sudah memerintahkan Wang Tong untuk

mencarimu lebih baik kau bersembunyi dulu saja di sini “

Xiao Shao Ying menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kalau dia sudah mencariku, maka aku

harus muncul di hadapannya.”

“Mengapa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku harus membiarkannya menangkapku sehingga aku mempunyai

kesempatan untuk masuk ke dalam Tian Xiang Tang.”

“Untuk apa kau masuk ke Tian Xiang Tang?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Hanya dengan masuk ke Tian Xiang Tang, aku baru bisa mempunyai

kesempatan untuk membalas dendam.”

“Tapi sayang orang yang sudah mati tidak akan bisa membalas dendam demi temannya.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Aku belum mati”

 

“Karena Wang Tong belum bertemu denganmu?”

Xiao Shao Ying bertanya,

“Apakah jika aku bertemu dengan Wang Tong, aku pasti akan mati?”

Jawab Yang Ling, “Aku sudah pernah melihatnya, dia mengeluarkan ilmu silatnya, seperti dia

juga sudah tahu keadaan ilmu silatmu”

Xiao Shao Ying tertawa lagi.

Tanya Yang Ling, “Apakah kau tidak mempercayainya?”

Xiao Shao Ying tertawa tapi tidak menjawab.

Tanya Yang Ling lagi, “Kau juga sudah tahu kelihaian Kakak seperguruan Sheng? kau harus

melihatnya”

Xiao Shao Ying sudah mengetahuinya.

Sepasang Gelang senjata Sheng Lao Da memang lebih berat beberapa kali lipat dari orang lain,

ditambah dengan tenaganya yang besar, Seng Zhong seolah-olah dapat membelah gunung.

Kata Yang Ling, “Aku sudah melihat sendiri sepasang Gelang milik kakak seperguruan terbang

mengenai dada Wang Tong, tapi dia seperti tidak merasakan apa-apa.”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku tahu Wang Tong adalah orang yang menakutkan, tapi aku tidak bisa

seumur hidup selalu menghindari dia”

Kata Wang Rui, “Kau menghindarinya sudah berlangsung selama setengah bulan, setelah luka

kami sembuh, kita baru menentukan rencana baru.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah dengan mengandalkan tenaga kita dan beberapa orang bisa

mengalahkan Tian Xiang Tang?”

Wang Rui tidak dapat berkata-kata lagi.

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah setelah membunuh Sheng Lao Da, dia langsung

menghadapimu?”

Wang Rui mengangguk.

Kata Xiao Shao Ying, “Dia melepaskanmu, tidak membunuhmu, bukan karena kau adalah

adiknya”

“Lalu untuk apa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Mungkin akibat terkena pukulan dari Sheng Lao Da, dia sudah

mengalami luka dalam yang dampaknya baru dia rasakan setelah itu.”

Kata Wang Rui, “Tapi orang lain….”

Kata Xiao Shao Ying, “Waktu itu Ge Ting Xiang sedang berhadapan dengan ketua kita, dia juga

tidak bisa melihat ke arahmu. Orang lain melihat Wang Tong melepasmu, jadi orang lain tidak

berani menyusahkanmu.”

Perkiraan ini ada benarnya juga.

Dugaan yang tepat selalu membuat orang terkagum-kagum. Yang Ling juga sudah mengubah

pandangannya terhadap Xiao Shao Ying

Kata Xiao Shao Ying, “Seharusnya pukulan Sheng Lao Da bisa membuatnya mati, tapi dia masih

bisa bertahan, karena itu aku pikir badannya pasti memakai pelindung yang terbuat dari bahan

yang sangat kuat”

Xiao Shao Ying tertawa lagi dan berkata, “Orang yang selalu ingin membunuh harus selalu siap

siaga kalau-kalau ada orang yang ingin membunuhnya.”

Yang Ling Berkata, “Kau bukanlah setan arak sungguhan, kau sama sekali tidak linglung.”

 

“Aku.. “

Tanya Yang Ling, “Kalau kau tidak linglung mengapa 2 tahun yang lalu kau melakukan suatu

hal yang memalukan?”

Dua tahun yang lalu, sewaktu Xiao Shao Ying mabuk dia masuk ke dalam kamar putri ketua,

oleh karena itu dia diusir dari perguruan Shuang Huan Men

Mata Xiao Shao Ying mengeluarkan suatu ekspresi yang aneh, apakah itu adalah rasa

penyesalan? Kesedihan? Tapi dengan cepat dia sudah kembali lagi ke ekspresi semula dan

“Orang yang sangat sadar pun kadang-kadang melakukan kesalahan, apalagi aku yang bukan

apa-apa.”

Kata Wang Rui, “Meskipun kau bukan apa-apa, tapi pola pikirmu sangat hebat.”

Kata Yang Ling, “Kalau kau mencoba masuk ke Tian Xiang Tang, seperti seekor kambing yang

di antar ke kandang singa.”

Xiao Shao Ying hanya tersenyum dan berkata, “Bila Tian Xiang Tang adalah sebuah kandang

singa maka aku akan menjadikan diriku sendiri menjadi singa dengan menggunakan kertas

sebagai alat penyamarnya sehingga mereka tidak menyangka bahwa aku adalah seekor kambing.”

Yang Ling tidak mengerti, Wang Rui juga tidak mengerti.

Kata Xiao Shao Ying lagi, “Aku telah diusir oleh Shuang Huan Men, mengapa aku tidak boleh

masuk Tian Xiang Tang?”

Akhirnya Yang Ling mengerti dan berkata, “Tapi sayangnya Ge Ting Xiang tidak mudah ditipu.”

Kata Xiao Shao Ying, “Mungkin aku ada suatu cara.”

“Cara apa?”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying bertanya,” Apakah kau tahu centa Jing Ke menusuk raja Qing?”

Yang Ling ingat cerita ini.

Kata Xiao Shao Ying, “Qing Shi Huang juga tidak mudah mempercayai orang, tapi dia hampir

terpancing oleh Jing Ke karena Jing Ke membawa barang yang sangat diinginkan oleh Raja Qing

Shi Huang”

Setiap orang pasti mempunyai kelemahan, siapa pun yang melihat barang yang sangat

diinginkan, dia pasti akan senang dan berbuat ceroboh.

Dengan perlahan Xiao Shao Ying berkata lagi, “Jing Ke tahu bahwa Raja Qing Shi Huang sangat

menginginkan kepala seseorang, karena itu dia pinjam kepala orang itu dan membawanya ke

sana.”

Kata Yang Ling, “Kepala Jendral Fan?”

“Benar”

Wajah Yang Ling berubah. Wajah Wang Rui lebih parah lagi.

Mereka tahu yang diinginkan oleh Ge Ting Xiang adalah kepala mereka berdua, bukan kepala

Jendral Fan.

Tanya Yang Ling, “Apakah kau juga akan meminjam kepalaku diberikan kepada Ge Ting

Xiang?”

Xiao Shao Ying tidak menjawab, dia hanya mengamati kepalanya.

Dua tangan Yang Ling sudah terkepal, tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak.

“Kepalaku ini baru dipungut jika kau membutuhkannya, sekarang juga boleh kau ambil”

Xiao Shao Ying juga tertawa dan berkata, “Aku tidak menginginkan kepalamu.”

 

Yang Ling terpaku, “Kau tidak menginginkannya?”

Xiao Shao Ying tersenyum dan berkata, Aku hanya mengingatkan kalian berdua bahwa kepala

kalian sangat mahal, hati-hatilah jangan sampai diambil orang.

Yang Ling melihat kepalan, kepalan tangaannya sudah dilepas lagi.

Wajah Wang Rui seperti mengkhawatirkan sesuatu. Dia bertanya “Apakah kau mempunyai cara

lain menghadapi Ge Ting Xiang?”

“Tidak ada.”

Tanya Wang Rui, “Kau tetap akan pergi?”

Xiao Shao Ying menguap dan berkata, Di sini sudah tidak ada arak lagi, untuk apa aku masih

tinggal di sini?”

Apakah dia sekarang baru mabuk? Yang Ling bertanya.

“Mengapa tidak membawa kepalaku saja?”

“Cara ini sudah kuno, sudah tidak bisa menipu Ge Ting Xiang. Kepalamu juga tidak seharga

kepala Jendral Fan”

Hujan sudah berhenti.

“Aku pergi, 10 hari lagi aku akan kembali, aku harap di sini sudah disiapkan arak.”

Xiao Shao Ying benar-benar pergi.

Wang Rui dan Yang Ling melihatnya masuk ke dalam kegelapan, mereka berdua menarik nafas.

“Kau lihat, dia itu orang semacam apa?”

“Walaupun dia itu seperti apa, yang paling penting, dialah satu-satunya harapan untuk

membalas dendam.”

Bab III

Pembunuh

Xiao Shao Ying mabuk lagi. Kali ini dia mabuk di rumah makan Lao Hu Lou, dia ambruk di kasir

dengan keadaan seperti orang mati saja.

Berat badan orang mabuk sepertinya 3 kali lipat lebih berat dari berat biasanya.

Orang yang sudah berpengalaman mengetahui bahwa untuk menggotong orang mabuk bukan

hal yang mudah.

Apalagi untuk Xiao Shao Ying, tiga orang pelayan pun tidak sanggup menggotongnya.

Nyonya bos rumah makan yang berada di kasir marah kepada para pelayannya, “Masa orang

yang sudah seperti tanah basah ini tidak sanggup kalian angkat?”

Pelayan-pelayan itu hanya menunduk dan terdiam.

Tiba-tiba Xiao Shao Ying membuka sebelah matanya dan berkata pada nyonya bos.

“Nyonya salah!”

Nyonya bos itu marah. Sewaktu marah nyonya bos terlihat lebih menarik, apalagi sepasang

matanya bisa menarik banyak orang.

Orang-orang yang berada di sekitar Lao Hu Lou tahu bahwa nyonya bosnya adalah seorang

yang sangat cantik, tapi tidak ada orang yang berani mengganggunya.

 

Tempat itu bernama Lao Hu Lou yang berarti tempat itu itu adalah tempat tinggal macan

Macan betina yang dimaksud tentu saja nyonya bos itu, menurut orang-orang, nyonya bos itu

sudah menguasai kedai arak itu.

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Kelihatannya kau tidak seperti macan betina, seperti aku

yang juga bukan tanah bercampur air”

Ternyata nyonya bos itu bisa juga tertawa dan dia berkata, Kalau bukan tanah bercampur

dengan air, jadi sebenarnya kau siapa?”

Aku semacam ulat, ulat tidak mempunyai tulang, ulat yang bernama “Ulat Tambah air”

Nyonya bos hanya tertawa dan bertanya, “Kau tampak seperti seorang yang terpelajar?”

Xiao Shao Ying juga tertawa dan menjawab, “Aku memang seorang yang terpelajar dan

mempunyai banyak pengetahuan, ditambah lagi aku adalah seorang yang masih muda dan

tampan. Siapa yang suka denganku boleh antri dari sini sampai ke ujung jalan sana.”

Tiba-tiba nyonya bos marah lagi dan berkata, “Kalau begitu cepatlah pergi, tidak peduli kau itu

tanah yang bercampur air atau seekor ulat. Hayo pergi!”

Xiao Shao Ying tetap tertawa dan berkata, “Ulat tidak bisa pergi, begitu pula dengan tanah

yang bercampur dengan air.”

Nyonya bos itu tertawa dingin dan bertanya, “Apakah kau ingin mencari mati?”

Xiao Shao Ying menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak!”

“Apakah kau tahu siapaku?”

“Karena kaulah aku datang ke sini untuk mencarimu”

Tanya nyonya bos dengan marah, “Apa maumu?”

“Aku ingin kau menemaniku tidur.”

Wajah nyonya bos itu segera berubah, wajah pelayan-pelayannya juga berubah.

Dalam hati nyonya bos berkata, “Kelihatannya pemuda ini sangat tidak tahu diri, berani di

hadapanku berkata cabul!”

Tiba-tiba nyonya bos itu berteriak, “Pukul dia, pukul yang keras!”

Tamu-tamu yang berada di sana segera berlarian, para pelayan kedai arak itu sudah

berkumpul. Kursi-kursi sudah diangkat kemudian segera dihantamkan kearah kepala Xiao Shao

Orang-orang berteriak melihat kejadian itu.

Kepala Xiao Shao Ying ternyata tidak terluka sama sekali.

Pelayan itu sangat terkejut, mereka mengeroyok Xiao Shao Ying.

Terdengar suara pukulan beruntun, ternyata pelayan-pelayan yang mengeroyok Xiao Shao

Ying, semua terpental ke belakang, wajah mereka merah-merah dan tampak bengkak-bengkak.

Xiao Shao Ying masih berdiri tegak dan masih tertawa dia berkata pada nyonya bos itu, “Aku

sudah katakan bahwa aku datang kemari untuk mencarimu agar menjadi teman tidurku bukan

mencari tukang pukul”

Nyonya bos itu melotot kemudian dia tertawa, tapi kali ini tawanya sangat manis dan tampak

lebih menarik. Dengan lembut dia bertanya kepada Xiao Shao Ying, “Apakah kau jauh-jauh datang

kemari hanya untuk mencariku?”

“Benar “

Nyonya bos itu tertawa dengan genit dan berkata, “Kau benar-benar perhatian”

 

Kata Xiao Shao Ying, “Ada hati tentunya harus ada perasaan juga”

Tanya nyonya bos itu, “Siapa namamu?”

“Xiao Shao Ying.”

Nyonya bos itu tertawa dan berkata, “Aku bukan seekor burung phoenix melainkan seekor

macan betina.”

“Dalam pandanganku seekor macan sepertimu lebih cantik dibandingkan dengan 300 ekor

burung pheonix.”

Kata si nyonya bos, “Kau adalah seorang yang berpendidikan dan juga seorang yang pandai

bicara.”

“Aku mempunyai banyak kebaikan, pelan-pelan kau akan mengetahui semuanya.”

Nyonya bos memandanginya, sorot matanya mengeluarkan orot yang lebih genit lagi dan dia

berkata pada pelayannya, “Bawa naik kemari! Aku akan menemani Tuan Xiao Shao Ying minum

arak”

Arak yang bagus harus ditemani oleh perempuan cantik.

Xiao Shao Ying sudah mabuk sekarang dan dia sudah hampir tidak sadarkan diri.

Nyoya bos memberikan kepadanya semangkuk arak dan berkata, “Xiao Shao Ying adalah

seorang setan arak, dia belum pernah minum dengan mangkuk kecil Aku menghormatimu dengan

memberikan 3 mangkuk besar arak ini.”

“Jangankan 3 mangkuk, 30 mangkuk pun tetap akan kuminum.”

Xiao Shao Ying mengangkat mangkuk itu dan bertanya, “Apakah di dalam mangkuk ini ada

racun?”

Nyonya bos itu tertawa dan menjawab, “Di sini adalah kedai arak bukan tempat untuk menjual

bakpau isi daging orang, mengapa aku harus memberinya racun.”

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Benar, benar, disini adalah kedai arak,

pasti tidak akan ada racun, apalagi ini adalah arak pemberian langsung dari nyonya bos, walaupun

ada racun aku tetap harus meminumnya”

Xiao Shao Ying benar-benar meminum arak ini, semangkuk demi semangkuk semua diminum

hingga habis, dia mengeluarkan tangannya dan memegang tangan nyonya bos itu dan bertanya

padanya, “Tanganmu benar-benar sangat putih, apakah tanganmu juga harum?”

“Coba kau cium sendiri, apakah tanganku harum?”

Nyonya bos itu benar-benar mengeluarkan tangannya yang putih dan mulus lalu

mendekatkannya ke hidung Xiao Shao Ying.

Xiao Shao Ying memegang tangannya, seperti seekor kucing dia mencium tangan kiri dan

tangan kanan. Tiba-tiba Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak, kemudian dia terjatuh dengan

posisi kepala terlebih dulu sampai di tanah.

Nyonya bos mengerutkan dahinya dan bertanya, “Tuan Xiao Shao Ying, apakah kau sudah

terlalu mabuk?”

Xiao Shao Ying terbaring di bawah, bergerak pun tidak, kali ini dia benar-benar seperti orang

Tiba-tiba nyonya bos itu tertawa dingin dan berkata, “Sudah diberi jalan yang enak tidak kau

pilih, malah kau pilih jalan ke pintu neraka.”

Kemudian nyonya bos berteriak, “Tarik dia dan pukuli dia sampai mati.”

Para pelayan yang akan bergerak, tiba-tiba terdengar ada suara yang amat dingin yang

berkata, “Jangan pukul!”

 

Tamu-tamu belum semuanya pergi.

Di dekat sudut ruangan itu ada seseorang yang memakai baju abu-abu dengan tenang sedang

minum tapi yang diminum bukan arak juga buka teh melainkan hanya air putih. Air putih tidak

berasa dan sangat biasa, seperti orang itu yang tidak mempunyai ekspresi.

Nyonya bos itu bertanya, “Kau mempunyai hubungan apa dengan dia?”

Jawab laki-laki berbaju abu-abu tu, “Aku tidak mengenalinya.”

Kata nyonya bos dengan ketus, “Bila kau bukan siapa-siapanya, jangan ikut campur urusan

dia!”

Kata orang berbaju abu-abu, “Karena aku juga hidup dengan tidak enak.”

Suara orang itu sangat datar seperti seorang biksu yang sedang membaca kitab. Kitab yang

dibacanya ini adalah kitab untuk mendoakan orang yang sudah mati.

Tanya nyonya bos dengan dingin, “Apakah kau juga mencariku untuk dijadikan teman tidur?”

“Tidak!”

Tanya nyonya bos itu lagi, “Apakah kau ke sini untuk mencari mati?”

“Aku ke sini bukan mencari mati, tapi mencari orang mati.”

Kata si nyonya bos, “Di sini tidak ada orang mati.”

“Ada!”

Tanya nyonya bos, “Di mana?” “Aku hitung sampai 3, jika kalian tidak menyingkir dari loteng

ini, kalian akan segera menjadi orang mati!”

Wajah nyonya bos itu tiba-tiba berubah.

Orang berbaju abu-abu itu menaruh cawannya, dengan dingin dia memandang ke arah nyonya

Ekspresi orang itu tidak berubah, sangat biasa. Wajah yang sangat menakutkan.

Nyonya bos yang melihatnya merasakan hatinya menjadi dingin. Orang-orang yang sudah dia

bunuh sudah sangat banyak, pembunuh-pembunuh yang bagaimanapun sudah banyak dia lihat

dan tidak ada yang bisa membuatnya begitu ketakutan. Dia tidak bisa menduga orang itu adalah

orang macam apa. Biasanya orang yang ini tak dapat ditebak adalah jenis orang yang paling

Terdengar dia mengatakan, “Dua.”

Pelayan-pelayan yang penakut sudah hampir melarikan diri, tapi tiba-tiba mata nyonya bos

menjadi tenang kembali.

Hal ini terjadi karena ada seorang pemuda yang sedang berjalan di belakang orang berbaju

abu-abu itu Pisau yang dibawa pemuda itu berkilauan, pemuda itu adalah kekasih gelapnya

nyonya ini. Orang yang bisa menjadi kekasih nyonya bos bukanlah orang sembarangan.

Mulutnya manis dan gerakan pisaunya pun sangat cepat. Nyonya bos tertawa genit ke arah

orang berbaju abu-abu dan katanya, “Kau tidak mau aku temani tidur, tapi menginginkan aku

mati, apakah aku begitu jelek?”

Dia tidak jelek, dia hanya ingin orang berbaju abu-abu memandangnya supaya pemuda ada

kesempatan memenggal kepalanya.

Orang berbaju abu-abu benar-benar melihat ke arahnya.

Secepat itu juga pisau diayunkan, benar-benar sangat cepat.

Orang berbaju abu-abu tidak memalingkan kepalanya dan tidak juga menghindar, hanya

dengan membalikkan tangannya kebelakang.

 

Sdegera terdengar suara tulang patah.

Ketika pisau pemuda itu sudah hampir mengenai leher orang berbaju abu-abu, belum mengenai

sasaran, pemuda itu sudah terlempar jauh dan menghantam dinding kemudian roboh. Pemuda itu

seperti tanah bercampur air, lemas tidak berdaya.

Orang berbaju abu-abu masih dengan dingin menatap nyonya bos.

Jurus yang dikeluarkan tidak terlalu bagus, tidak banyak perubahan, tapi jurusnya hanya satu

tujuan, yaitu membunuh orang.

Angka ke tiga sudah akan disebut dari mulutnya.

Nyonya bos tiba-tiba bertanya, “Apakah kau tahu, tempat ini milik siapa?”

“Tempatmu.”

Tanya nyonya bos lagi, “Lalu mengapa kau meyuruhku pergi?”

“Karena aku yang menyuruhmu”

Dengan marah nyonya bos itu berkata, “Baiklah, aku akan pergi dari sini!”

Dia benar-benar pergi, tapi ada suara dari bawah meja yang berkata,”Kau jangan pergi!”

Di bawah meja ternyata ada satu orang.

Seseorang yang bergerak pun sudah tidak bisa, tapi sekarang dia dengan pelan-pelan berdiri.

Nyonya bos hanya terpaku dan terdiam.

Dia tidak mengerti. Di dalam arak yang tadi dia berikan sudah dicampur dengan racun bius

dengan kadar tinggi dan racun yang dipakai adalah racun pembius yang terbaik.

Xiao Shao Ying memegang kepalanya dan berkata, “Racun ini sangat kuat tapi yang lebih lihai

adalah racun kemarin, ketika aku minum sampai-sampai aku tidak bisa bangun lagi.”

Tiba-tiba dia bertanya pada nyonya bos, “Apakah racunnya masih ada?”

Wajah nyonya bos berubah pucat dan bertanya, “Kau… kau… masih menginginkan racun itu?”

Xiao Shao Ying mengangguk dan menjawab, “Aku menyukai arak yang dicampur dengan racun,

berapa banyak racun yang kau miliki? Aku ingin memintanya semua.”

Nyonya bos itu tiba-tiba membalikkan badan, dia sudah ingin melarikan diri, tapi begitu dia

membalikkan badan, Xiao Shao Ying sudah ada di hadapannya dan berkata, “Sudah kukatakan kau

tidak boleh pergi.”

Nyonya bos itu bertanya dengan ketakutan, “Mengapa… mengapa aku tidak boleh pergi?”

Jawab Xiao Shao Ying dengan tenang, “Karena kau belum tidur denganku, maka kau tidak

boleh pergi”

Nyonya bos memelototi dia, kemudian dia berkata dengan lembut, “Di bawah ada tempat tidur,

mari kita pergi ke sana.”

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba dia menggerakkan tangannya, mengangkat

nyonya bos itu.

Dia tidak turun ke ruang bawah malah mendekati orang berbaju abu-abu.

Orang berbaju abu-abu masih tidak menampakkan ekspresi apa pun.

Xiao Shao Ying bertanya, “Sepertinya kau tidak mengenaliku?”

“Ya.”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Tapi ketika ada orang yang akan memukulku kau menolongku?”

“Benar.”

 

Kata Xiao Shao Ying, “Sudah seharusnya aku mengucapkan terima kasih, tapi aku tahu orang

sepertimu tidak suka mendengar kata-kata seperti itu.”

“Ya, kau benar.”

Xiao Shao Ying melihat ke arah cawan yang berisi air putih itu dan bertanya, “Kau tidak pernah

minum arak?”

“Kadang-kadang aku pun minum arak”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Saat seperti apa kau baru minum arak?”

“Jika ada waktu dan teman.”

Tanya Xiao Shao Ying,”Apakah sekarang kau mau minum arak?”

“Yah”

Xiio Shao Ying tertawa terbahak-bahak, kemudian dia melempar nyonya bos ke tempat yang

jauh seperti melempar karung goni yang usang.

Tanya orang berbaju abu-abu, “Bukankah kau menyuruh dia menemanimu tidur?”

Xiao Shao Ying tertawa dan menjawab, “Ada teman minum, nyawapun aku tak mau apalagi

perempuan”

Malam dingin seperti air, indah seperti arak, di atas atap terlihat terang bulan purnama yang

menggantung di langit, masih ada banyak bintang-bintang. Rasanya tangan dapat menjangkau

dan menarik semuanya.

Arak yang dipetik.

Xiao Shao Ying dan orang berbaju abu-abu, membawa guci masing-masing, duduk di atas atap,

duduk di bawah naungan bintang-bintang.

“Kalau mau minum arak, kita harus berganti tempat”

“Mengapa harus berganti tempat?”

“Di sini orang yang seharusnya mati belum mati.”

“Kau senang minum arak di mana?”

“Di atas atap.”

Xiao Shao Ying tertawa, “Itu lebih baik.”

“Apakah kau pernah minum arak di atas atap?”

“Dalam peti mati pun aku pernah minum arak”

Wajah orang berbaju abu-abu yang kaku seperti papan batu juga bisa tertawa dan dia berkata,

“Di dalam peti mati minum arak, mungkin bukan tempat yang jelek.”

“Apakah kau ingin mencobanya?”

“Ya, aku menginginkannya.”

“Kita minum setengah guci di atas atap, kemudian setengahnya lagi kita lanjutkan minum di

dalam peti mati, bagaimana?”

“Baik, baik…”

Setengah guci arak dengan cepat mereka tenggak, tapi untuk minum sambil berbaring di dalam

peti bukan perkara yang mudah.

Xiao Shao Ying adalah orang yang sangat jago minum, tapi bagaimana pun Xiau Shao Ying

adalah manusia juga, sewaktu-waktu dia bisa mabuk.

 

Matanya sudah mulai melotot, lidahnya sudah melebar. Dia berkata, “Di mana toko peti

matinya? Mengapa tidak terlihat?”

“Untuk mencari peti mati tidak harus pergi ke toko peti mati.”

Kata Xiao Shao Ying sambil tertawa, “Benar juga, bila ingin makan daging babi belum tentu

harus mencari di kandang babi.”

Tiba-tiba dia tidak tertawa lagi dan bertanya, “Apakah kau tahu di mana ada peti mati?”

Jawab si baju abu-abu, “Ada orang mati tentu ada peti mati.”

“Di mana ada orang mati?”

“Lao Hu Lou!”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata,”Benar, tadi ada satu orang yang mati.”

Tapi tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tapi tetap tidak bisa.”

“Mengapa tidak bisa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Karena di sana hanya ada satu orang saja yang mati.”

“Minum arak semeja bisa berdua, mengapa kita tidak duduk berdua di dalam peti mati?”

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Betul, kita berdua tidak gemuk, untuk

berbaring berdua tidak terlalu menghabiskan banyak tempat”

Di belakang kedai arak Lao Hu Lou, sudah ada sebuah peti mati.

Peti mati itu terbuat dari kayu terbaik, papan peti itu juga sangat tebal.

Kelihatannya nyonya bos adalah orang yang mempunyai perasaan dan kewajiban, bukan

karena kekasihnya saja yang meninggal lantas dia melupakan perasaannya begitu saja.

Tapi orang yang sudah mati itu belum dimasukkan ke dalam peti. Kedai arak sudah tutup, tapi

di loteng masih tampak terang, sepertinya seseorang sedang mengganti baju mayat.

Xiao Shao Ying menepuk-nepuk papan peti dan berkata, “Ini adalah peti mati yang sangat

bagus, bila kelak aku mati bisa mendapatkan peti seperti ini, aku sudah puas”

“Kau pasti akan memilikinya.”

“Mengapa aku pasti bisa memilikinya?”

“Karena kau mempunyai teman.”

Xiao Shao Ying tertawa tertawa terbahak-bahak, tapi dia segera menutup mulutnya dan

berkata, “Kita belum minum, bila kita ketahuan pasti tidak akan terasa nyaman.”

Kata orang berbaju abu-abu, “Oleh karena itu kita harus cepat-cepat berbaring di dalam peti

dan mulai minum.”

“Bagaimana dengan dirimu?”

“Aku rasa kita tidak perlu terburu-buru”

Sebelah kaki Xiao Shao Ying masuk ke dalam peti, dia segera menarik kembali kakinya dan

berkata, “Kau adalah tamu, biar kamu dulu yang masuk ke dalam peti”

“Tidak perlu sungkan, kau masuklah terlebih dulu.”

Kata Xiao Shao Ying, “Masuk ke dalam peti mati bukanlah hal yang tidak baik, tidak perlu

merasa sungkan.”

Akhirnya Xiao Shao Ying menggotong guci araknya dan duuduk dulu di dalam peti.

Orang berbaju abu-abu melihat perbuatannya, matanya seperti hampir keluar, ekspresinya

aneh dan bertanya, “Bagaimana rasanya di dalam peti mati?”

 

“Nyaman sekali, lebih nyaman dibandingkan di atas ranjang.”

“Kau merasa puas?”

Ya

“Puas, aku marasa sangat puas.”

Kata orang berbaju abu-abu, “Kalau begitu, peti mati ini menjadi menjadi milikmu, berbaringlah

di dalam.”

Sepertinya Xiao Shao Ying tidak mengerti maksud orang berbaju abu-abu, dengan tertawa-tawa

dia berkata, “Arak belum habis, mana boleh aku mati.”

“Tidak mau mati pun kau harus mati”

Begitu mengatakan kata mati dari mulutnya, tangannya sudah seperti kilat memukul ke leher

belakang Xiao Shao Ying.

Tidak ada gerak tipu dalam jurusnya tapi ini adalah jurus khusus untuk membunuh orang.

Kalau Xiao Shao Ying tidak mabuk, kaki dan tangannya pasti dapat bergerak dengan lincah, tapi

hal ini pun belum tentu dapat menghindar dari serangan orang ini, apalagi sekarang keadaan Xiao

Shao Ying sedang mabuk berat dan dalam keadaan duduk.

Gerakan tangannya sangat cepat, caranya sangat efektif, karena dia adalah seorang pembunuh

yang profesional.

Xiao Shao Ying sudah memejamkan matanya.

Bila kau sudah bertemu dengan keadaan seperti ini, maka hal yang dapat dilakukan adalah

memejamkan mata hingga kematian datang menjemput.

Terdengar suara barang pecah, darah sudah mengalir keluar.

Tapi yang pecah bukanlah kepala Xiao Shao Ying melainkan guci arak dan yang keluar bukanlah

darah melainkan arak.

Orang berbaju abu-abu menyerang dengan kecepatan tinggi tapi dia salah sasaran, dia malah

memukul guci arak.

Xiao Shao Ying sepertinya tidak mengetahui apa-apa, matanya melotot dan dia berteriak, “Kita

sudah berjanji mencari sebuah peti untuk minum arak, mengapa kau malah memecahkan guci

arakku?”

Orang berbaju abu-abu dengan pandangan dingin melihat ke arah Xiao Shao Ying, sepertinya

dia tidak mengerti maksud Xiao Shao Ying

“Apakah kau sudah benar-benar mabuk?”

Xiao Shao Ying marah dan menjawab, “Siapa yang mabuk aku masih sadar seperti seekor

rubah.”

“Apakah kau masih ingin minum?”

Jawab Xiao Shao Ymg, “Itu sudah pasti.”

Hati orang berbaju abu-abu serasa dingin.

Sampai saat ini dia baru tahu bahwa dia sudah masuk kedalam perangkap yang dalam mimpi

pun dia tidak pernah menyangkanya.

Sebuah perangkap yang sngat aneh, lucu tapi juga sangat kejam.

Kata orang berbaju abu-abu, “Baiklah, di sini masih ada arak”

Segera dia memberikan araknya kepada Xiao Shao Ying.

 

Xiao Shao Ying tertawa tapi dia tidak mau menerima guci arak pemberian orang berbaju abuabu.

Tanya Xiao Shao Ying, “Mengapa kau tidak mau masuk ke dalam sini? Sendirian duduk dan

minum tidak enak rasanya.”

Orang berbaju abu-abu melihat Xiao Shao Ying dengan lama Akhirnya dia berkata, “Baiklah aku

akan menemanimu minum”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Itu yang baru dikatakan teman yang baik, hari ini kau

menemani aku minum arak. Lain kali jika kau menyuruhku mati, aku tidak akan mengerutkan

dahi.”

Si baju abu-abu mulai tertawa dengan muka meringis dan masuk ke dalam peti mati, lalu

Tanya Xiao Shao Ying, “Kau masih mempunyai sisa arak berapa banyak?”

“Masih ada setengah lagi.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kalau begitu kita masing-masing minum seteguk demi seteguk, tidak

boleh kurang juga tidak boleh lebih”

“Baiklah, silahkan kau minum terlebih dulu.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau adalah tamu kau dulu yang minum”

Terpaksa orang berbaju abu-abu minum terlebih dulu, dia mengangkat guci dan minum. Ribut

dengan seorang pemabuk seperti perempuan bodoh yang senang adu mulut.

Tidak disangka arak yang belum diminum, guci itu pun pecah, arak yang berwarna merah

seperti darah sudah mengotori baju orang berbaju abu-abu itu. Pada waktu itu wajah si baju abuabu

sudah berubah, pada saat yang bersamaan Xiao Shao Ying sudah menerkam dan

menindihnya. Di dalam peti tidak ada tempat untuk menghindar, dia juga tidak menyangka bahwa

Xiao Shao Ying akan mengunakan cara seperti ini untuk menerkamnya.

Badannya sudah tergencet, tapi tangannya masih sempat menotok titik mati di belakang

pinggang Xiao Shao Ying.

Tidak disangka, terdengar suara keras, di sekelilingnya tiba-tiba menjadi gelap, sangat gelap.

Ternyata peti mati ini sudah ditutup oleh seseorang.

Sekarang si baju abu-abu kaget, dia mendorong Xiao Shao Ying, tapi berat setan mabuk ini

lebih berat daripada sebongkah batu.

Pada saat itu juga terdengar di luar peti ada yang memaku peti mati ini. Ternyata peti matinya

sudah dipaku dan ditutup dengan rapat.

Di dalam peti mati itu sangat gelap dan pengap, ditambah lagi dengan bau arak yang berasal

dari badan Xiao Shao Ying, membuat siapapun ingin muntah.

Akhirnya orang berbaju abu-abu menank nafas dan berkata, “Apakah kau sudah tahu siapa aku

ini?”

Jawab Xiao Shao Ying sambil tertawa, “Namamu Wang Tong. Kau seorang pembunuh dan

datang untuk membunuhku.”

Suara Xiao Shao Ying sangat tenang sedikit pun tidak mabuk, dan dia tidak salah bicara.

Wang Tong hanya merasakan perutnya keram dan dia ingin muntah.

Kata Xiao Shao Ying, “Kau juga sudah tahu siapa aku ini bukan?”

Kata Wang Tong, “Sampai sekarang aku tidak mengerti apa maksudmu?”

“Tentu kau sudah mengerti.”

 

Tangan Wang Tong sudah berada di titik mati Xiao Shao Ying, dengan dingin Wang Tong

berkata, “Sekarang pun aku masih bisa membunuhmu.”

“Bila kau membunuhku, kau akan terkubur hidup-hidup di dalam peti mati ini.”

Wang Tong memukul peti mati itu.

Peti itu bergerak pun tidak.

Dengan santai Xiao Shao Ying berkata, “Tidak ada gunanya, sedikit pun tidak ada gunanya. Peti

mati ini terbuat dari bahan yang paling bagus, walaupun di tanganmu ada kapak, peti ini tidak

akan bisa kau belah “

Tanya Wang Tong, “Apakah kau juga tidak mau keluar dari sini hidup-hidup?”

“Kita adalah sahabat. Minum bersama mati pun bersama”

Dia menarik nafas lagi dan berkata, “Apalagi kau sudah tahu siapa aku, juga mengetahui aku

adalah orang yang hampir mati.”

Wang Tong hanya menjawab,

“Oh!”

Kata Xiao Shao Ying, “Shuang Huan Men tidak mengakuiku lagi. Tian Xiang Tang ingin

membunuhku, untuk apa aku hidup?”

Wang Tong tertawa dingin, tapi dalam hatinya dia harus mengakui bahwa semua ini adalah

Kata Xiao Shao Ying, “Walaupun harus mati, mati pun aku harus mencari barang untuk

mengganjal punggungku dan benda itu harus menemaniku mati.”

“Mengapa kau mencariku?”

“Aku tidak mencarimu, kau yang mencariku “

Kata Wang Tong dengan dingin, “Bila aku memang harus mati, kau yang harus mati terlebih

dulu.”

Dengan santai Xiao Shao Ying berkata, “Bila kau membunuhku terlebih dulu, di dalam peti kau

akan kesepian. Kau harus menemani satu mayat, apakah hal itu enak rasanya?

Karena itu aku tahu kau pasti tidak akan membunuhku, siapa yang mati terlebih dulu tidak ada

yang tahu.”

Kata Wang Tong, “Bila aku mati terlebih dahulu kau masih bisa menyuruh nyonya bos

melepaskanmu.”

“Mungkin saja.”

Kata Wang Tong, “Kau bersekongkol dengannya?”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Kali ini kau benar”

Tanya Wang Tong,”Kalian sengaja melakoni sandiwara itu untuk memancingku keluar?”

Karena kau senang membunuh orang maka kau tidak akan puas jika aku dibunuh oleh orang

lain”

Kata Wang Tong, “Aku juga tahu mereka tidak dapat membunuhmu”

Kata Xiao Shao Ying, “Karena itu, kau menjadi orang baik untuk menolongku, aku berterima

kasih kepadamu, sehingga kau dengan mudah bisa membunuhku karena aku tidak waspada”

Dia menarik napas tertawa kecut,

Kau masih menyuruhku berbaring di dalam peti mati terlebih dulu baru kauakan membunuhku.

Apakah ini sedikit keterlaluan?”

 

Wang Tong terdiam dengan lama dia baru berkata, “Sepertinya aku telah salah menduga.”

“Benar”

Tanya Wang Tong, “Sebenarnya kau mau apa?”

“Ingin mati.”

Kata Wang Tong,”Tidak ada orang yang ingin mati.”

Tanya Xiao Shao Ying,”Apakah kau pun demikian?”

Wang Tong mengakuinya.

Xiao Shao Ying tertawa lagi dan berkata, “Bila tidak ingin mati, masih ada suatu cara supaya

tidak mati”

Tanya Wang Tong,”Cara apa?”

“Bukankah Ge Ting Ying sangat percaya kepadamu?”

“Ya “

“Temanmu juga akan percaya.”

Kata Wang Tong, “Aku tidak mempunyai teman”

Kata Xiau Shao Ying, “Kita berdua sudah ditutup di dalam peti mati ini, sekarang bukan teman

nanti pun kita akan menjadi teman.”

Wang Tong lama terdiam kemudian baru dia berkata, “Bila aku mengatakan bahwa orang lain

adalah temanku, mungkin tidak aneh, tapi jika seorang Xiao Shao Ying…”

Kata Xiao Shao Ying, “Xiao Shao Ying yang sudah diusir dari Shuang Huan Men, dia sudah

bukan orang Shuang Huan Men lagi.”

Tanya Wang Tong, “Apakah kau menyuruhku membawamu menghadap Ge Ting Xiang?”

“Kau boleh mengatakan kepada Ge Ting Xiang bahwa Xiao Shao Ying sudah tidak ada

hubungan lagi dengan Shuang Huan Men, apalagi semua orang Shuang Huan Men sudah mati…”

Kata Wang Tong, “Karena itu kau menganggap bahwa Ge Ting Xiang akan menerimamu?”

Kata Xiao Shao Ying, “Sekarang Tian Xiang Tang sedang membutuhkan orang untuk

membangun kembali perkumpulannya. Ilmu silatku ini tidak jelek-jelek amat, aku juga bukan

seorang yang bodoh, orang seperti aku ini pasti akan ada gunanya.”

Dengan masih tersenyum Xiao Shao Ying melanjutkan, “Kau juga masih bisa

merekomendasikan aku sebagai ketua cabang, kita adalah teman. Kalau aku bisa masuk ke dalam

Tian Xiang Tang kau juga akan mendapat keuntungan “

Wang Tong terdiam, tampaknya dia sedang berpikir.

Kata Xiao Shao Ying lagi, “Posisimu di mata Ge Ting Xiang amat penting, hal ini pasti bisa kau

lakukan”

Tanya Wang Tong, “Apakah kau menginginkan uang?”

“Benar, semakin banyak uang semakin bagus”

Tanya Wang Tong lagi, “Mengapa harus seperti itu?”

“Aku senang minum, senang perempuan, untuk semua ini membutuhkan banyak uang”

Tanya Wang Tong, “Bila demikian mengapa kau tidak mau menjadi perampok saja?”

“Bila ingin menjadi perampok, juga memerlukan seorang pelindung, dan sekarang ini aku

seperti roh yang gentayangan, kapan saja aku bisa saja tertangkap dan dibasmi.”

Tanya Wang Tong, “Karena itu kau ingin aku menolongmu keluar dari kubangan ini?”

 

Kata Xiao Shao Ying, “Asalkan kau mau melakukannya aku tidak akan melupakan

kebaikkanmu.”

Tanya Wang Tong, “Mengapa aku harus melakukan semua ini untuk mu?”

“Karena dalam hal ini aku sudah beruntung, begitu juga dirimu”

Tanya Wang Tong Lagi, “Kalau aku tidak mau melakukannya?”

Dengan santai Xiao Shao Ying menjawab, “Kita sama-sama akan mati membusuk di sini.”

Tiba-tiba Wang Tong tertawa dingin dan berkata, “Kau kira aku takut mati?”

Xiao Shao Ying balik bertanya, “Apakah kau tidak takut mati?”

Dengan dingin Wang Tong menjawab, “Seumur hidupku aku belum pernah menghiraukan

apakah aku ini mati atau hidup.”

Benarkah?”

Wang Tong tidak menjawab, dia menolak membuka mulut.

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Kalau kau tidak setuju, kita menunggu mati saja di

sini”

Wang Tong sama sekali tidak menghiraukannya.

Kata Xhio Shao Ying, “Di bawah peti ini ada lubang udara, dan aku sudah berpesan jika dalam

waktu 1/2 jam tidak ada kabar berita, dia akan menguburkan peti mati ini ke dalam tanah “

Dia menarik napas lagi dan berbicara sendiri,

Dikubur hidup-hidup benar-benar tidak enak”

Wang Tong tetap tidak ada ekspresi.

Dua orang yang berada di dalam peti sudah seperti orang mati.

Xiao Shao Ying sudah memejamkan mata menunggu ajal.

Sudah cukup lama, sepertinya sudah melewati beberapa ribu tahun, tubuh mereka sudah basah

kuyup dibasahi keringat.

Tiba-tiba peti mati ini diangkat.

Kata Xiao Shao Ying, “Sepertinya nyonya bos sudah akan mulai mengubur kita ke dalam lubang

kuburan”

Wang Tong tertawa, tapi tawanya aneh.

Mati adalah hal yang paling menakutkan.

Peti mati sudah diangkat dan diletakkan di atas kereta kuda, kereta itu sudah mulai berjalan.

Dari tempat ini ke tempat pekuburan tidak begitu jauh.

Tiba-tiba Wang Tong berkata, “Bila aku membantumu berbicara dengan Ge Ting Xiang belum

tentu dia akan mempercayainya.”

“Dia pasti akan percaya.”

“Mengapa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Karena aku seorang yang bebas, sejak kecil aku bukan orang baikbaik.”

“Hal ini aku percaya dengan kebenarannya”

Kata Xiao Shao Ying lagi, “Orang seperti aku apa pun dapat aku lakukan, ditambah dengan

kata-kata darimu, ketua Ge Ting Xiang pasti akan percaya.”

 

Sepertinya Wang Tong sedang memikirkannya.

Kata Xiao Shao Ying, “Bila dia sepakat, aku masih mempunyai 2 hadiah lagi untuk diberikan

kepada Ge Ting Xiang.”

“Hadiah apakah itu?”

“Dua buah kepala orang, kepala Yang Ling dan kepala Wang Rui.”

Wang Tong mengambil nafas panjang, sepertinya dia mulai tertarik

Kata Xiao Shao Ying, “Pepatah mengatakan: bila ingin mencabut rumput harus sampai pada

akar-akarnya, kalau tidak setelah tertiup angin rumput ini akan tumbuh lagi. Jika kedua orang ini

tidak dibunuh maka cepat atau lambat akan mengakibatkan musibah. Mengenai hal ini Ketua Ge

Ting Xiang pasti juga sudah mengetahuinya.”

Kata Wang Tong, “Mereka memang harus mati!”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku jamin dalam waktu 100 tahun pun kalian tidak akan bisa

menemukan mereka berdua”

Tanya Wang Tong, “Apakah kau bisa mencari mereka?”

“Aku mempunyai suatu cara.”

Wang Tong ragu-ragu dan bertanya, “Bila aku menyetujui perjanjian ini, apakah kau akan

percaya 100% kepadaku?”

“Tidak.”

Wang Tong tertawa kecut dan berkata, ”Sekarang kau setuju, nanti tidak setuju, bukankah

akhirnya aku harus mati juga?”

Kata Wang Tong lagi, “Kalau kau tidak percaya kepadaku, percuma kita berbicara panjang

lebar.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau bisa cari cara supaya aku percaya kepadamu.”

Kata Wang Tong, “Aku tidak dapat memikirkan cara itu”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku bantu kau memikirkannya”

“Coba kau katakan!”

“Di sini sangat sempit, tapi jika aku memiringkan badan ke pinggir kau bisa membuka bajumu.”

Kata Xiao Shao Ying lagi sambil tertawa, “Tenang saja kau bukan perempuan, aku juga tidak

mempunyai penyakit aneh. Kau boleh tenang aku tidak akan memperkosamu.”

Wajah Wang Tong merah, dia tidak bisa mengeluarkan suara

Kata Xiao Shao Ying, “Aku hanya ingin kau membuka baju pelindung khususmu itu.

Membiarkanku memakainya, dengan demikian sampai waktunya jika kau membatalkan perjanjian

ini, paling sedikit aku mempunyai kesempatan untuk melarikan diri”

Wang Tong tertawa dingin dan berkata, “Mimpi kau!”

Dia menutup mulut menolak untuk bicara lagi. Dari sini dapat diketahui bahwa dia sangat peduli

terhadap baju pelindungnya.

Kereta kuda sudah berhenti.

Mereka sudah sampai di tanah pekuburan, dan dari dalam mereka dapat mendengar orang

sedang mengali kubur.

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Kelihatannya kita sebentar lagi akan dikubur”

Kata Wang Tong dengan ketus, “O1eh karena itu lebih baik kau tutup mulutmu!”

Kata Xiao Shao Ying, “Sekarang aku ingin menanyakan pertanyaan terakhir.”

 

Kata Wang Tong, “Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?”

Tanya Xiao Shao Ying, “Seumur hidup kau sudah membunuh berapa orang?”

Wang Tong Ragu-ragu tapi dia tetap menjawab, “Tidak banyak tapi juga tidak sedikit.”

“Kau berkelana di dunia persilatan paling sedikit sudah 20 tahun, bila setiap bulan kau

membunuh satu orang sekarang jumlahnya paling tidak ada 240 orang.”

“Kira-kira jumlahnya seperti yang kau sebutkan tadi”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Kelihatannya lebih baik aku yang mati terlebih

dulu”

“Apa sebabnya?”

“Orang yang sudah kau bunuh jumlahnya kira-kira 240 orang, roh mereka tidak akan tenang,

mungkin sekarang sedang menunggu di tengah jalan menuju neraka, mungkin mereka ingin

membuat perhitungan denganmu.”

Wang Tong gemetaran.

Kata Xiao Shao Ying, “Kau adalah seorang pembunuh, tapi apakah setelah kau mati kau bisa

menjadi setan pembunuh yang dapat membunuh setan lainnya? Lebih baik aku mati dulu daripada

aku bersamamu dikejar-kejar roh-roh orang yang kau bunuh.”

Nafas Wang Tong mulai tidak teratur, wajah orang-orang yang telah dia bunuh, satu demi satu

tampak dalam kegelapan.

Dia tidak berani berpikir lagi, tapi dia sepertinya terpikirkan terus.

Terdengar suara ‘PING’

Ternyata peti mati itu sudah dilemparkan ke dalam liang lahat.

Kata Xiao Shao Ying, “Aku pergi dulu, kau pelan-pelan baru menyusulku.”

Xiao Shao Ying sudah mengangkat tangannya sendiri, siap untuk bunuh diri.

Tiba-tiba Wang Tong menarik tangannya dan berkata, “…KAU!….”

Kata Wang Tong, “Kau suruh aku lakukan apa?”

Xiao Shao Ying sudah merasakan tangannya berkeringat, dengan santai Xiao Shao Ying

berkata, “Apakah harus aku menunggumu membuka baju?”

Bab IV

Integrasi

Baju pelindung Wang Tong terbuat dari tembaga yang jarang ada. Tembaga itu dibuat menjadi

serat-serat tipis, kemudian dianyam menjadi sebuah baju.

Sekarang baju pelindung itu sudah dikenakan oleh Xiao Shao Ying. walaupun di dalam peti

terasa sangat panas dia tetap merasa senang, dengan tertawa dia berkata, “Baju ini adalah

barang yang harganya bisa membeli sebuah kota, pantas saja kau tidak mau melepnakannya.”

Wang Tong hanya terdiam, seperti tidak mendengar perkataan Xiao Shao Ying.

Nyonya bos sedang menuangkan arak untuknya dan berkata, “Walaupun baju pelindung itu

sangat berharga, tapi nyawa sendiri masih lebih berharga, benar tidak?”

Arak yang baru dituang langsung diminum oleh Wang Tong, sepertinya dia ingin segera mabuk.

 

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Mabuk kiranya bisa menghilangkan

semua rasa pusing, enggan melakukan apa pun. Sekali kau mabuk, kau bisa seperti diriku menjadi

setan mabuk”

Nyonya bos itu tertawa dan berkata, “Di dalam peti mati perjanjian sudah dilakukan dengan

baik, kalian harus merayakannya dengan minum arak yang banyak.”

Tiba-tiba Wang Tong bertanya, “Apakah kau tahu siapa aku?”

“Aku sudah dengar dari Xiao Shao Ying.”

Tanya Wang Tong Lagi, “Apakah kau tahu tentang Tian Xiang Tang?”

“Ya, tentu saja.”

Tanya Wang Tong, “Cara Tian Xiang Tang dalam menghabisi musuh apakah kau juga sudah

tahu?”

“Aku tahu!”

Tanya Wang Tong, “Bila kau sudah tahu mengapa kau tetap mau membantunya menjebakku?”

Jawab nyonya bos, “Orang ini sudah berhutang uang arak kepadaku sebanyak 1000 tail, bila

aku tidak membantunya, entah kapan hutang ini dapat dibayar. Apalagi…”

Wang Tong meneruskan kata-kata nyonya bos, “Apalagi kau sudah menemani dia tidur”

Wajah nyonya bos memerah dan dia menarik nafas, “Sebenarnya aku tidak menginginkannya,

tetapi…tenaganya lebih besar daripada aku.”

Wang Tong memandang nyonya bos kemudian ke arah Xiao Shao Ying, tiba-tiba dia tertawa

terbahak-bahak.

Tapi Xiao Shao Ying hanya diam terpaku.

Tidak disangka ternyata orang ini bisa tertawa juga apalagi sampai terbahak-bahak seperti itu.

Wang Tong berkata, “Kau benar-benar kekurangan uang dan benar-benar sangat mahir

mempermainkan perempuan.”

Xiao Shao Ying berkata, “Kata-kataku sesuai dengan keadaan yang terjadi.”

Kata Wang Tong, “Ketua Ge Ting Xiang pasti akan menyukai orang seperti dirimu.”

Xiao Shao Ying sangat senang dan bertanya, “Apakah itu benar?”

Wang Tong mengangguk dan menjawab, “Sebab Ge Ting Xiang adalah seorang yang sangat

menyukai arak dan perempuan.”

Begitu arak dituangkan ke dalam cawan dia langsung mengambilnya, tampaknya Wang Tong

sudah mulai mabuk.

Xiao Shao Ying bertanya, “Apakah Tuan Ge Ting Xiang juga sering minum?”

“Setiap kali dia pasti minum arak dan tidak pernah berhenti minum arak. Jika sedang minum

tidak seorang pun boleh pergi meninggalkan tempat sebelum subuh”

Xiao Shao Ying mengerjap-ngerjapkan matanya dan berkata, ”Sekarang belum subuh”

Malam sudah larut, jarak dari kuburan ke kedai arak bukan jarak yang terlalu jauh maupun

terlalu dekat.

Tiba-tiba Wang Tong menepuk meja dan berkata, ”Sekarang dia pasti sedang minum, aku akan

membawamu menemuinya di sana.”

Mata Xiao Shao Ying bercahaya dan bertanya, “Apakah kau tahu dia berada di kota ini?”

“Aku tidak tahu, siapa yang tahu?”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah kita akan pergi sekarang?”

 

“Ya, kita pergi sekarang.”

Begitu mengucapkan kata pergi mereka benar-benar pergi, berjalan dengan sangat cepat.

Nyonya bos yang melihat mereka dari loteng menarik nafas dan berkata, “Di antara mereka

siapa sebenarnya yang benar-benar mabuk?”

Dia sendiri sudah minum arak dan berkata, “Mungkin mereka tidak mabuk, yang mabuk itu

adalah aku sendiri”

Ge Ting Xiang memang masih minum arak.

Dia minum arak dengan sangat perlahan, tapi jarang berhenti, secawan demi secawan dia asyik

minum arak.

Yang memegang arak untuknya tentu saja Gu Yu Ning, dia juga minum arak tapi sedikit-sedikit.

Apa yang dikerjakan oleh Ge Ting Xiang, Gu Yu Ning selalu me nemaninya. Sekarang Gu Yu

Ning sudah seperti bayangan Ge Ting Xiang.

Arak sudah habis sebanyak dua poci, tapi Ge Ting Xiang malah mengerutkan dahinya.

Gu Yu Ning melihatnya dengan perlahan dia bertanya, “Apakah kau masih memikirkan Yang

Ling dan Wang Rui?”

Dengan marah Ge Ting Xiang mengenggam cangkir dan berkata “Aku tidak mengerti, mencari 2

orang yang sudah cacat dengan mengerahkan anak buah sebanyak 40-50 orang, tetap tidak dapat

menangkap mereka. Dalam waktu 1 minggu ini pun tidak ada kabar sedikit pun.”

Kata Gu Yu Ning, “Aku juga tidak mengerti, mengapa pada waktu itu mereka bisa meloloskan

diri?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Ini semua sesuai rencanaku”

Tanya Gu Yu Ning dengan tidak percaya, “Jadi kau sengaja melepaskan mereka?”

Ge Ting Xiang mengangguk.

“Karena apa?”

“Karena aku sedang ingin mencari tahu tentang suatu hal.”

“Apakah itu?”

“Aku ingin tahu, apakah masih ada kaki tangan Shuang Huan Men yang berani

menyembunyikan mereka.”

“Karena itu kau membiarkan mereka melarikan diri, lalu kau melihat kemana mereka melarian

diri”

Wajah Ge Ting Xiang sudah mulai memerah karena marah dan berkata “Dua orang yang sudah

cacat tidak dapat diketemukan dan juga tidak bisa ditangkap, apakah nantinya Tian Xiang Tang

bisa melakukan hal besar lainnya?”

Terdengar suara barang pecah, ternyata itu adalah cawan arak yang dipegang Ge Ting Xiang.

Gu Yu Ning dengan lembut memegangi tangannya dan berkata, “Hanya 2 orang cacat tidak

akan terjadi suatu hal yang serius. Kau tidak perlu sampai harus marah-marah seperti ini.”

Kata Ge Ting Xiang, “Jika ingin membasmi rumput harus sampai ke akar-akarnya. Jika mereka

tidak mati, mereka akan menjadi biang masalah.”

Kata Gu Yu Ning, “Dengan cara apa pun Wang Tong pasti bisa menemukan Xiao Shao Ying.”

Kata Ge Ting Xiang,”Hanya Wang Tong saja yang bisa mengerjakan tugasnya dengan baik “

Tanya Gu Yu Ning, “Apakah dia sudah lama ikut denganmu?”

 

“Benar.”

Tanya Gu Yu Ning lagi, “Apakah dia bisa dipercaya?”

“Tentu saja!”

Kata Gu Yu Ning, “Aku pikir orang seperti Wang Tong tentu banyak di dunia persilatan ini.”

Kata Ge Ting Xiang, “Walaupun ada tapi tetap sulit dicari.”

Kata Gu Yu Ning, “Kita mencari 2 orang itu pelan-pelan. Shuang Huan Men sekarang sudah

hancur, tentu di daerah ini tidak ada orang yang berani sembarangan bergerak. Kita tidak perlu

terburu-buru.”

Gu Yu Ning mengganti cangkir yang pecah tadi dan menuangkan arak ke dalamnya.

Ge Ting Xiang memegang cangkir itu dan berpikir kemudian berkata, “Jika saja ada anak

buahku ada 2 atau 3 orang seperti Wang Tong, tentu kekuasanku akan semakin besar.”

Gu Yu Ning melihatnya, matanya yang tenang tampak lebih berkilauan.

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kau tahu di dunia persilatan ada perkumpulan bernama Qing

Long Bang?”

Jawab Gu Yu Ning, “Sepertinya aku pernah mendengarnya.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kau pernah mendengar tentang hal apa?”

Jawab Gu Yu Ning, “Qing Long Bang adalah suatu perkumpulan rahasia yang terkuat,

cabangnya ada di mana-mana”

Kata Ge Ting Xiang, “Cabang-cabang yang dipimpin oleh Qing Long Bang jumlahnya ada 360

tempat. Di kota-kota besar sudah pasti berada di dalam kekuasannya”

Gu Yu Ning menghembuskan nafas dan berkata, “Pantas saja. Orang-orang yang mendengar

nama Qing Long Bang, akan merasa kaget dan ketakutan.”

Ge Ting Xiang berkata dengan dingin, “Kejayaan Qing Long Hang adalah hasil dari usaha

mereka sendiri. Mengapa Tian Xiang Tang tidak dapat melakukannya?”

Dia menghabiskan arak dan menggebrak meja, dia menarik mulut dan berkata, “Hanya

sayang… sayang di dalam Tian Xiang Tang kurang orang seperti seekor macan atau pun naga.”

Gu Yu Ning memegang erat tangan Ge Ting Xiang dan berkata, “Aku percaya kau pasti bisa

mencapai cita-citamu, kau bisa merencanakan sesuatu, kau pasti bisa mempunyai cara untuk

memanfaatkan orang.”

Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Benar! benar sekali! Jika kau terus ikut

denganku suatu hari nanti akan tiba hal seperti itu.”

Tiba-tiba suaranya terhenti dan dia membentak,

“Siapa di luar!”

“Ge Xin.”

“Ada apa?”

“Wang Tong ingin menghadap.”

Ge Ting Xiang berdiri dengan senang lalu dia bertanya, “Apakah Wang Tong sudah kembali?”

“Dia berada di luar pintu.”

“Cepat suruh dia masuk!”

Beranda berada di depan pintu, meskipun sudah dipasang lampu tapi tetap terlihat gelap, pintu

diukir dengan ukiran bunga, ter lihat kuat dan kokoh.

 

Seseorang berdiri di depan pintu, wajahnya gelap dan kelihatan lelah.

Orang itu terlihat seperti orang yang jujur

Di dalam ruang rahasia Tian Xiang Tang, ada seseorang yang kelihatan jujur dan lelah. Hal ini

membuat Xiao Shao Ying tidak menemukannya.

Dia sedang bersandar ke pagar, sedang menunggu Wang Tong. Wang 1 Tong sudah masuk ke

dalam ruang rahasia.

Begitu pintu rahasia itu dibuka, langsung tercium wanginya arak dan terlihat bayangan ramping

seorang perempuan.

Xiao Shao Ying tertawa, “Benar-benar tukang minum dan senang main perempuan”

Ada berapa orang pendekar dari jaman dulu hingga sekarang ini yang tidak senang dengan

arak dan perempuan? Tapi yang sangat disayangkan, kebanyakan yang menyukai arak dan

perempuan bukanlah seorang pendekar.

Walaupun orang yang terlihat jujur itu sedang menundukkan kepala, tapi dari sudut matanya

dia melihat seorang pemuda yang memakai baju compang-camping seperti seorang pemalas dan

orang yang senang tertawa

Xiao Shao Ying juga melihatnya dan dia bertanya, “Margamu apa?”

Orang Itu menjawab, “Margaku Ge, bernama Xin”

Xiao Shao Ying bertanya lagi, “Apakah di sini semua pelayan bermarga Ge?”

Orang itu menjawab, “Benar.”

Xiao Shao Ying bertanya lagi, “Apakah hanya orang-orang bermarga Ge baru bisa menjadi

seorang pelayan di sini?”

Jawab orang itu, “Tidak juga, bila mau mengubah marga tentu dapat menjadi pelayan di sini”

Orang ini sangat jujur dan selalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Xiao Shao Ying, dan

jawabannya sangat sempurna.

Xiao Shao Ying tertawa lagi.

Dia benar-benar senang tertawa. Pantas atau tidak pantas dia pasti akan tertawa.

Walaupun dia miskin dan tidak mempunyai uang sedikit pun, tapi ketika dia tertawa, sepertinya

dia memiliki semua harta di dunia ini.

Terhadap orang yang seperti ini Ge Xin pun merasa anen, tiba-tiba dia pun bertanya,

“Margamu apa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Margaku Xiao, bernama Shao Ying.”

Ge Xin bertanya lagi,” Apakah kau ingin menjadi pelayan disini?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Ya, benar.”

Tanya Ge Xin, “Apakah kau juga mau berganti marga?”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Aku tidak ingin jadi pelayan di sini.”

Tanya Ge Xin, “Jadi, kau ingin bekerja sebagai apa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Katanya di perkumpulan ini, posisi untuk ketua cabang sedang kosong.”

Ge Xin sekarang ikut tertawa. Cara tertawanya sangat janggal karena dia jarang tertawa.

Tapi Ge Xin merasa Xiao Shao Ying lebih lucu lagi dibandingkan dia.

Pemuda ini baru datang tiba-tiba ingin menjadi ketua cabang.

 

Ge Xin belum selesai dengan tawanya, tiba-tiba dari dalam ruangan sudah terdengar suara Ge

Ting Xiang,

“Ge Xin.”

“Ya, Ketua.”

“Suruh orang itu masuk.”

Pintu ruangan itu dibuka untuk Xiao Shao Ying.

Di depan Ge Ting Xiang, Wang Tong sudah bercerita tentang apa? Bagaimana sikap Ge Ting

Xiang menghadapinya?

Xiao Shao Ying tidak mau tahu tentang semua itu.

Dia sangat percaya diri.

Dadanya dibusungkan dan berjalan masuk ke dalam ruangan, sebelum dia memasuki ruangan

itu, dia berbisik pada Ge Xin, “Setelah aku keluar nanti, aku sudah menjadi ketua cabang, oleh

karena itu mulailah berpikir dengan cara apa kau harus menjilat aku.”

Kali ini Ge Xin tidak tertawa. Dia melihat Xiao Shao Ying masuk ke dalam ruangan, dia seperti

melihat orang gila yang sedang masuk ke dalam kuburan yang dia gali sendiri.

Baju yang dipakai Xiao Shao Ying sebenarnya masih baru, kualitasnya pun nomor satu,

potongan bajunya bagus, dijahit khusus dengan rapi, tapi baju yang dipakainya sangat bau dan

kotor, dibeberapa tempat tampak sudah berlubang. Di saku bajunya pasti tidak ada isinya, seperti

kelapa yang airnya sudah tersedot hingga habis.

Tapi sewaktu dia menghadap Ge Ting Xiang langkahnya seperti seorang jendral yang kembali

ke istana setelah berperang di medan pertempuran dan pulang dengan membawa kemenangan.

Ge Ting Xiang memandangnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, setelah melihat sebanyak

3 kali tiba-tiba dia bertanya, “Berapa harga baju yang kau pakai itu?”

Kata-kata yang pertama kali dikeluarkan dari mulut Ge Ting Xiang adalah pertanyaan tentang

harga bajunya, benar-benar di luar dugaan.

Tapi Xiao Shao Ying tidak merasa aneh, dia segera menjawab, “50 tail, sudah termasuk dengan

ongkos jahit”

Kata Ge Ting Xiang, “Sepertinya itu tidak sebanding.”

Kata Xiao Shao Ying,”Aku bukan seorang yang pelit”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kau tahu bahwa dengan uang 50 tail, kau bisa menghidupi 8

orang untuk biaya makan mereka selama 2 hingga 3 bulan?”

“Aku tidak tahu.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Mengapa kau tidak tahu?”

“Karena aku belum pernah membeli beras dan minyak.”

Tanya Ge Ting Xiang lagi, “Sudah berapa lama kau memakai baju itu?”

“Baru 3 hari”

Ge Ting Xiang melihat noda tanah, bercak tumpahan arak, dan lubang yang berada di bajunya,

dia berkata, “Jika kau memakai baju itu, kau harus lebih berhati-hati pada waktu minum arak”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku tidak siap memakai baju ini untuk melewati hari raya Imlek”

Tanya Ge Ting Xiang “Biasanya kau memakai baju untuk berapa lama?”

“3 hari”

 

Tanya Ge Ting Xiang, “Hanya 3 hari?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku memakai baju apa pun dalam waktu 3 hari.”

Kata Ge Ting Xiang, “Baju jika sudah kotor bisa dicuci”

“Baju yang sudah aku cuci tidak akan kupakai lagi”

Gu Yu Niang tertawa

Xiao Shao Ying juga tertawa dan matanya selalu melihat ke arah Gu Yu Niang.

Ge Ting Xiang sepertinya tidak melihatnya, wajahnya tidak marah, di dalam matanya masih ada

sorot yang sedang tertawa.

Dia bertanya lagi, “Dalam waktu satu bulan berapa banyak uang yang kau habiskan?”

“Ada berapa ya dipakai hingga habis”

Tanya Ge Ting Xiang, “Bagaiman jika tidak ada uang?”

“Bila tidak ada, aku pinjam, tapi jika tidak ada juga, terpaksa aku berhutang.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah ada orang yang mau meminjamkan uang kepadamu?”

“Sedikit banyak tentu ada.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Siapakah mereka itu?”

Jawab Xiao Shao Ying dengan jujur, “Kebanyakan perempuan-perempuan.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah nyonya bos Lao Hu Lou adalah salah satu di antaranya?”

Dia adalah seorang perempuan yang royal”

Xiao Shao Ying tersenyum, dari sudut matanya dia melihat Gu Yu Niang dan berkata, “Aku suka

perempuan yang royal”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah dia sering meminjamkan uang kepadamu, juga sering

bersekongkol denganmu untuk menipu orang?”

Orang-orang yang kami tipu tidak banyak.”

Kata Ge Ting Xiang, “Tapi kalian menipu Wang Tong dengan cara yang unik, memaksanya

melepas baju pelindungnya, dan memaksanya membawamu kemari.”

Xiao Shao Ying tampak terkejut dan berkata, “Tampaknya kau memahamiku dengan baik?”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kau tidak menyangka Wang Tong kan menceritakan semuanya

ini kepadaku?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Hal seperti hu sangat memalukan.”

Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata, “Dia tidak pernah berbohong kepadaku, mengenai segala

apa pun, karena itu dia bisa hidup sampai sekarang, hidup dengan sangat baik pula”

“Aku tahu, aku juga ingin hidup seperti dia.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Oleh karena itu kau ingin bertemu denganku?”

“Benar “

Tiba-tiba Ge Ting Xiang dengan wajah merah bertanya, “Kau datang untuk mencari

kesempatan untuk membalas dendam.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Pertanyaanmu sungguh sangat istimewa. Aku kira

kau sudah tahu orang macam apa aku ini?”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah orang sepertimu tidak akan balas dendam untuk orang lain?”

 

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku paling senang hidup enak, mengapa aku harus mencari jalan untuk

melompat ke dalam kuali yang penuh dengan minyak panas.”

Kata Xiao Shao Ying lagi, “Apalagi aku tahu bahwa Wang Tong adalah asistenmu yang setia,

mengapa tidak kubunuh saja dia tadi?”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kau bisa membunuhnya?”

“Baju pelindungnya saja sudah kupakai, jika aku benar-benar ingin membunuhnya, dia tidak

akan bisa keluar dari peti mati hidup-hidup”

Dengan tertawa dingin Ge Ting Xiang bertanya, “Apakah kau yakin?”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying mengeluarkan suatu gerakan yang sangat cepat mengambil secawan

arak yang berada di depanya. Orang-orang hanya melihat cangkir arak sudah diletakkan kembali

ke atas meja, tapi arak yang ada di dalam gelas sudah tidak ada.

Ge Ting Xiang melihat semua itu dan mengangguk. Dia berkata, “Kau mengeluarkan gerakan

yang sangat cepat.”

“Jika aku minum arak tidak perlu lambat-lambat”

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata. “Hal yang paling cepat kau lakukan adalah menghabiskan

uang.”

Kata Xiao Shao Ying, “Karena itu pula aku datang kemari, di dunia ini perempuan yang royal

tidak banyak.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kau kira aku akan memberikan uang yang banyak kepadamu?”

“Kau pasti akan memberikannya, kau bukan orang pelit seperti Sheng Tian Ba.”

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Bocah tengik, pandanganmu memang tidak salah.”

Xiao Shao Ying hanya tersenyum dan berkata, “Bila orang yang ingin meminjam uang, tentu

tidak akan salah dalam menilai orang. Cara meminjam uang adalah ilmu khusus tidak

sembarangan orang bisa melakukannya.”

Tiba-tiba tawa Ge Ting Xiang berhenti dan berkata, “Tapi kau melupakan satu hal.”

“Apakah itu?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Katanya kau besedia memberikan 2 hadiah khusus yang akan kau

berikan kepadaku”

Xiao Shao Ying berkata, “Kau juga jangan melupakan satu kalimat ini.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kalimat apa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Li Shang Wang Lai (artinya hadiah diterima tapi harus harus dibalikkan,

jika tidak demikian bukan disebut hadiah, timbal balik)”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau adalah seorang ketua, kalau bertemu dengan yang lebih muda, kau

tentu harus memberikan hadiah karena kita baru saja pertama kali bertemu.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kau menginginkan apa?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Dalam 2 tahun ini aku sudah berhutang pada orang sebanyak 30.000

hingga 40.000 tail perak.”

“Akan kubantu kau melunasinya.”

Kata Xiao Shao Ying, “Jika hutang sudah lunas, uang di sakuku masih tetap kosong, rasanya

tidak enak.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kau menginginkan berapa lagi?”

“Seorang laki-laki jika di dalam sakunya ada uang sebanyak 1000 hingga 5.000 tail perak, bila

keluar rumah baru bisa dengan kepala diangkat.”

 

Kata Ge Ting Xiang, “Perutmu besar juga.”

“Seorang laki-laki bila ingin terkenal tidak cukup hanya dengan uang saja “

Tanya Ge Ting Xiang, “Itu semua masih tidak cukup?”

“Kecuali uang harus ada kekuasaan”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apa yang kau inginkan? Ingin menjadi gubernur atau ingin menjadi

perdana menteri?”

“Di mataku kedudukan 10 orang gubernur tidak akan bisa menyamai kedudukan seorang ketua

cabang.”

Kata Ge Ting Xiang dengan tertawa dingin, “Perutmu benar-benar besar”

“Aku kebetulan tahu bahwa ada beberapa kursi ketua cabang yang masih kosong.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kau masih mengetahui apa lagi?”

“Aku masih tahu seseorang bila belum terkenal tidak akan menjual dirinya sendiri dan juga

tidak akan menjual teman sendiri”

Dengan marah Ge Ting Xiang bertanya, “Apakah Yang Ling dan Wang Rui adalah temantemanmu?”

Dengan santai Xiao Shao Ying berkata, “Karena aku adalah teman mereka, maka aku tahu di

mana mereka sekarang, aku bisa menghantarkan kepala mereka kepadamu, sedangkan kau tidak

akan bisa”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah Wang Tong juga menganggap kau sebagai teman sehingga baru

bisa kau tipu masuk ke dalam peti?”

“Benar”

Xiao Shao Ying tertawa dengan santai dan berkata, “Kadang-kadang teman bisa lebih

menakutkan daripada musuh. Aku selalu mengingat pepatah ini.”

Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Bagus, bagus, perkataanmu memang

bagus, dengan kata-kata ini kau sudah pantas seorang ketua cabang.”

Tapi sekarang aku masih belum menjadi ketua cabang?”

“Sekarang pun kau sudah menjadi ketua cabang.”

Xiao Shao Ying sangat gembira dan dia berkata, “Bila aku mendengar kabar baik, aku selalu

ingin minum arak.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kabar ini kurang cukup baik?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Dengan berita ini, aku pantas minum sebanyak 350 cawan arak “

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Baiklah, bawa cawan yang besar, lihat dia bisa minum

berapa banyak?”

Gu Yu Niang dengan tangannya yang putih dan mulus secara gemulai menyiapkan arak untuk

Xiao Shao Ying.

“Silahkan.”

Xiao Shao Ying menerima cawan itu dan langsung meminumnya, secawan demi secawan, tapi

matanya terus mengawasi Gu Yu Niang seperti seekor nyamuk yang mencium bau darah.

Ge Ting Xiang melihat Xiao Shao Ying, akhirnya Ge Ting Xiang terpaksa bertanya, “Orang yang

kau lihat terus itu, apakah kau tahu?”

“Aku hanya tahu perempuan ini sangat pantas untuk dilihat”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah hanya untuk dilihat saja?”

 

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku masih ingin…”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang memotong kata-katanya berkata, “Jika kau ingin juga sebaiknya jangan

terlalu jauh memikirkannya.”

Xiao Shao Ying balik bertanya,

“Mengapa?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Karena aku yang mengatakannya sendiri”

Wajahnya berkerut dan dengan serius dia berkata, “Sekarang kau sudah menjadi ketua cabang

Tian Xiang Tang, apa pun yang kuperintahkan kau hanya dengar dan langsung melaksanakan

perintahku, tidak boleh ada pertanyaan.”

“Baik, aku mengerti.”

Kata Ge Ting Xiang, “Aku tahu kau adalah seorang yang pengertian.”

Tiba-tiba dari dalam laci Ge Ting Xiang mengeluarkan setumpuk uang dan berkata, “Ini uang

50.000 tail perak, kecuali untuk membayar hutang, sisanya bisa kau pakai untuk keperluanmu

selama beberapa hari”

Xiao Shao Ying tidak menerimanya.

Kata Ge Ting Xiang, “Sekarang kau boleh ambil. Aku tahu setelah minum arak kau pasti ingin

main perempuan.”

Xiao Shao Ying tertawa kecut dan berkata, “Aku tahu kau adalah orang yang pengertian, hanya

sayang…”

“Sayang apa?”

“Sayang, itu belum cukup “

Kata Ge Ting Xiang, “Tadi kau minta dengan jumlah sebesar itu”

Kata Xiao Shao Ying, “Tadi aku meminta pada waktu aku masih miskin jadi aku hanya minta

sebanyak itu “

Tanya Ge Ting Xiang, “Bagaimana dengan sekarang?”

“Sekarang aku adalah seorang ketua cabang Tian Xiang Tang, ke dudukanku sudah tidak sama

lagi, aku harus meminta lebih.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata lagi, “Sudah menjadi ketua cabang, keluar tidak membawa

uang, Ketua sendiri juga yang akan malu.”

Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak, “Bocah, aku akan memberikan uang kepadamu sampai

kau merasa puas!”

Benar, Ge Ting Xiang langsung mengeluarkan uang lagi dari dalam lacinya, sebanyak 50.000

Xiao Shao Ying tidak melihat, langsung memasukkan uang itu ke dalam sepatu botnya.

Tiba-tiba Gu Yu Niang bertanya, “Sudah berapa lama kau tak mencuci kaki?”

“3 Hari.”

Tanya Gu Yu Niang lagi, “Uang yang dimasukkan ke dalam sepatu, apakah kau tidak takut akan

bau?”

Xiao Shao Ying tertawa dan menjawab, “Meskipun uang itu bau tetap akan ada orang yang

menginginkannya.”

Gu Yu Niang juga tertawa. Dia adalah seorang perempuan yang cantik, ketika dia tertawa dia

bertambah cantik.

 

Sewaktu Gu Yu Niang tertawa, laki-laki yang tidak ingin memandangnya, bisa dihitung dengan

Tapi kali ini Xiao Shao Ying tidak memandangnya.

Ge Ting Xiang merasa puas, ekspresinya penuh dengan kepuasan, tiba-tiba dia bertanya,

“Kapan kau akan mengantarkan hadiah yang kaujanjikan?”

“3 hari lagi.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah cukup hanya dengan 3 hari?”

“Aku tidak pernah melakukan sesuatu hal yang tidak aku yakini”

Ge Ting Xiang tersenyum dan berkata, “Baiklah, aku tunggu tiga hari lagi.”

“Pada hari ke 3 jam 1 malam. Aku akan mengantarkan hadiah untukmu”

Tanya Ge Ting Xiang, “Jam 1 malam tepat?”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “Aku juga mempunyai satu syarat.”

“Apakah itu?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Dalam waktu 3 hari ini aku minta kebebasan, jangan ada yang

mengikutiku, jika tidak…”

Tanya Ge Ting Xiang, “Jika tidak kau akan melakukan apa…”

“Aku tidak jamin jika hadiah itu bisa melarikan diri dan jangan salahkan semuanya ini kepadaku

Akhirnya Ge Ting Xiang setuju dan berkata, “Aku harap kau adalah orang yang bisa menepati

janji.”

Dengan dingin Xiao Shao Ying berkata, “Kalau kau tidak percaya kepadaku, kau masih bisa

membunuhku, sekarang masih ada kesempatan”

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Aku tidak mau ketua cabangku orang yang sudah mati.”

Xiao Shao Ying juga tertawa

Kata Ge Ting Xiang, “Sekarang kau jangan pergi dulu, lebih baik kau istirahat terlebih dahulu,

dan mencari tempat untuk tidur, setelah segar baru kau mulai bekerja”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Di sakuku sudah ada uang sebanyak 100.000 tail, bila

belum dipakai rasanya tidak enak.”

Gu Yu Niang sudah membuka pintu dan berkata, “Selamat jalan, aku sudah menyuruh Ge Xin

membawa jalan untukmu.”

“Terima kasih,” kata Xiao Shao Ying.

Ge Ting Xiang tertawa dingin dan berkata, “Aku sudah memberikan uang sebanyak 100.000

dan menjadikanmu ketua cabang, kau tidak berterima kasih kepadaku, sedangkan kepada dia

yang hanya membukakan pintu, kau sudah berterima kasih?”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku sudah menjual diriku padamu untuk apa aku berterima kasih

kepadamu?”

Dia melangkah keluar. Di depan Ge Xin sudah menunggunya, Xiao Shao Ying menepuk

punggungnya dan berkata, “Kau sudah boleh mulai menjilatku.”

Bab V

Rencana Rahasia

Sore hari, Xiao Shao Ying tidak tidur tapi dia mabuk. Kali ini dia benar-benar sudah mabuk.

 

Di rumah bordil, sudah ada beberapa pelacur yang dipesan dan mereka sedang menunggunya.

Tapi dia secara sembunyi-sembunyi telah keluar dan tempat itu dengan badan sempoyongan

dia berjalan. Melirik kesini dan melirik kesana, dia menghabiskan uang sebanyak 500 tail perak,

untuk membeli semangka seharga hanya beberapa sen perak, kemudian dia membuangnya ke

dalam parit.

Sekarang dia mulai mencium bau arak, dengan tubuh sempoyongan dia masuk ke rumah

makan itu lagi.

Rumah makan itu meskipun ramai, tapi masih ada beberapa meja dan kursi yang kosong.

Dia tidak duduk, sengaja dia masuk ke ruang VIP. Hari ini Tuan Tang sedang mengadakan

undangan, yang diundang adalah ketua kantor Biao, yaitu Tuan Niu. Undangan dilangsungkan di

tempat VIP.

Pelayan-pelayan mengira Xiao Shao Ying adalah tamu yang diundang oleh Tuan Pang, mereka

tidak melarangnya masuk. Tamu-tamu tuan Pang tidak ada seorang pun yang berani melakukan

Tuan Niu sudah datang, dia membawa beberapa orang pengawal. Setiap pengawalnya ditemani

oleh perempuan.

Sewaktu mereka sedang asyik minum, tiba-tiba Xiao Shao Ying masuk. Dia mengambil kuah

yang berada di atas meja, kemudian dia mencoba rasanya. Dengan tertawa dia berkata,

“Kuah ini tidak enak rasanya, aku gantikan dengan yang lain”

Dia membuang kuah yang berada di dalam mangkuk, lalu membuka celananya. Dia kencing ke

dalam mangkuk tadi.

Tamu-tamu perempuan berteriakan, tapi di antara mereka ada juga yang tertawa.

Tuan Pang dengan wajah yang marah bertanya,

“Siapakah bocah itu?”

Tidak ada yang tahu siapa bocah itu.

Tapi Xiao Shao Ying dengan tertawa berkata,

“Aku datang untuk mengerjai ibumu.”

Kata-kata itu belum habis, sudah banyak kepalan tangan memukulnya, memukul wajahnya.

Karena tubuhnya lemas, dia hanya bisa menahan beberapa kali pukulan langsung roboh dan

tidak bergerak lagi.

Orang-orang kantor Biao yang datang dari luar kota, ada yang membawa pisau, ada juga yang

sudah mengeluarkan pisau belati dari dalam sepatu bot mereka.

“Hancurkan wajahnya dulu kemudian kebiri dia. kita lihat, apakah dia masih berani kencing di

mana-mana!”

30% mabuk, 70% marah, membuat orang-orang kantor Biao yang selalu bergelimang dengan

darah selalu melakukan hal-hal yang menakutkan.

Tuan Pang sekali memerintah, sudah ada orang dengan pisaunya akan mulai merusak wajah

Xiao Shao Ying.

Tiba-tiba di belakang sekat ruangan ada sepasang tangan menarik tangan orang ini.

Kata Tuan Pang dengan marah,

“Siapa yang berani melarangku?”

Di luar sekat sudah ada orang yang melongokkan kepala dan berkata,

“Aku.”

 

Melihat orang ini, kemarahan Tuan Pang langsung reda, dan dia segera memasang wajah yang

berseri-seri. Ternyata dia adalah Kakak Kedua Ge.

Ge Er menunjuk ke arah Xiao Shao Ying yang terbaring di lantai dan bertanya,

“Tahukah kau siapa orang ini?”

Tuan Pang menggelengkah kepalanya.

Ge Er melambaikan tangan. Dia sudah mendekat, lalu berbisik.

Wajah Tuan Pang segera berubah, dengan terpaksa dia berkata, “Tuan ini senang berbaring di

sini, kami akan memindahkan dia ke tempat lain.”

Kalau dia berkata pergi, segera dia pergi. Tak lupa tamu-tamu juga ditarik keluar ruangan.

Ketua Niu masih marah dan berkata, “Bocah ini, siapakah sebenarnya? Mengapa kita harus

mengalah kepadanya?”

Tuan Pang diam-diam berbisik kepadanya. Wajah Ketua Niu langsung berubah, lebih cepat

berubah dibanding dengan reaksi Tuan Pang tadi.

Xiao Shao Ying masih seperti orang mati, terbaring di bawah, akan dibunuh, akan dibawa pergi,

dia sama sekali tidak tahu.

Kakak Ge Er melihatnya, kemudian menggelengkan kepala, dia juga ditarik oleh Tuan Pang

untuk minum.

Tiba-tiba Xiao Shao Ying membuka sebelah matanya, dari bawah sekat ruangan terlihat kaki

mereka, dia menarik nafas. Dia berbicara sendiri. “Ternyata tuan Xiang Tang sangat ditakuti oleh

orang-orang.”

Terdengar Kakak Ge Er berpesan kepada pelayan,

“Urus tuan yang terbaring di bawah itu, jika dia sudah sadar, apa pun yang dia inginkan,

berikan kepadanya. Baru nanti kau lapor kepadaku”

Akhirnya mereka turun.

Pelayan-pelayan sedang membicarakan hal ini.

“Si setan arak itu apa pekerjaannya? Mengapa dia berani berbuat tidak sopan terhadap tamutamu?”

“Katanya dia adalah ketua cabang Tian Xiang Tang yang baru”

“Pantas saja.”

Ada pelayan yang berkata, “Jika sudah menjadi ketua cabang Tian Xiang Tang, jangankan

kencing di mangkuk, kencing di mulut orang pun, orang itu harus mau menerimanya”

Xiao Shao Ying seperti sedang tertawa dingin, dia membuka jendela dan keluar menuju gang

sempit yang berada di belakang rumah makan itu.

Jika ada orang yang menguntit dia di belakang. Dia akan mengetahuinya.

Sekarang dia cepat bangun dari mabuk, sadar pun lebih cepat. Malam yang sepi.

Di atas gunung terlihat api setan yang berwarna hijau. Walaupun terlihat seram dan

menakutkan, tapi ada juga keindahan yang misterius yang terselubung.

Cahaya bintang lebih indah lagi, angin musim gugur bertiup melewati gunung ini.

Tapi sayang Wang Rui tidak bisa menikmati keindahan ini.

Dia sedang terbaring di dalam peti mati, makan daging sapi yang dingin sekeras batu. Jika tidak

terlalu penting, dia tidak akan keluar.

 

Dia adalah orang yang sangat berhati-hati.

Lukanya sudah mengering, tenaganya pun sudah pulih, tapi untuk membalas dendam sama

sekali belum ada harapan.

Kekuatan Tian Xiang Tang, sehari demi sehari semakin kuat.

Tadinya Shuang Huan Men seperti sebuah pohon besar. Tian Xiang Tang adalah tunas pohon

yang berada di bawah pohon besar itu. Matahari dan air semua diambil oleh pohon besar ini.

karena itu tunas ini tidak dapat tumbuh dengan sempurna.

Sekarang pohon besar ini sudah tumbang, di dunia ini sudah tidak ada hal yang bisa

menghalangi tunas itu untuk tumbuh besar.

Wang Rui menarik nafas, dan menelan daging yang dingin itu. Dia mengelus gelang yang

berada di balik bajunya Di atas gelang ada goresan.

Gelang Perasa.

Namanya Perasa, tapi dia yang paling tidak mempunyai perasaan. Gelang itu masih dingin,

masih begitu keras. Di dunia ini dia bisa berjaya atau tidak, tidak pernah peduli, tidak pernah

mengasihani juga tidak ada perasaan.

Tapi Wang Rui tetap mengelus sepasang gelang ini. Sepasang gelang itu pernah membuatnya

berjaya, juga pernah membuatnya hampir mati. Air mata sudah mulai menetes.

Terdengar ada yang mengetuk peti mati dari luar.

Wang Rui dengan erat memegangi sepasang gelang itu dan bertanya,

“Siapa?”

“Aku adalah tetanggamu, bernama Zhang Xiao Di. Aku datang karena ingin meminjam pisau

kecil untuk mengupas bambu. Bambu itu akan kubuat kukusan. Setelah menjadi kukusan aku akan

mengukus bakpao untuk makanan kalian.”

“Xiao Shao Ying. Dia pasti sedang sangat mabuk.”

Wang Rui marah, dalam keadaan seperti ini, bocah itu masih sempat-sempatnya bercanda.

Yang datang memang memang Xiao Shao Ying, dia datang dengan mengenakan baju baru

yang terbuat dari sutra, tapi di bajunya banyak tanah yang menempel dan noda bekas arak,

wajahnya masih ada bekas luka yang baru mengering, dan kepalanya bengkak seperti habis

Xiao Shao Ying masih tetap tertawa dan tidak pernah serius, bau arak begitu menyengat

sepertinya bisa membuat orang langsung mati.

Wang Rui mengerutkan dahi, setiap kali dia melihat bocah itu dia pasti akan mengerutkan dahi.

Yang Ling juga berdiri dan bertanya, “Apakah di sekitar sini ada orang?”

“Bayangan setan pun tidak ada”

Yang Ling sedang duduk di atas peti mati, walaupun lukanya sudah mengering, dia berdiri

dengan sebelah kaki dengan sikap canggung dan tidak nyaman.

Xiao Shao Ying masih tertawa melihat mereka berdua dan berkata, “Kelihatannya kalian dalam

kondisi yang sangat baik, sepertinya nasib baik akan segera datang.”

Tanya Yang Ling,”Apakah kau sudah bertemu dengan Wang Tong?”

“Bukan aku yang mencari dia, tapi dia yang mencariku”

Mata Yang Ling berkilauan dan bertanya, “Apakah kau sudah berhadapan dengannya?”

“Ikan yang aku pancing harus besar, dia belum cukup besar.”

 

Dengan dingin Yang Ling berkata, “Jika ingin memancing ikan yang terlalu besar bisa-bisa kau

sendiri yang ditelan oleh ikan besar tersebut.”

Dengan santai Xiao Shao Ying berkata, “Aku tidak takut karena darahku sudah berubah menjadi

arak, tak ada ikan yang mau minum arak.”

Tiba-tiba Yang Ling tertawa dan berkata, “Tapi Ge Ting Xiang sangat suka minum arak dan dia

benar-benar sangat menyukainya.”

Tanya Wang Rui, “Apakah kau diikuti olehnya?”

“Sudah pernah diikuti dan sudah pernah minum bersama”

“Apakah dia tidak berhadapan langsung denganmu?”

“Aku masih hidup.”

Yang Ling segera bertanya lagi, “Mengapa dia tidak membunuhmu?”

“Karena dia juga sedang memancing ikan besar dan aku belum cukup besar.”

Kata Wang Rui, “Aku tahu, sebelum kita berdua mati dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.”

“Karena itu dia ingin memperalatku untuk memancing kalian berdua, tapi aku juga ingin

memperalat kalian untuk memancing dia, namun sampai sekarang belum tahu siapa yang akan

terpancing?”

Tanya Wang Rui, “Apakah kau sudah mempunyai cara untuk menghadapinya?”

“Ada sebuah cara.”

“Dengan cara lama?”

Wang Rui tidak jelas dan bertanya, “Cara lama seperti apa?” “Cara yang biasa dipakai oleh Jing

“Wajah Wang Rui segera berubah dan bertanya, “Kau akan meminjam kepala kami berdua?”

“Benar “

Wajah Yang Ling pun ikut berubah, dengan dingin dia berkata, “Bagaimana kami tahu kau

meminjam kepala kami bukan sebagai batu loncatan supaya bisa masuk ke dalam Tian Xiang

Tang?”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah aku mirip seseorang yang akan menjual teman untuk mendapat

kemuliaan?”

“Sangat mirip.”

Yang Ling tertawa dingin dan bekata, “Jika kau tidak bersengkongkol dengan Ge Ting Xiang

mana mungkin kau dapat dilepaskan begitu saja olehnya?”

Xiao Shao Ying menghela nafas dan bertanya, “Kalau begitu kalian tidak akan

meminjamkannya?”

Jawab Yang Ling, “Kepalaku hanya ada satu dan aku tidak akan memberikan pada orang yang

akan menjual teman untuk mendapat kemuliaan.”

Xiao Shao Ying tertawa kecut dan berkata, “Ingin meminjam tidak diberi, terpaksa aku harus

merebut, jika tidak bisa juga terpaksa aku harus merebutnya secara langsung.”

Tanya Yang Ling, “Kau datang kemari untuk merebutnya?”

Bersamaan dengan bentakannya dia sudah melakukan suatu gerakan.

Walaupun hanya menggunakan sebelah kaki saja, namun gerakannya masih selincah seekor

 

Yang Ling adalah seorang perampok yang terkenal di Long Xi, jika dia tidak kejam, ganas, dan

tidak takut mati mana mungkin dia bisa bertahan selama 10 tahun.

Terdengar gelang-gelang Wang Rui sudah mulai mengeluarkan aksinya.

Semua orang hanya memiliki sebuah kepala saja, tidak ada yang mau tanpa sebab memberi

pinjam kepada orang lain.

Mereka berdua secara bersamaan mengeluarkan suatu gerakan menyerang. Dari kedua arah

yaitu kiri dan kanan, yang satu dengan gerakan kejam yang satunya dengan kekuatan yang

sangat besar. Orang yang bisa menghindari serangan ini di daerah Xi Bei tidaklah banyak.

Tapi Xiao Shao Ying dapat menghindarinya.

Dia seperti mabuk mungkin setengah mabuk dan keadaannya seperti sudah akan ambruk, tapi

dengan baik dia masih bisa berdiri dengan baik.

Biarpun mereka satu perguruan namun sudah beberapa tahun tidak bertemu dan tidak

mengetahui kemajuan ilmu mereka masing-masing.

Apalagi Wang Rui, dia datang dari Shao Lin, dia tidak pernah memandang sebelah mata

terhadap ilmu saudara-saudara seperguruan selain kakak seperguruan tertuanya.

Sampai saat ini dia baru menyadari dia telah salah menilai orang.

Biarpun Yang Ling hanya mempunyai sebelah kaki dan masih harus dibantu dengan tongkat,

tapi setiap kali mengeluarkan sebuah serangan, gerakannya sangat mantap dan efektif,

pengalaman bertarungnya jauh melampaui Wang Rui.

Xiao Shao Ying menghindari serangan-serangan ini dengan gerakan yang ringan. Hal ini lebih

tidak disangka oleh Wang Rui.

Hanya dalam sekejap mereka bertarung sudah melewati 10 jurus.

Tiba-tiba Wang Rui melemparkan gelang besinya dan dengan sebelah tangannya dia

menggunakan ilmu dari Shao Lin, yaitu Fu Hu Luo Hau Quan.

Sejak kecil dia sudah masuk kuil Shao Lin dan ilmu ini sudah dia latih selama 15 tahun. Dia

lebih memahami ilmu ini dibandingkan dengan Gelang Perasa yang dia miliki. Setelah jurus ini

dikeluarkan tenaga yang dikeluarkan mampu menaklukan naga dan harimau.

Seperti tidak mau kalah, Yang Ling pun mengunakan tongkat kayu dia jadikan seperti besi,

dengan tangan kirinya dia mengeluarkan jurus cakar elangnya.

Di dalam perguruan Shuang Huan Men dia memiliki ilmu yang paling banyak dan bervariasi.

Tapi Xiao Shao Ying sama sekali tidak membalas, tiba-tiba dia menjungkir-balikkan badannya di

udara, dia sudah mundur beberapa meter jauhnya dan sambil bertepuk tangan dia berkata,

“Bagus sekali, ilmu silat yang sangat lihai”

Yang Ling tertawa dingin, dia sepertinya ingin mengejar Xiao Shao Ying namun Wang Rui

melarangnya,

“Tunggu sebentar!”

Tanya Yang Ling dengan marah, “Mau tunggu apa lagi? Mau tunggu dia mengambil kepala

kita?”

“Dari tadi dia hanya menghindar saja sama sekali tidak pernah menyerang.”

Yang Ling tertawa dingin, “Dia mana bisa menyerang?”

“Dia juga tidak memanggil orang-orang Tian Xiang Tang untuk membantunya, karena itu…”

Kata Yang Ling melanjutkan, “Karena itu kau ingin meminjamkan kepalamu padanya?”

 

“Sepertinya dia datang bukan benar-benar untuk meminjam kepala kita.”

Xiao Shao Ying hanya tertawa dan berkata, “Aku memang tidak bermaksud demikian”

Tanya Yang Ling, “Lalu apa maksudmu?”

“Aku hanya mencoba kemampuan kalian saja, apakah kalian masih sanggup membunuh

orang?”

Tanya Yang Ling,”Apakah kau sudah berhasil mengujinya?”

Xiao Shao Ying mengangguk.

Tanya Wang Rui, “Kau datang kemari untuk menyuruh kami membunuh orang?”

Xiao Shao Ying mengangguk lagi.

Tanya Wang Rui, “Siapa yang harus kami bunuh?”

“Ge Ting Xiang.”

Tanya Wang Rui, “Apakah kami sanggup untuk membunuhnya?”

“Ada kemungkinan 50% kesempatan.”

“Hanya 50%?”

“Kalau sekarang kita tidak menyerang kelak 10% pun kita tidak mempunyai kesempatan.”

Wang Rui mengerti akan hal ini. Kekuatan Tian Xiang Tang semakin lama semakin besar, dan

kesempatan mereka semakin hari semakin sedikit.

Kata Yang Ling, “Apakah sekarang kau sudah mempunyai rencana?”

Xiao Shao Ying sekarang ini berada dalam keadaan yang serius dan berkata, “Setiap malam

setiap pukul 1 dia selalu minum arak di ruangan rahasianya, yang menemani dia minum adalah

istri mudanya yang sangat dia sayang yang bernama Guo Yu Niang.”

Tanya Yang Ling, “Berapa orang yang berjaga di sana?”

“Hanya ada satu orang.”

Tanya Yang Ling, “Apakah yang berjaga di sana adalah Wang Tong?”

Xiao Shao Ying mengelengkan kepala dan berkata, “Yang berjaga bernama Ge Xin, dia adalah

pelayannya.”

Tanya Yang Ling, “Orang macam apakah dia itu?”

Xiao Shao Ying tertawa, “Dia hanya seorang pelayan.”

Wang Rui menghembuskan nafas panjang. Kelihatannya ini memang hanya kesempatan kita.”

Kata Xiao Shao Ying melanjutkan, “Ini juga kesempatan satu-satunya “

Tanya Yang Ling, “Apakah kau mengetahui pintu ruang rahasia?”

“Aku tahu dan aku bisa masuk ke sana.”

“Apakah kau yakin?”

“Aku yakin.”

“Bagaiman kita bisa masuk?”

Kata Xiao Shao Ying, “Lusa sebelum pukul 1 malam aku tunggu di ruangan rahasia itu, begitu

melihat cahaya lampu dimatikan, kalian harus segera masuk dan bergerak.”

“Jendela yang mana?”

“Aku bisa menggambarkan tempat dan jendelanya, untuk kalian lihat”

 

Kata Wang Rui, “Begitu lampu padam, kita segera bergerak “

Kata Xiao Shao Ying, “Jika kita bertiga bergabung, mungkin kesempatan bisa lebih dari 50%.”

Tanya Wang Rui, “Jika tidak ada lampu bagaimana kita bisa mengetahui keberadaan Ge Ting

Xiang?”

“Aku akan mengenakan baju putih pada saat itu”

Tanya Wang Rui, “Masih ada Guo Yu Niang.”

Kata Xiao Shao Ying, “Guo Yu Niang adalah seorang perempuan yang harum, di telinganya

memakai anting, orang buta pun mengetahuinya.”

“Selain kau, Guo Yu Niang, yang lainnya pasti Ge Ting Xiang.”

“Ruangan itu tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang.”

Tanya Yang Ling, “Bagaimana dengan Wang Tong?”

“Meskipun ada, aku pasti ada cara untuk menyuruhnya keluar.”

“Apakah mereka percaya kepadamu?”

Dengan santai Xiao Shao Ying menjawab, “Apakah aku seperti orang yang akan menjual teman

untuk kemuliaan diri sendiri?”

Yang Ling balik bertanya, “Apakah benar tidak seperti itu?”

“Bagaimana menurutmu?”

Tiba-tiba Yang Ling bertanya, “Apakah ada yang mengetahui bahwa kau mencari kami kemari?”

“Tidak ada “

“Kau keluar dari Tian Xiang Tang apakah tidak ada yang mengikutimu?”

“Tadinya ada tapi sudah kusingkirkan.”

Kata Xiao Shao Ying melanjutkan, “Karena itu pula aku terkena sabetan pisau, kakak kedua Ge

jika sudah pulang pasti hidupnya akan sengsara”

Tanya Yang Ling, “Siapa kakak kedua Ge?”

“Semua pelayan Ge Ting Xiang bermarga Ge”

“Berapa banyak kau mengetahui rahasia Tian Xiang Tang?”

“Lumayan banyak.”

Peta yang yang digambar Xiao Shao Ymg sangat teliti dan akurat, “Pintu yang berada di pojok

ini adalah pintu masuk kalian satu-satunya, kalian jangan memanjat tembok untuk masuk, harus

dengan membuka jendela ini.”

“Mengapa?”

“Karena di atas mungkin ada orang yang berjaga-jaga, jika masuk dengan membongkar pintu

tidak akan ada yang menyangka.”

“Setelah itu bagaimana lagi?”

“Kemudian kalian jalan di jalan batu kerikil ini sampai di sebuah pohon, kalian tunggulah di

sana. Jalan kerikil dan pohon yang dimaksud sudah diberi tanda, dari sana bisa melihat jendela

yang aku gambar.”

Kata Yang Ling, “Begitu lampu padam kita segera bergerak.”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “Ge Ting Xiang sudah tua, sorot matanya pasti

kurang awas, di dalam kegelapan ilmu silatnya pasti tidak seperti biasanya.”

 

Pelan-pelan dia berkata lagi, “Apalagi kalian dalam beberapa hari ini selalu keluar malam,

makan pada malam hari. Mestinya kalian lebih terbiasa dalam kegelapan jika dibandingkan orang

biasa, kalian pasti bisa membedakan orang-orang yang berada di dalam ruangan. Jika lampu

dimatikan belum tentu orang dalam ruangan itu bisa melihat kalian”

Kata Yang Ling, “Pemikiranmu sangat sempurna”

Xiao Shao Ying tertawa, “Aku harus teliti karena kesempatan yang ada hanya satu kali.”

Yang Ling menarik nafas dan berkata, “Dulu kami salah menilaimu”

Kata Xiao Shao Ying sambil tersenyum, “Sepertinya Ge Ting Xiang juga salah menilaiku.”

Kata Yang Ling, “Aku berharap kau juga tidak salah menilai Guo Yu Niang dan Ge Xin.”

Ge Xin tidak bergerak dan berdiri di luar pintu sepertinya dia lebih lelah dibandingkan dengan 2

hari kemarin.

Pintu dibuka, beranda masih seperti biasa tampak gelap. Sekarang belumlah pukul 1 malam.

Xiao Shao Ying sudah datang tanpa ada yang menghalanginya, tidak ada suara apa pun.

Rumah Ge Ting Xiang sepertinya tidak ada orang Xiao Shao Ying menepuk pundak Ge Xin dan

berkata,

“Aku datang lagi”

“Ya.”

Xiao Shao Ying bertanya kepadanya. ”Sepertinya kau jarang tidur?”

“Ya”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Apakah tidak ada kata-kata lain yang ingin kau katakan?”

“Ya.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Sepertinya 2 hari kemarin kata-kata yang kau ucapkan lebih banyak?”

“Ya “

Tanya Xiao Shao Ying, “Mengapa sekarang kau berubah?”

“Sebab sekarang kau juga berubah “

Tiba-tiba pintu terbuka, dari dalam Guo Yu Niang berkata, “Dulu pertama kali kau datang kau

adalah orang miskin, sekarang kau adalah ketua cabang Tian Xiang Tang.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Setelah aku menjadi ketua cabang apakah orang lain tidak boleh

berbicara denganku?”

“Orang lain selalu berhati-hati.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Kelihatannya menjadi ketua cabang bukan hal

baik.”

Kata Guo Yu Niang, “Paling sedikit ada satu macam kebaikan yang bisa kau lakukan, yaitu

kencing di mangkuk orang lain”

Ge Ting Xiang sedang minum arak.

Dia minum dengan pelan pelan dan sedikit, tapi cawan di tangannya selalu penuh dengan arak.

Wang Tong tidak ada di ruangan itu, tidak ada orang lain, malam hari adalah waktu untuk

dirinya sendiri.

Xiao Shao Ying sudah berada di hadapan Ge Ting Xiang dengan mengenakan baju putih seputih

 

Ge Ting Xiang tertawa dan bertanya, “Apakah baju ini baru pertama kali kau pakai?”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “Ini baru kupakai satu hari.”

“Mengapa?”

“Tidak apa-apa.”

Tanya Ge Ting Xiang lagi, “Hari ini kau belum mabuk?”

“Belum.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kau benar-benar pernah mabuk?”

“Jarang.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Paling sedikit jika ada seorang menguntitku aku tidak

akan mabuk.”

Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata, “Sebenarnya Ge Er Hu sangat pintar tapi jika

dibandingkan denganmu dia seperti seekor babi.”

Ge Ting Xiang mengambil secawan arak tapi dia tidak minum dan meletakkannya kembali.

Tiba-tiba Xiao Shao Ying bertanya, “Apakah tanganmu selalu memegang cawan arak?”

“Apa anehnya?”

Dengan tersenyum Xiao Shao Ying berkata, “Kadang-kadang cawan arak juga bisa menjadi

senjata yang mematikan”

“Senjata? Senjata apa?”

“Sebagai senjata yang membuat orang tidak waspada.”

“Oh.”

Kata Xiao Shao Ying, “Banyak orang jika melihat seseorang memegang cawan dia menjadi tidak

waspada.”

“Oh!”

Kata Xiao Shao Ying melanjutkan, “Karena orang beranggapan seseorang yang memegang

cawan arak lebih mudah dihadapi.”

Kata Ge Ting Xiang, “Kau benar-benar pintar”

“Aku bukan orang bodoh “

Suara Ge Ting Xiang tiba-tiba terhenti dan dia berkata dengan dingin, “Tapi kau melupakan

satu hal.”

“Oh?”

Kata Ge Ting Xiang, “Sepertinya kau melupakan satu hal.”

“Aku tidak lupa.”

Kata Ge Ting Xiang, “Tapi sekarang kau datang dengan tangan kosong.”

“Aku sudah berjanji padamu datang pada pukul berapa?”

“Malam ini jam 1.”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Apakah sekarang sudah jam 1?”

“Belum.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Karena itu kita masih punya waktu untuk minum arak.”

Ge Ting Xiang tidak bertanya lagi dan dia berkata, “Kadang-kadang seorang yang pintar bisa

melakukan hal yang bodoh. Aku berharap kau tidak melakukannya.”

 

Kata Xiao Shao Ying, “Aku belum mabuk.”

“Kapan kau akan mabuk?”

“Jika aku ingin mabuk.”

“Kapan kau ingin mabuk?”

“Secepatnya.”

Ge Ting Xiang melihat dia tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Baiklah ambil

cawan besar, aku ingin lihat kau bisa minum berapa banyak”

Hanya minum 3 gelas.

Xiao Shao Ying pasti belum mabuk, tapi waktunya sudah tiba.

Sekarang sudah pukul 1.

Mata Ge Ting Xiang berkilauan, “Apakah sudah waktunya?”

“Benar.”

Tiba-tiba dia membalikkan badan dan bergerak dengan cepat.

Lampu yang berada di ruangan itu segera dipadamkan oleh Xiao Shao Ying. Ruangan itu

menjadi gelap gellita.

Pada waktu yang bersamaan, 2 bayangan orang masuk tapi tidak jelas siapa yang masuk.

Di luar ada cahaya bintang namun begitu cahaya lampu dipadamkan tidak ada orang yang bisa

langsung melihat keadaan.

Dalam kegelapan ada yang berteriak, ada yang membentak ada yang roboh, meja dan kursi

sudah terguling.

Kemudian ada api yang berkilauan.

Lampu sudah dinyalakan lagi.

Guo Yu Niang masih duduk dengan manis di sana.

Ge Ting Xiang masih duduk tidak bergerak, di tangannya masih memegang cawan.

Xiao Shao Ying tampaknya tidak pernah bergerak, tapi baju putihnya sudah terkena darah,

seperti bunga Mei Hua berjatuhan di atas salju

Di dalam ruangan ada 2 orang yang roboh tapi bukan Ge Ting Xiang.

Yang roboh adalah Yang Ling dan Wang Rui.

Tidak ada angin, tidak ada suara.

Pukul satu sudah lewat, malam sudah larut, cawan Ge Ting Xiang sekeping demi sekeping jatuh

ke atas meja Cawannya pecah berkeping-keping.

Wang Rui telungkup di lantai, mengeluarkan erang kesakitan. Yang Ling sudah berhenti

Xiao Shao Ying melihat bercak darah di bajunya, tiba-tiba dia tertawa dan berkata, “Apakah kau

tahu mengapa baju ini hanya bisa dipakai satu kali?”

Ge Ting Xiang mengangguk dan tertawa, “Mulai hari ini baju semahal apa pun boleh kau pakai

hanya satu kali.”

“Aku akan selalu mengingat kalimat ini.”

“Aku tahu ingatanmu sangat baik.”

“Aku juga tidak akan melakukan kesalahan.”

 

Ge Ting Xiang tersenyum dan berkata, “Kau benar-benar tidak mabuk.”

“Tapi sekarang aku benar-benar ingin mabuk”

“Jika kau ingin mabuk, kapan pun kau boleh mabuk “

“Aku…”

Belum habis kata-kata itu diucapkan, Yang Ling yang tadi seperti orang mati tiba-tiba melompat

dan menerkam.

Terkamannya masih sekuat dan seganas seekor cheetah. Yang Ling tahu ini adalah

serangannya yang terakhir.

Serangan terakhir ini biasanya sangat berbahaya.

Tapi Xiao Shao Ying hanya membalikkan tangan memukul leher belakangnya, dengan segera

dia roboh lagi.

Begitu dia roboh, dia berteriak dengan marah, “Kau benar-benar orang yang tega menjual

teman untuk mencari keuntungan, aku tidak salah lihat.”

“Kau salah, aku bukan orang yang suka menjual teman”

Yang Ling sangat marah, “Kau masih mau membantah?!”

“Mengapa aku harus membantah?”

“Apakah kau tidak pernah mengkhianati kami?”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Aku mengkhianatimu karena kau bukan temanku.”

Dengan marah Yang Ling berkata, “Di dalam Shuang Huan Men kau juga tidak ada teman?”

Waktu Xiao Shao Ying diusir memang tidak ada orang Shuang Huang Men yang memihaknya.

Wang Rui telungkup di bawah, menggesekkan kepalanya ke batu yang keras, dengan dingin dia

berkata, “Kita tidak bisa menyalahkan dia.”

“Mengapa tidak bisa menyalahkan dia?”

“Ini adalah kesalahan kita sendiri, seharusnya kita jangan percaya kepadanya, karena

sebenarnya dia adalah binatang yang tidak tahu malu!”

Dia mengangkat kepala dan berkata, “Kita percaya kepada dia, kita juga binatang.”

Yang Ling tertawa seperti orang gila dan berkata. “Benar, aku adalah seekor binatang, binatang

seharusnya mati”

Dia mulai juga mulai menggosokkan mukanya ke papan batu mukanya sudah hancur.

Xiao Shao Ying melihat mereka berdua, ekspresinya tidak berubah. Tiba-tiba dia berbalik dan

melihat kepada Ge Ting Xiang dan berkata, “Dua orang ini sudah aku berikan kepadamu.”

“Benar.”

“Sekarang mereka menjadi milikmu “

“Benar.”

“Tapi sekarang mereka masih marah-marah kepada ketua cabangmu, apakah kau hanya

mendengar saja? Apakah semua kata-kata mereka enak didengar?”

“Tidak enak didengar”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang berteriak, “Ge Xin.”

“Ya.”

“Bawa 2 orang ini, pelihara mereka hingga gemuk, semakin gemuk semakin baik”

 

Waktu Xiao Shao Ying masuk, tidak ada satu pun bayangan orang, tapi begitu Ge Ting Xiang

berteriak, di luar pintu sudah muncul 4 orang.

Begitu mereka berdua digotong keluar, Ge Ting Xiang baru tertawa dan berkata, “Apakah kau

tahu mengapa aku harus memelihara mereka hingga gemuk?”

Xiao Shao Ying juga tersenyum.

Kata Ge Ting Xiang, “Sepertinya kau tahu? Coba kau katakan!”

“Jika seseorang kehidupannya enak dia tidak ingin mati.”

“Benar”

“Orang yang tidak ingin mati akan bicara jujur.”

Dengan tersenyum dia berkata, “Begitu mereka ingin berkata jujur, kita baru tahu, apakah

Shuang Huan Men sudah benar-benar musnah.

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Benar, kata-katamu sangat bagus. Bawa cangkir yang

besar, malam ini aku juga ingin mabuk.”

Kata Guo Yu Niang, “Benar, sekarang kalian boleh mabuk”

Bab 6

Rahasia dalam Ruangan Rahasia

Lampu bergoyang-goyang, apakah karena angin?

Berasal dari mana angin itu?

Mengapa pinggang Guo Yu Niang pun ikut bergoyang?

“Kau sudah mabuk.”

Xiao Shao Ying ingin menggelengkan kepala tapi dia takut jika melakukannya kepalanya akan

lepas dari badannya.

“Kali ini sepertinya benar-benar mabuk.”

“Apakah benar?”

Apa dia benar-benar mabuk atau hanya pura-pura mabuk yang penting mabuk.

Benar atau palsu. Palsu dan benar kehidupan seperti sandiwara, tidak ada yang benar-benar

Kata Guo Yu Niang, “Kau harus tidur sebentar.”

“Baiklah, aku akan tidur.”

Tidur atau tidak tidur, apakah ada bedanya? Apakah kehidupan ini adalah sebuah mimpi.

“Di belakang ada kamar tamu, kau tidurlah di sana”

Suara yang manis ini adalah suara milik Guo Yu Niang.

“Apakah kau yang akan mengantarku ke sana?”

“Baiklah, aku yang mengantarkanmu ke sana”

Guo Yu Niang membuka pintu, mengapa Ge Ting Xiang tidak melarangnya?

Apakah dia juga sedang mabuk?

Ge Xin masih berdiri di luar pintu. Dia sama sekali tidak bergerak.

 

Tiba-tiba Xiao Shao Ying berjalan ke arahnya dan mencubit wajahnya kemudian dia bertanya,

“Apakah orang ini patung?”

Yang pasti bukan.

Xiao Shao Ying tertawa, dan terus tertawa.

Memang dia adalah orang yang senang tertawa, tapi sekarang sepertinya sudah pada tahap dia

bisa tertawa sepuas-puasnya.

Angin berhembus melewati beranda

Bila ada orang yang datang juga tidak tahu dari mana asalnya? Akan pergi kemana pula?

Kamar tamu ini baru dibangun, dindingnya baru dicat, kertas jendela baru ditempel, meja

terbuat dari kayu Tan Xiang (kayu yang mengeluarkan wangi khas), papan meja terbuat dari

keramik, lampu terbuat dari tembaga. Selimut yang disulam dan tersimpan di atas tempat tidur

yang juga baru. Semuanya baru

Apakah ini artinya Xiao Shao Ying mulai melewati hidup yang baru?

Dia menjatuhkan diri ke atas tempat tidur yang empuk dan yang masih baru.

Xiao Shao Ying berkata, “Ini adalah tempat tidur yang sangat nyaman.”

Kata Guo Yu Niang, “Tempat tidur ini belum ada yang pernah mnggunakannya.”

Suaranya sangat lembut, lebih lembut dari selimut yang berada di tempat tidurnya.

Kata Xiao Shao Ying, “Aku tidur sendiri di tempat yang begini nyaman sungguh tidak nyaman

seperti minum arak seorang diri.”

Kata Guo Yu Niang, “Aku akan mencarikan teman untuk menemanimu.”

Guo Yu Niang tahu bahwa Xiao Shao Ying sedang memandang ke arah bawah pinggangnya

Guo Yu Niang tidak marah.

Guo Yu Niang tertawa dan bertanya, “Kau senang perempuan seperti apa? Aku pasti akan

mencarikannya”

“Yang kusukai adalah dirimu.”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying melompat dan memeluk Guo Yu Niang, mereka berdua bergulingan di

atas tempat tidur.

Guo Yu Niang terpekik pelan karena terkejut, dia berusaha memberontak, tapi sedikit pun tidak

ada tenaga.

Guo Yu Niang sangat lembut, harum dan manis seperti manisan kapas.

Dadanya lebih putih dibandingkan dengan kapas, putih berkilau.

Xiao Shao Ying sudah ada di atas tubuhnya. Guo Yu Niang sudah tidak dapat bergerak lagi. Dia

hanya bisa meringis.

Guo Yu Niang sudah merasakan kedua belah kakinya dibuka.

Gu Yu Niang berkata, “Jangan, jangan kau lakukan.. “

Dia tidak bisa melawan juga tidak bisa memberontak, dia hanya bisa memohon, tapi dia merasa

percuma minta tolong pada laki-laki yang sudah gila ini.

Xiao Shao Ying sudah mulai membuka baju Guo Yu Niang. Guo Yu Niang hanya bisa berteriak.

Pada saat itu ada sepasang tangan yang mendekat dan mengangkat Xiao Shao Ying dan

membuatnya berdiri.

Sebelah tangannya diayunkan kemudian menggamparnya, gamparan ini tidak berat, hanya

membuatnya sadar.

 

Benar saja Xiao Shao Ying yang mabuk mulai sedikit sadar, dia sudah bisa melihat wajah Ge

Ting Xiang yang marah.

Ge Ting Xiang ternyata tidak mabuk, dia sedang memelototi Xiao Shao Ying dan dia

membentak,

“Kau sangat berani dan sangat keterlaluan “

Xiao Shao Ying masih tertawa dan berkata, “Aku memang sangat pemberani.”

“Kata-kataku juga berani kau lupakan?”

“Aku tidak lupa.”

“Apakah kau benar-benar tidak lupa?”

“Kau bilang tidak boleh banyak lihat dan juga tidak boleh berpikir macam-macan, kata-katamu

selalu aku ingat”

Kata Ge Ting Xiang bertambah marah, “Kalau kau ingat kenapa kau lalukan hal ini?”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau bilang, aku tidak boleh pegang dia.”

Ge Ting Xiang melihat dia lalu tersenyum. Tangannya melepaskan genggamannya dan berkata,

“Lebih baik kau diam di sini dan tidur, setelah sadar baru kau temui aku.”

Xiao Shao Ying tertidur di atas tempat tidurnya dan kepalanya ditutupi oleh selimut, tapi

mulutnya tetap berkata, “Tempat tidur ini begitu besar bagaimana aku tidurnya?”

Tapi dia tetap tidur, tidur dengan cepat dan sangat lelap.

Begitu dia bangun, dia menyadari bahwa dia tidak sendiri di tempat tidurnya. Di sisinya ada

seorang perempuan.

Perempuan ini seperti bunga, kulitnya putih, bibirnya manis, matanya yang membuat orang

Guo Yu Niang?

Xiao Shao Ying hampir tidak mempercayainya. Dia mengosok-gosokkan matanya dan membuka

matanya lebar-lebar. Dia baru tahu perempuan ini bukan Guo Yu Niang, tapi hanya 60% mirip Guo

Yu Niang.

Tanya Xiao Shao Ying, “Siapa kau?”

Perempuan itu menjawab dengan memandang Xiao Shao Ying dengan matanya yang besarnya,

“Xiao Xia. Guo Xiao Xia.”

Xiao Shao Ying tertawa dan bertanya. “Apakah di sini semua perempuan bermarga Guo?”

“Hanya ada 2 yang bermarga Guo”

“Yang mana?”

“Aku dan kakakku”

Akhirnya Xiao Shao Ying mengerti dan berkata, “Guo Yu Niang adalah kakakmu.”

Guo Xiao Xia berkata, “Apakah kau juga menganggap aku mirip dengan dia?”

“Sangat mirip “

“Sebenarnya aku dan dia sama sekali tidak mirip “

“Oh.”

“Kakakku adalah siluman yang mencelakakan orang.”

Xiao Shao Ying tertawa lagi.

 

Kata Guo Xiao Xia, “Mungkin dia bukan benar-benar ingin menarik orang lain, tapi dia

ditakdirkan menjadi siluman untuk mencelakakan orang lain. Begitu melihat laki-laki, dia akan

menjadi begitu, membuat orang lain mengira dia jatuh cinta kepada orang itu.”

“Lalu bagaimana?”

Guo Xiao Xia tertawa dingin dan berkata, “Laki-laki selalu salah sangka melihat dia begitu,

selalu ingin menarik dia.”

Kata Xiao Shao Ying,”Apakah dulu ada yang mencoba begitu?”

“Ada, ada beberapa orang”

“Sekarang…”

“Sekarang orang-orang itu semua sudah masuk ke dalam peti mati”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Ternyata pak tua Ge Ting Xiang seorang yang

sangat pencemburu.”

“Karena itu aku merasa aneh

“Mengapa aneh?”

“Apakah kemarin malam kau juga coba-coba?”

“Aku adalah seorang laki-laki.”

“Kau masih bisa hidup.”

Kemudian Guo Xiao Xia berkata lagi, “Bila ada laki-laki yang berani mempunyai pikiran macammacam

terhadap Guo Yu Niang, ketua belum pernah melepaskannya. Aku tidak mengerti mengapa

dia bisa melepaskanmu?”

Kata Xiao Shao Ying, “Karena itu, kau datang untuk mencari tahu apakah ada perbedaan antara

aku dengan laki-laki yang lain bukan?”

Kata Guo Xiao Xia dengan dingin, “Kau mengira aku sendiri yang ingin datang kemari?”

“Apakah bukan?”

“Yang pasti bukan.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah ketua yang menyuruhmuu datang kemari?”

Guo Xiao Xia menarik nafas dan berkata, “Aku lebih tidak mengerti lagi, ketua selalu baik

kepadaku juga tidak ingin ada laki-laki lain yang memegangku, mengapa kali ini dia menyuruh aku

menemanimu?”

Mata Xiao Shao Ying berputar-putar dan berkata, “Ini pasti ada sebabnya.”

“Apakah alasannya?”

Xiao Shao Ying membalikkan badan dan memeluk dia, dan berbisik, “Karena dia tahu bahwa

kau pasti suka kepadaku.”

Di taman bunga ada bermacam-macam bunga sedang mekar. Di teras ada 8 orang sedang

berdiri tegak. Setiap orang terlihat lebih kuat dan lebih semangat dibanding dengan Ge Xin.

Di sini penjaga berjaga setiap hari, pagi hari penjagaan lebih ketat daripada malam hari.

Mungkin Ge Xin sedang tidur karena semua orang pasti harus tidur.

Xiao Shao Ying sudah melewati beranda, Ge Ting Xiang sedang menunggunya di ruangan

Ketua Ge jarang menerima anak buahnya di kamar rahasia. Dia mencari Xiao Shao Ying

mungkin ada hal yang sangat rahasia yang harus dibicarakan.

 

“Ketua, Xiao Shao Ying sudah datang.”

Xiao Shao Ying baru tiba di depan pintu, sudah ada orang yang berteriak, menjadi ketua

cabang benar-benar sangat disegani orang.

Pintu segera dibuka.

Yang membuka pintu adalah Ge Ting Xiang sendiri. Guo Yu Niang tidak berada di dalam

ruangan

Xiao Shao Ying merasa lega, dia juga malu bertemu dengan Guo Yu Niang.

Angin berhembus membawa wangi bunga, sinar matahari menyinari sudut ruangan.

“Hari ini cuaca sangat bagus,” kata Ge Ting Xiang dengan tersenyum. Dengan santai dia

berkata lagi,

“Mengapa wajahmu begitu pucat?”

Xiao Shao Ying tertawa kecut dan menjawab, “Kepalaku masih sakit, kemarin malam aku

benar-benar mabuk”

Kata Ge Ting Xiang, “Pada waktu Xiao Xia masuk, apakah kau juga sudah tidak tahu?”

Xiao Shao Ying tertawa kecut dan menggelengkan kepala.

“Kau melewati malam yang begitu indah dengan sia-sia.”

Xiao Shao Ying tertawa dan mengangguk.

“Karena itu pagi ini kau harus memikirkan cara untuk menggantikannya.”

“Karena itu wajahku menjadi pucat”

Ge Ting Xiang tertawa, sepertinya dia sudah lupa dengan kejadian semalam.

Dia menepuk pundak Xiao Shao Ying dan berkata, “Karena itu kau harus berhati-hati, sebab

gadis itu susah dihadapi”

“Dia juga senang bicara.”

“Apa yang dibicarakan olehnya?”

“Dia merasa aneh, mengapa kau bisa melepaskanku?”

“Hal itu walaupun kau salah, tapi kadang-kadang melakukan kesalahan ada gunanya juga.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah berbuat kesalahan juga ada gunannya?”

“Seseorang jika hatinya mempunyai rencana dan pikiran yang dalam, dia tidak akan salah.”

Xiao Shao Ying masih tidak mengerti, “Tapi aku…” Akhirnya Xiao Shao Ying mengerti,

“Karena aku berbuat kesalahan hal itu bisa membuktikan aku tidak mempunyai rencana yang

busuk”

Kata Ge Ting Xiang, “Kalau kau datang untuk membalas dendam, kemarin malam kau tidak

akan mabuk, lebih-lebih tidak akan melakukan hal itu”

Cíe Ting Xiang tersenyum dan berkata, “Karena itu, hari ini aku mencarimu.”

“Untuk apa mencariku?”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang membalikkan badannya, menutup pintu, jendela dan dia berbalik lagi

kemudian berkata lagi,

“Sebenarnya aku sedang mencari asisten sepertimu”

“Apakah sekarang kau masih membutuhkan seorang asisten?”

“Aku masih mempunyai musuh.”

 

“Shuang Huan Men sudah musnah, di daerah ini siapa lagi yang berani melawanmu?”

“Hanya ada satu orang.”

“Siapa?”

“Hanya satu orang, tapi dia adalah seekor naga.”

Xiao Shao Ying menghela nafas dan bertanya, “Apakah seekor naga hijau?”

Ge Ting Xiang mengangguk

“Qing Long Bang?”

Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata, “Selain Qing Long Bang, siapa lagi yang berani

melawan kita?”

Mulut Xiao Shao Ying tertutup, dia tahu bahwa Qing Long Bang adalah suatu perkumpulan yang

Kata Ge Ting Xiang, “Qing Long Bang mempunyai banyak cabang, sebanyak 360 tempat, dan

cabang-cabangnya tersebar dimana-mana.”

“Apakah di daerah sini juga ada cabangnya?”

“Beberapa tahun yang lalu sudah ada, tapi di sini adalah kekuasaan Shuang Huan Men maka

kekuatan Qing Long Bang tidak dapat berkembang.”

Kata Xiao Shao Ying, “Sekarang Shuang Huan Men sudah musnah, sekarang Tian Xiang Tang

sudah bisa menggantikannya”

Kata Ge Ting Xiang, “Karena ada mereka maka Tian Xiang Tang tidak mempunyai kesempatan.”

Kata Xiao Shao Ying, “Bila mereka tahu diri, seharusnya mereka harus keluar dari daerah ini”

Kata Ge Ting Xiang dengan tertawa dingin, “Mereka tidak tahu diri.”

Xiao Shao Ying juga tertawa dingin,

“Apakah mereka berani berebut dengan Tian Xiang Tang?”

Kata Ge Ting Xiang, “Mereka menginginkan Tian Xiang Tang masuk menjadi anggota mereka

dan menjadi salah cabang mereka.”

Dengan tertawa dingin Xiao Shao Ying berkata, “Ini benar-benar seperti mimpi di siang bolong!”

“Tapi ini bukan mimpi.”

Dengan serius Ge Ting Xiang meneruskan, “Mereka telah memberi batas waktu, tanggal 9

bulan 9, sebelum waktu itu, kita harus sudah memberikan jawaban.”

“Jika kau menolaknya, bagaimana?”

“Aku tidak dapat melewati tanggal 9 bulan 9 malam”

“Apakah ini adalah perkataan mereka?

“Benar.”

Seru Xiao Shao Ying, “Kentut!”

“Tapi ini bukan kentut.”

Kata-kata yang dikatakan Qing Long Bang pasti akan dilaksanakan dan bukan omong kosong

“Apakah kau sudah bertemu dengan orang-orang mereka?”

Ge Ting Xiang mengelengkan kepala dan berkata, “Belum, aku hanya menerima 3 pucuk surat

dari mereka.”

 

“Apakah mereka tidak mengantarkan surat itu langsung kepadamu?”

“Tidak.”

“Di surat itu tertulis apa saja?”

“Tanggal 9, bulan 9.”

“Apa artinya?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Dalam 1 tahun ada 365 hari, cabang mereka juga ada 365 cabang,

karena itu mereka memberi tanda pada setiap cabangnya dengan tanggal.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Bulan 9 tanggal 9 itu apakah artinya cabang itu berada di daerah ini?”

“Mungkin.”

“Siapa nama ketua cabang di daerah ini?”

“Tidak ada yang tahu “

“Di mana letak cabangnya juga tidak ada yang mengetahuinya?”

“Tidak ada.”

Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata, “Ini adalah hal yang paling menakutkan. Jika mereka

menyerang terang-terangan aku tidak takut, tapi dengan cara seperti ini kita harus selalu waspada

terhadap sergapan yang tiba-tiba”

Ge Ting Xiang tidak sadar karena marah, dia lupa bahwa ketika menghadapi Shuang Huan Men

dia menyerang secara tidak terang-terangan.

Tapi Xiao Shao Ying setuju dengan perkataan Ge Ting Xiang dan berkata, “Serangan secara

terang-terangan bisa membuat kita waspada, tapi serangan secara sembunyi-sembunyi seperti ini

kita tidak bisa waspada. Kata-katamu ini memang tepat.”

Kata Ge Ting Xiang,”Ada satu kalimat yang harus kau ingat.”

“Apakah itu?”

“Siapa yang turun tangan lebih dulu dia yang akan menang, yang terakhir turun tangan pasti

kalah.”

Ge Ting Xiang berkata, “Mereka siap pada tanggal 9 bulan 9, aku harus menyerang mereka

terlebih dulu sebelum hari itu”

Tanya Xiao Shao Ying, “Karena itu kau harus mengetahui di mana letak cabang Qing Long

Bang?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Pekerjaan ini yang akan aku tugaskan padamu. Hal ini memang tidak

mudah bagimu, tapi sepertinya tidak ada orang lain yang lebih cocok dibandingkan denganmu.”

Xiao Shao Ying berpikir, sebelum dia bertanya Ge Ting Xiang sudah menjelaskan,

“Walaupun kau sudah menjadi ketua cabang Tian Xiang Tang, tapi di luar tidak ada yang

mengetahuinya ditambah kau adalah seorang yang sangat pintar yang selalu berpura-pura

bodoh.”

“Kau pernah menerima 3 pucuk surat dari mereka?”

Ge Ting Xiang mengangguk dan berkata “Tulisan yang berada di dalamnya pun sudah

kuberitahu.”

“Aku ingin melihat surat-surat itu.”

“Untuk apa?”

“Karena hanya itu petunjuk satu-satunya yang bisa kita andalkan.”

 

Kata Ge Ting Xiang, “Tapi sayang, aku sudah membacanya puluhan kali, tapi tetap tidak dapat

menemukan asal usulnya”

Surat-surat itu semuanya sama, ditulis dengan huruf yang sama pula.

Kertas yang sangat biasa, bentuknya rapi tetapi hurufnya jelek.

Kata-kata yang berada di dalam surat semuanya sudah di beritahukan oleh Ge Ting Xiang

kepada Xiao Shao Ying.

Ge Ting Xiang menunggu Xiao Shao Ying membolak-balik surat itu, setelah itu dia baru

bertanya, “Kau melihat ada petunjuk apa?”

“Surat ini ditulis oleh orang yang sama”

Semua orang juga tahu akan hal ini.

“Apakah kau tahu tulisan siapa ini?”

Xiao Shao Ying mengelengkan kepala tapi dia berkata, “Aku hanya tahu 2 hal.”

Segera Ge Ting Xiang bertanya,”Apakah itu?”

“Satu, surat ini tidak ditulis di satu tempat yang sama”

“Oh!”

“Walaupun ditulis oleh orang yang sama pada kertas surat yang sama dan huruf yang sama,

tapi tinta yang dipakai tidak sama”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah dari petunjuk ini bisa kita telusuri?”

“Bisa dan sangat penting.”

“Tapi aku tidak melihat apa pentingnya.”

“Apakah 3 pucuk surut ini sangat rahasia dan penting?”

Ge Ting Xiang mengangguk.

“Bila kau ingin menulis 3 pucuk surat pada musuhmu, di manakah kau akan menulisnya?”

“Menulis di sini.”

“Karena disini adalah ruang rahasiamu juga perpustakaanmu.”

“Benar.”

Kata Xiao Shiao Ying, “Di dalam sebuah perpustakaan apakah akan tersimpan 2 macam tinta

yang berbeda kualitasnya?”

“Tidak”

Kata Xiao Shao Ying, “Tapi dia menulis 3 pucuk surat dengan mengunakan 2 kualitas tinta yang

berbeda jauh.”

“Oh.”

Kata Xiao Shao Ying, “Sewaktu menulis surat pertama, tinta yang digunakan adalah kualitas

yang terbaik, tapi dalam surat yang ketiga dia memakai tinta kualitas paling murah.”

Kata Ge Ting Xiang, “Dari sini bisa disimpulkan bahwa 3 pucuk surat itu tidak ditulis di

perpustakaan.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Surat yang begitu penting dan rahasia, mengapa dia tidak menulisnya

di perpustakaannya sendiri?”

Tanya Ge Ting Xiang,”Bagaimana menurutmu?”

“Jawabannya hanya ada satu.”

 

“Apakah itu?”

“Aku tidak mempunyai perpustakaan.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Dia adalah seorang ketua cabang dari Qing Long Bang, mana mungkin

dia tidak mempunyai ruang perpustakaan?”

“Ini hanya menjelaskan satu hal”

“Apakah itu?”

“Mereka tidak mempunyai cabang di sini.”

Ge Ting Xiang terpaku.

Xiao Shao Ying berkata lagi, “Meskipun begitu jika mereka mempunyai cabang, tempatnya tidak

tetap, mereka selalu berpindah tempat. Tempat mereka berkumpul juga sekaligus sebagai tempat

tinggal mereka.”

Mata Ge Ting Xiang mulai bercahaya dan berkata, “Karena daerah ini selalu menjadi daerah

Shuang Huan Men jadi mereka tidak berani menetap pada satu tempat.”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “Justru hal ini menjadi lebih menakutkan lagi.”

“Oh?”

Kata Xiao Shao Ying, “Karena tempat mereka yang selalu berpindah-pindah itulah kemungkinan

ada orang yang mereka sembunyikan.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apa mungkin di dalam Tian Xiang Tang juga ada?”

Xiao Shao Ying tidak mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’ Dia mengubah topik pembicaraan,

“Aku juga masih bisa melihat satu hal lagi.”

“Katakanlah!”

Kata Xiao Shao Ying, “Huruf-huruf di dalam surat ini walaupun jelek namun peletakannya

sangat rapi. Setiap huruf miring ke kiri, ini tandanya orang ini terbiasa menulis dengan tangan

kanan tapi dia memaksa menulis dengan menggunakan tangan kiri “

Tanya Ge Ting Xiang, “Hal ini membuktikan apa?”

“Kebiasaan menulis dengan tangan kanan tapi memaksa menulis dengan tangan kiri, biasanya

ini dilakukan dengan satu tujuan.”

Tanya Ge Ting Xiang lagi, “Tujuan apa?”

“Dia tidak menginginkan tulisannya dikenal oleh orang lain.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah tulisan asli orang ini sebenarnya sudah aku kenal?”

Xiao Shao Ying hanya diam. Dengan diamnya Xiao Shao Ying berarti dia mengiyakan.

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah aku juga mengenal orang ini? Apakah orang ini bersenbunyi di

dalam Tian Xiang Tang?”

Pertanyaan ini tidak perlu Xiao Shao Ying jawab.

Di dalam hati, Ge Ting Xiang sudah mengetahui jawabannya.

Di luar jendela, cuaca masih cerah, tapi wajah Ge Ting Xiang begitu suram dan gelap. Dengan

perlahan Ge Ting Xiang duduk dan melihat tempat tinta, kemudian dia bertanya, “Apakah tinta

yang dia pakai sama dengan tinta yang aku pakai?”

Xiao Shao Ying mengangguk. Sepertinya dia sudah melihat.

Kata Ge Ting Xiang, “Surat pertama aku terima pada saat pertengahan bulan kemarin.”

“Oh.”

 

Kata Ge Ting Xiang, “Pada waktu itu keadaan masih kacau, kemenangan belum sepenuhnya

milik Tian Xiang Tang. Aku juga jarang ada di perpustakaan ini”

Tanya Xiao Shao Ying,”Di luar ada orang yang berjaga?”

“Ada.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Ada orang yang berjaga, tidak setiap orang bisa masuk.”

“Benar”

Wajah Ge Ting Xiang lebih suram lagi. Tiba-tiba dia berkata dengan dingin, “Banyak atau tidak

banyak tidaklah penting. Satu orang bisa masuk itu sudah cukup.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Surat yang ketiga kapan kau menerimanya?”

“Dua hari yang lalu.”

Kata Xiao Shao Ying, “Waktu itu keadaan sudah tenang. Dia tidak mungkin menulisnya di sini.”

“Benar.”

Kata Xiao Shao Ying, “Tinta yang murah bisa dibeli di mana saja dan mudah dipakai.”

Kata Ge Ting Xiang, “Karena itu di mana dan kapan saja dia bisa menulis surat itu.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Di tempat buang air besar pun dapat dilakukan,

kemudian dia membuang sisa tinta ke dalam pembuangan.”

Kata Ge Ting Xiang, “Ketiga pucuk surat ini muncul secara tiba-tiba. Aku tidak tahu darimana

surat-surat ini bisa masuk!”

Kata Ge Ting Xiang, “Jalan yang tadi kau lalui sudah dipasang 11 macam perangkap, tidak ada

orang yang bisa masuk secara sembunyi-sembunyi, kecuali…”

Kata Xiao Shao Ying, “Kecuali dia adalah orang yang dekat denganmu seperti aku.

Ge Ting Xiang tertawa dingin.

Kata Xiao Shao Ying, “Menurutku orang yang dekat denganmu tidaklah banyak”

“Benar.”

Kata Xiao Shao Ying, “Wakil ketua sedang terluka dan 4 ketua cabang sudah mati semua”

Wajah Ge Ting Xiang berubah lagi.

Dia sudah tahu kata-kata Xiao Shao Ying selanjutnya, tapi dia tetap menunggu Xiao Shao Ying

Tapi Xiao Shao Ying tiba-tiba mengubah topik pembicaraan dan berkata, “Di sini penjagaan

pada siang hari lebih ketat dari pada malam hari.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Mengapa kau mempunyai pemikiran seperti itu?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Pada siang hari yang berjaga 8 orang tapi pada malam hari yang

berjaga hanya satu orang”

Kata Ge Ting Xiang, “Karena satu orang yang berjaga lebih baik daripada 8 orang yang

berjaga.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah Ge Xin adalah orang yang sangat berguna?”

Ge Ting Xiang balik bertanya, “Apakah kau tidak dapat melihatnya?”

“Aku tidak dapat melihatnya.”

Kata Ge Ting Xiang, “Jika kau tidak dapat melihat maka orang lain pun tidak dapat melihatnya”

Kata Xiao Shao Ying, “Dalam beberapa tahun ini dia pasti jarang melakukan kesalahan.”

 

“Ya, dia memang jarang melakukan kesalahan.. “

Suaranya tiba-tiba menghilang… Wajahnya pun berubah. Seseorang yang mempunyai suatu

rencana besar dan pikiran yang mendalam dia tidak akan melakukan suatu kesalahan.

Kata-kata ini dia sering ucapkan, dia tidak akan pernah lupa.

Xiao Shao Ying sedang tersenyum melihat Ge Ting Xiang, dengan santai dia bertanya, “Dia

sudah ikut kau berapa lama dan dia belum pernah melakukan kesalahan itu adalah sesuatu yang

sulit.”

Wajah Ge Ting Xiang menjadi sangat gelap dan menjawab, “Tiga tahun, hanya selama itu dia

ikut denganku”

Kata Xiao Shao Ying, “Tiga tahun bukan waktu yang panjang juga tidak pendek.”

Kata Ge Ting Xiang, “Nama sebenarnya adalah Zhang Xin.”

Kata Xiao Shao Ying, “Nama ini aku belum pernah dengar.”

Mereka saling pandang dan diam.

Tiba-tiba Ge Ting Xiang berkata, “Tempat tinggalnya berada di belakang rumah.”

“Oh.”

Kata Ge Ting Xiang, “Di belakang tempat kau menginap semalam. Di depan ada sebuah

pohon.”

“Oh.”

Kata Ge Ting Xiang, “Mulai sekarang kau tinggal saja di sini, aku akan menyuruh Xiao Xia

menemanimu”

Kata Xiao Shao Ying, “Tapi. “

Ge Ting Xiang memotong perkataan Xiao Shao Ying dan berkata,

“Aku tahu kau ingin bebas, pagi dan siang kau bebas boleh keluar tapi malam hari kau harus

pulang kemari.”

“Mengapa?”

“Karena aku yang menyuruhmu.”

Ge Ting Xiang berkata lagi, “Aku ingin kau memperhatikan semua orang yang berada di sini,

jika ada yang mencurigakan segera bawa orang itu kepadaku.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kata-katamu adalah perintah, tapi kata-kataku.”

Kata Ge Ting Xiang, “Kau terima perintah dariku, kecuali hal ini kau boleh mengambil keputusan

apa pun.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah orang ini pun harus menerima perintahku?”

“Benar.”

“Termasuk Wang Tong?”

“Tidak ada yang terkecuali.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, ”Sebenarnya aku tidak mencurigai Wang Tong, biarpun dia

bersaudara dengan Wang Rui, tapi di antara mereka tidak ada rahasia”

Wajah Ge Ting Xiang tidak menampakkan ekspresi apa pun. Hubungan antara Wang Tong

dengan Wang Rui sepertinya sudah dia ketahui.

Kata Xiao Shao Ying, “Sebenarnya yang aku curigai adalah hal lain.”

“Hal apakah itu?”

 

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah pada malam itu kalian ber 13 orang menyerang Shuang Huan

Men?”

“Benar.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Kecuali kau dan Wang Tong dan 4 ketua cabang, apakah semuanya

pergi?”

“Benar.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Siapakah ketujuh orang lainnya?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Mereka adalah pesilat tangguh yang aku sewa.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah dengan uang?”

“Benar”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Mereka sekarang berada dimana?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Aku hanya mencari mereka untuk menghadapi Shuang Huan Men.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Karena Shuang Huan Men sudah musnah maka mereka pun pergi?”

Kata Ge Ting Xiang “Mereka pergi dengan membawa uang sebanyak 50.000 tail perak.”

Kata Xiao Shao Ying sambil tersenyum, “Uang 50.000 tail perak bukan jumlah yang banyak juga

tidak sedikit.”

“50.000 tail perak tidak banyak?”

Kata Xiao Shao Ying, “Qing Long Bang bisa membayar mereka sebanyak 100.000 tail perak”

Kata Ge Ting Xiang, “Kau curiga mereka juga orang-orang Qing Long Bang?”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku hanya merasa aneh, ketika bertarung dengan Shuang Huan Men,

mengapa mereka tidak terluka dan yang terluka hanya orang-orang kepercayaanmu saja?”

Ge Ting Xiang mengepalkan tangannya. Pertarungan itu sangat kacau, kecuali berkonsentrasi

pada Sheng Tian Ba, dia tidak memperhatikan hal lain.

Empat ketua cabang mati di tangan siapa? Apakah oleh murid-murid Shuang Huan Men? Atau

mati di tangan pesilat yang dia sewa?

Ge Ting Xiang tidak tahu.

Kata Xiao Shao Ying, “Aku merasa jika kau bisa menyewa mereka, Qing Long bang juga bisa

menyewa mereka.”

Dengan perlahan Xiao Shao Ying melanjutkan, “Setelah pertarungan itu, Shuang Huan Men

memang musnah, tapi kekuatan Tian Xiang Tang juga terkuras habis, yang mendapat keuntungan

adalah Qing Long Bang.”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang tertawa dingin dan berkata, “Dulu aku bisa mencari mereka, sekarang

pun aku bisa mencari mereka.”

Kata Xiao Shao Ying, “Apa gunanya jika kau bisa menemu mereka? Mereka tidak akan

mengakui bahwa mereka adalah orang-orang Qing Long Bang.”

Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata “Mengaku atau tidak sama saja”

“Mengapa bisa sama?”

Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata, “Jika sudah sampai keadaan seperti ini aku tidak akan

peduli jika aku salah membunuh orang. Biarpun salah membunuh 1.000 orang pun tidak apa asal

bisa mendapatkan 1 orang yang aku kehendaki. Ini adalah prinsip orang-orang persilatan”

Tanya Xiao Shao Ying, “Kau akan menugaskan siapa untuk mencari mereka? Apakah Wang

Tong?”

 

Ge Ting Xiang sedang memikirkannya.

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah seorang Wang Tong bisa melawan mereka bertujuh?”

Ge Ting Xiang tidak menjawab pertanyaan Xiao Shao Ying, juga tidak perlu menjawabnya.

Tiba-tiba dia berteriak, “Ge Xin!”

Segera dari arah luar ada yang menjawab,

“Ya!”

Ge Ting Xiang sudah mengeluarkan perintah dengan singkat, “Cepat panggil Wang Tong!”

Xiao Shao Ying tidak bertanya juga tidak perlu bertanya. Dia tahu Ge Ting Xiang memanggil

Wang Tong untuk suatu perintah,

“Bunuh orang.”

Dia juga sangat memahami cara-cara Wang Tong membunuh orang. Ketika Ge Ting Xiang

memerintahkan Wang Tong untuk membunuh orang maka ketujuh orang itu sudah pasti mati!

Bab 7

Dibunuh Secara Misterius

Rumah-rumah Tian Xiang Tang sangat besar, berdiri berkelompok serumah demi serumah.

Rumah yang ditinggali oleh Ge Xin adalah ruangan keenam, secara kebetulan di depan pintu

ada sebuah pohon besar.

Pintu itu terbuka, di dalam tidak ada suara apa pun. Ge Xin sepertinya sedang tertidur nyenyak,

dia benar-benar terlihat sangat kelelahan.

Xiao Shao Ying dengan pelan masuk ke dalam ruangan itu. Seseorang dengan sikap hormat

mengikutinya

“Apakah kau yang bernama Ge Zheng?”

“Benar.”

“Berapa lama kau kenal dengan Ge Xin?”

“Hampir 3 tahun.”

“Apakah kalian selalu satu ruangan?”

“Benar.”

“Menurutmu, dia orangnya bagaimana?”

“Dia sangat aneh, dia jarang berbicara dengan kami”

“Tidak pernah minum arak bersama-sama?”

“Dia tidak minum arak, tidak berjudi dan tidak main perempuan.”

Ge Zheng menjawabnya dengan sangat sempurna dan dengan sikap yang baik.

Karena ini adalah perintah dari ketua,

“Bawalah Ketua Xiao Shao Ying untuk melihat-lihat, mulai hari ini kau menjadi pengawal Ketua

Xiao Shao Ying”

Xiao Shao Ying sangat puas terhadap sikap orang ini, karena dia adalah orang yang penurut.

“Apakah kau senang minum arak?”

 

“Kesenanganku adalah minum,” dengan jujur Ge Zheng menjawab.

Xiao Shao Ying tampak lebih puas lagi. Apakah arak lebih senang dengan setan arak?

Di ruangan ketujuh, pekarangannya penuh bunga dan di beranda masih tergantung sarang

burung, sepasang burung sedang berkicau.

“Siapakah yang tinggal di sini?”

“Nona Guo bersaudara dan 6 orang pelayan.”

“Apakah ketua sering datang kemari?”

“Tidak, ketua jarang kemari, Nona Guo yang sering ke tempat ketua.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Nona Guo sudah berapa lama tinggal di tempat ini?”

“Sepertinya belum 2 tahun.”

“Bagaimana dengan adiknya?”

“Sesudah Nona Guo datang antara 7 atau 8 bulan, dia baru menjemput adiknya.”

“Nona Kedua Guo, apakah dia juga sering datang ke ruangan ketua?”

Ge Zheng segera menggelengkan kepala dan menjawab, “Nona kedua adalah gadis baik-baik,

biasanya dia jarang keluar, tidak ada orang yang melihat dia keluar dari sini”

Xiao Shao Ying tertawa lagi.

Di belakang ruangan lebih banyak pohon dan lebih sepi dari tempat tinggal Guo Yu Niang.

Ada angin berhembus membawa bau obat.

“Siapakah yang tinggal di sini?”

“Di sini adalah tempat tinggal Ketua Sun.”

“Ketua Sun? Apakah dia adalah Sun Bin?”

Ge Zheng mengangguk dan menarik nafas,

“Empat orang ketua, sekarang hanya tinggal Ketua Sun saja.”

“Apakah lukanya sangat parah?”

Ge Zheng mengangguk.

“Dia mengalami luka dalam, walaupun sudah banyak tabib yang mengobati dan setiap hari

minum obat tapi hingga saat ini, Ketua Sun tetap tidak bisa sembuh, berdiri pun tidak mampu.”

Xiao Shao Ying berkata, “Aku sudah lama tahu bahwa dia adalah seorang pendekar, sekarang

aku sudah datang kemari, mari kita berkunjung dulu kepadanya.”

Ge Zheng seperti ingin melarang, tapi akhirnya tidak jadi.

Baginya sekarang, kata-kata Xiao Shao Ying adalah perintah Dan dia harus menuruti perintah

Baru saja mereka masuk, di belakang pohon ada bayangan seseorang dan dengan cepat

Bayangan ini sangat langsing, dan sepertinya memakai baju berwarna kuning.

Tapi mengapa Xiao Shao Ying seperti tidak melihat? Tapi Ge Zheng sempat melihatnya, dia

menggeleng-gelengkan kepala dan berkata,

“Gadis itu usianya pun sudah tidak kecil lagi, tapi setiap hari kelakuannya seperti anak kecil,

tidak berani menemui orang.”

Dengan santai Xiao Shao Ying bertanya, “Siapakah gadis itu?”

 

“Dia pasti Chui E (baca e). Pelayan-pelayan Nona Guo semua adalah gadis baik-baik, hanya dia

saja yang pemalu.”

“Apakah dia pelayan Nona Guo?”

“Benar “

Sepertinya Ge Zheng takut Xiao Shao Ying salah mengerti, segera dia menjelaskan,

“Obat-obat untuk Ketua Sun selalu diurus oleh pelayan-pelayan Nona Guo.”

“Oh!”

Kata Ge Zheng lagi, “Karena mereka sudah dilatih oleh Nona Guo. Cara kerja mereka teliti dan

sangat berhati-hati, melayani orang sangat telaten”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Sayang Ketua Sun sakit berat, jika tidak pasti banyak hal

yang harus diurus oleh mereka.”

Penyakit Sun Bin benar-benar tidak ringan.

Di dalam kamar terasa basah dan gelap, daun-daun pohon menutupi sinar matahari, pintu dan

jendela pun tertutup.

“Ketua Sun tidak boleh terkena angin.”

Bau obat begitu menyengat.

“Setiap hari Ketua Sun harus minum 7 hingga 8 bungkus obat.”

Sekarang cuaca sedang panas.

Dulu Ketua Sun pernah terkenal dengan tongkat perak naganya dan pernah membunuh 7

orang penjahat laki-laki berhati baja, sekarang seperti seorang nenek tua terbaring di tempat

tidur. Badannya ditutupi selimut yang tebal

Dia tidak merasa panas, malah seperti kedinginan, semua bagian tubuh ditutupi oleh selimut

tebal dengan rapat.

Ketika ada yang mendorong pintu untuk masuk, dia tidak membalik badan, juga tidak

membuka mulut.

“Chui E baru saja pergi, Ketua Sun sepertinya baru minum obat dan tertidur.”

Ge Zheng menjelaskan lagi, “Setiap kali sesudah minum obat, dia harus tidur sebentar.”

Xiao Shao Ying menjadi curiga, tapi akhirnya dia pelan-pelan keluar dan pelan-pelan menutup

pintu lalu berkata, “Nanti aku akan datang lagi”

Tapi dia tidak segera meninggalkan tempat ini, dia berhenti di depan pintu seperti sedang

mendengarkan sesuatu. Dia tidak mendengar suara apa pun. Di dalam kamar sangat sepi, sedikit

suara pun tidak ada.

“Siapa yang sedang memukul lonceng?”

“Pelayan yang berada di dapur yang terletak di belakang rumah”

“Sekarang adalah waktunya untuk makan malam.”

“Makan malam di sini agak sore, karena kita harus bangun pagi.”

“Kau pergi makan dulu.”

Xiao Shao Ying melambaikan tangan dan berkata, “Hal yang penting sekarang ini adalah

makan.”

“Bagaimana dengan Anda…”

“Aku bisa jalan sendiri”

 

Matahari sudah terbenam, langit merah seperti api. Di pekarangan tidak ada orang, Xiao Shao

Ying berjalan pelan-pelan ke balik pohon.

Pohon beringin yang sangat besar, beberapa orangpun tidak akan bisa memeluk batang pohon

beringin itu.

Bayangan seseorang yang mengenakan baju kuning, yang terlihat ringan yang seperti burung

walet sudah tidak terliihat.

Xiao Shao Ying tidak melihat ada orang yang keluar dari rumah itu.

Dia mengelilingi pohon besar itu, lalu dia tersenyum-senyum, ini sangat aneh.

Pada waktu itu, di dinding rumah yang pendek ada bayangan seseorang, hanya terlihat sekilas,

cahaya perak sudah seperti hujan menyerang punggungnya

Punggung Xiao Shao Ying tidak memiliki mata, tapi untung dia mempunyai telinga, dan

telinganya sangat tajam.

Begitu terdengar suara kelebatan angin, dia sudah meloncat tinggi.

Begiru terdengar suara TING, jarum-jarum sudah terpaku di batang pohon besar itu, Xiao Shao

Ying sudah meloncat ke dinding yang pendek itu.

Tapi bayangan orang tadi sudah hilang.

Di balik semak semak ada beberapa kamar yang sangat bagus. Di beranda tergantung sarang

burung yang berwarna kuning, tiba-tiba ada yang berkata,

“Ada tamu, ada tamu. “

Sepasang burung kakatua yang cerewet. Terpaksa Xiao Shao Ying berjalan ke arah sana.

Sebelum tiba di pintu, sudah ada seorang gadis yang bermata besar dan rambut digerai panjang,

berpakaian hijau keluar.

Dia melotot kepada Xiao Shao Ying dan berkata, “Kau mencari siapa?”

Jawab Xiao Shao Ying sambil tertawa, “Aku bukan mencari orang.”

Si gadis itu lebih galak lagi dan berkata, “Bila datang bukan mencari orang, mengapa harus

sembunyi-sembunyi?”

“Aku hanya datang untuk melihat-lihat.”

“Apakah kau tahu ini tempat apa?”

“Karena tahu, maka aku datang.”

Si gadis kecil itu menatapnya dari atas ke bawah kemudian dari bawah ke atas lalu berkata,

“Siapa kau? Margamu apa”?”

“Aku bermarga Xiao.”

Tiba-tiba si gadis itu tidak tampak galak lagi, dia tertawa dan berkata, “Ternyata Tuan Xiao, kau

datang ke sini pasti mencari nona kedua”

Xiao Shao Ying terpaksa mengakui dan berkata, “Apakah nona keduamu ada?”

Gadis itu tertawa dan menjawab, “Dia tidak ada.”

Nasi belum sempat dimakan, dia sudah pergi mencari Tuan Xiao.

Xiao Shao Ying baru akan pergi, gadis kecil ini berkata lagi, “Namaku Chui E, jika Tuan Xiao

ingin meminta bantuanku, suruhlah orang ke sini untuk mencariku, aku bisa memasak sayur dan

bisa menghangatkan arak”

Namanya Chui E.

Bajunya berwarna hijau.

 

Dia bukan seorang pemalu.

Siapa gadis pemalu yang memakai baju kuning tadi? Apakah Ge Zheng berbohong? Atau dia

sendiri tidak jelas melihatnya?

Sebelum nona kedua pergi, dia masih menyuruh kami untuk memasak beberapa macam sayur,

dan mengantarkannya kepada Tuan Xiao. Sekarang dia pasti sedang menunggu Tuan Xiao.

Xiao Shao Ying tidak pulang.

Dia malah kembali ke ruangan Sun Bin. Tadi Xiao Shao Ying sendiri yang menutup pintu itu,

dan pintu itu tidak dikunci dari dalam.

Dia mendorong pintu lalu masuk.

Rumah itu bertambah gelap, Sun Bin tetap masih diselimuti oleh selimut yang tebal, dia tetap

tidak membalikkan badan.

Sepasang sepatu yang baru, diletakkan dengan rapi di bawah tempat tidur.

Xiao Shao Ying ingin melihat sepatu yang disusun itu seperti apa, jika sudah dipakai, sekali

melihat pun sudah tahu.

Tapi sepasang sepatu itu tidak ada yang mengenakan, Xiao Shao Ying mengerutkan dahi,

seperti merasa aneh juga merasa kecewa.

Apakah dia curiga bahwa orang yang melempar dia dengan senjata rahasia itu adalah Sun Bin

yang sedang sakit berat”?

Tapi bagaimana pun juga ruangan ini penuh dengan suasana seram dan misterius, siapa pun

tidak akan betah tinggal di sini terus.

Begitu dia akan pergi, dan membalikkan badan, dia sudah melihat Ge Ting Xiang.

Langkah Ge Ting Xiang sangat ringan.

Xiao Shao Ying tidak menyangka orang yang begitu tinggi dan besar, mengapa langkahnya

ringan seperti kucing?

Tapi dia lupa kepada binatang yang bisa memakan orang, seperti cheetah dan harimau juga

seperti kucing, di bawah kakinya ada daging empuk seperti bantal.

Mereka adalah binatang sejenis, sama-sama harus makan daging segar baru bisa bertahan

Makanan kucing adalah ikan dan tikus. Makanan harimau dan cheetah adalah kelinci dan rubah.

Dan makanan Ge Ting Xiang adalah orang.

Matahari sore menyinari wajah Ge Ting Xiang, terlihat dia lebih gagah dan berwibawa.

“Kau pasti sudah tahu, orang yang menembak senjata rahasia kepadamu bukan Sun Bin.”

“Kau sudah tahu bahwa aku diserang dengan senjata rahasia oleh orang lain?”

“Semua hal yang terjadi di sini, tidak bisa membohongiku.”

Dia membuka telapak tangannya, di tangannya ada sebuah jarum perak. Dia berkata, “Orang

yang menyerangmu dengan senjata rahasia, apakah dengan barang mainan ini?”

Xiao Shao Ying marah dan berkata, “Ini bukan mainan. Ini adalah senjata rahasia yang dibuat

untuk membunuh orang, walaupun hanya sebuah jarum jika bersarang di badanku, sekarang aku

pasti sudah menjadi orang mati.”

Tapi Ge Ting Xiang malah tertawa dan berkata, “Kau jangan marah kepadaku, yang

menembakmu itu bukan aku.

Senjata itu aku dapatkan dari pohon besar itu”

 

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah kau tahu, siapa yang bisa memakai senjata rahasia beracun

ini?”

Ge Ting Xiang menggeleng-gelengkan kepala dan menjawab, “Aku tahu, senjata ini beracun .”

Xiao Shao Ying memotong kata-katanya dan berkata, “Cara dia melempar lebih telengas lagi,

sekaligus mengeluar 17 sampai 18 buah.”

Kata Ge Ting Xiang, “Aku sudah menghitung, jumlahnya ada 14 buah”

“Empat belas dan 18 tidak berbeda jauh.”

“Beda, beda jauh sekali.”

“Beda di bagian mana?”

“Jika bisa mencapai 18 buah, aku tidak akan bisa melihat senjata rahasia itu sejenis apa”

“Jika sekarang kau bisa melihatnya?”

Ge Ting Xiang mengangguk dan menjawab, “Jarum ini walaupun kecil, tapi begitu terpaku ke

pohon setiap jarum masuk ke tengah-tengah pohon.”

Kata Xiao Shao Ying, “Jika terpaku di badanku, akan masuk ke dalam tulang-tulangku.”

“Benar, itu pasti.”

Mata Xiao Shao Ying bercahaya, seperti yang mengerti apa yang dimaksud oleh Ge Ting Xiang,

dan berkata, “Siapa yang mempunyai kekuatan sebesar itu?”

“Tidak ada seorang pun.”

“Senjata rahasia itu keluar dari mesin berpegas.”

Ge Ting Xiang mengangguk dan berkata, “Senjata rahasia yang memakai mesin di dunia ini dan

yang paling menakutkan adalah Kong Que Ling.”

Kata Xiao Shao Ying, “Untung ini bukan Kong Que Ling, jika tidak 10 Xiao Shao Ying juga akan

mati dunia ini.”

Kata Ge Ting Xiang, “Kecuali Kong Que Ling, masih ada beberapa macam senjata vang juga

sangat menakutkan seperti Qi Xing Tou Gu Zhen, (Jarum Tujuh Bintang Masuk Tulang) itu adalah

salah satunya.”

“Apakah senjata ini adalah Qi Xing Tou Gu Zhen?”

“Orang yang berlatih Qi Xing Tou Gu Zhen biasanya tangan kiri dan di tangan kanan di gunakan

sekaligus Itu adalah senjata yang paling menakutkan.”

Tangan kiri dan kanan, kedua tangan berbarengan melepaskan senjata, dua wadah jarum itu

berisi sebanyak 14 buah jarum.

Kata Xiao Shao Ying,

“Orang yang menguasai senjata rahasia ini tidak banyak.”

Kata Ge Ting Xiang, “Mesin rahasia ini sangat sulit dibuat, karena itu jarang sekali muncul di

dunia persilatan.

Xiao Shao Ying mengambil jarum di tangan Ge Ting Xiang dan berkata, “Kelihatannya mainan

ini tidak ada yang istimewa.”

Kata Ge Ting Xiang, “Tapi wadah peluncuran jarum ini sangat aneh.”

“Oh!”

“Katanya dulu, demi membuat senjata rahasia ini, rambut Qi Qio Tong Zi menjadi putih. Dia

hanya membuat 7 pasang. Sekarang walaupun masih ada sisa, juga tidak akan banyak.”

 

Kata Xiao Shao Ying, “Kelihatannya nasibku sedang mujur, aku bisa mencoba salah satu di

antara satu pasang alat rahasia ini.”

Kata Ge Ting Xiang, “Aku juga tidak menyangka, senjata rahasia ini bisa muncul di sini.”

“Apakah kau juga tidak tahu siapa yang mempunyai senjata rahasia ini?”

Ge Ting Xiang menggeleng-gelengkan kepala.

Kata Xiao Shao Ying,” Siapa pun dia, dia pasti orang Tian Xiang Tang.”

“Siapa pun dia, dia sudah melakukan kesalahan yang bodoh “

“Jika aku sudah mati, dia tidak melakukan kesalahan yang bodoh”

“Tapi kau tidak mati, dia malah sudah membuka identitasnya.”

Xiao Shao Ying tertawa, suara tawanya mengandung ejekan.

“Kau sudah tahu identitasnya?”

“Ya.”

“Siapakah dia?”

“Di badannya jika ada sepasang wadah jarum, ini adalah identitasnya”

Tawa Xiao Shao Ying menghilang, dan berkata, “Asal kita bisa mencari wadah jarum ini, kita

akan bisa menemukan orangnya”

“Akhirnya kau mengerti juga maksudku.”

“Tapi wadah Qi Xing Tou Gu Zhen, kapan pun orang itu bisa membuangnya.”

“Dia pasti tidak akan membuangnya karena dia sangat menyayangi wadah jarumnya, siapa pun

yang mempunyai senjata rahasia ini, dia tidak akan membuangnya.”

“Apakah dia tidak bisa menyimpan di tempat lain?”

“Tidak bisa.”

“Mengapa?”

“Karena ini adalah senjata rahasia untuk menjaga dirinya.”

Kata Ge Ting Xiang lagi, “Jika aku ingin ke Qing Long Bang dan menyamar menjadi mata-mata,

aku juga akan membawa senjata rahasiaku terus.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Jahe yang tua tetap yang pedas.”

Tiba-tiba dia tahu Ge Ting Xiang tidak bisa dipandang dengan ringan.

“Hal ini tidak bisa diselidiki secara terang-terangan, aku ingin diperiksa dengan sembunyisembunyi,”

kata Ge Ting Xiang,

“Karena itu mataku harus dibuka dan harus tetap sabar.”

“Tapi bagaimana pun kita sekarang sudah tahu, ada orang Qing Long Bang di dalam Tian Xiang

Tang.”

“Benar.”

“Dan kita juga tahu di tubuh orang itu terdapat sepasang wadah jarum Qi Xing Tou Gu Zhen”

“Karena itu pula tugasmu baru dimulai, tapi sudah menampakkan hasil,” Ge Ting Xiang tertawa.

“Apakah mereka sudah tahu kau memberi tugas ini kepadaku dan karena itu mereka

menyerangku?”

“Mungkin mereka sudah curiga, karena seseorang yang menjadi pencuri, hatinya selalu penuh

dengan rasa curiga”

 

“Hatiku juga dipenuhi rasa curiga, tadi aku masih mencurigai Sun Bin”

Mereka sudah keluar dari kamar Sun Bin.

Angin meniup daun pohon beringin, di batang pohon masih terpaku 13 buah jarum perak.

Mereka berdiri di bawah pohon beringin itu, angin meniup dedaunan, sangat tepat menutupi

suara mereka yang sedang mengobrol.

“Pasti bukan Sun Bin”

“Mengapa?”

“Dia sudah mengikutiku selama 15 tahun dan dia adalah teman setiaku,” suara Ge Ting Xiang

terdengar sangat yakin.

“Tapi kepala cabang Tian Xiang Tang dari 4 orang sudah mati 3, mengapa nasibnya lebih

mujur?” tanya Xiao Shao Ying

“Karena dia selalu mengikutiku”

Kata Ge Ting Xiang, “Kalau tidak, dia akan mati di tangan Li Qian Shan.”

“Kau membunuh Li Qian Shan? Membunuh dia?”

Ge Ting Xiang menarik nafas dan menjawab, “Sayang, aku bergerak kurang cepat, dia sudah

terluka parah.”

“Karena itu kau berkurang seorang asisten yang baik.”

Ge Ting Xiang mengangguk dengan sedih.

“Tapi aku harus berusaha dengan segala cara agar dia bisa bertahan hidup, walaupun harus

memotong sebelah tanganku, aku akan melakukannya.”

“Aku juga berharap dia bisa terus hidup dan bisa berteman dengan dia.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata lagi,

“Orang yang kau anggap penting sepertinya tidak banyak.”

“Benar, memang tidak banyak”

Ge Ting Xiang menepuk pundaknya dan berkata,

“Karena itu kau juga harus hidup dengan baik.”

Wajah Xiao Shao Ying ternyata juga bisa mengeluarkan wajah terharu.

“Aku pasti bisa mencari orang itu, aku akan membuat dia menyesal,” kata Ge Ting Xiang.

Kata Xiao Shao Ying, “Aku tidak suka diserang secara sembunyi-sembunyi.”

“Siapa pun tidak suka diserang secara sembunyi-sembunyi.”

“Walau bagaimana pun, orang ini harus kau serahkan kepadaku.”

“Aku akan menyerahkannya kepadamu, dan aku juga akan menyerahkan hal lainnya

kepadamu.”

Ge Ting Xiang tersenyum, kemudian dia menepuk lagi pundak Xiao Shao Ying dan berkata,

“Asal kau bisa mencari siapa orang itu, apa pun yang kau inginkan, aku akan memberikannya

kepadamu.”

“Apakah benar?”

Tapi Ge Ting Xiang sepertinya terlihat sedikit ragu.

Kata Ge Ting Xiang,” Aku sudah tua, perempuan yang menyukaiku tidak banyak, perempuan

yang kusukai juga tidak banyak,” dia tersenyum lagi dan berkata,

 

“Aku tahu kau pasti bisa melakukannya demi diriku.”

Xiao Shao Ying juga tertawa.

“Yang tidak boleh diminta, aku pasti tidak akan memintanya, aku bukan orang yang serakah”

“Karena itu pula aku menyukai orang sepertimu”

Pohon di depan pintu Ge Xin, daun-daunnya sudah berguguran, hanya tertinggal batang dan

cabang pohon.

Xiao Shao Ying mendatangi pohon itu lagi.

Dia tetap tidak kembali ke kamarnya, walaupun dia tahu bahwa Xiao Xia sedang menunggunya.

Seorang perempuan jika sudah ditaklukkan oleh laki-laki, menyuruh dia menunggu berapa lama

pun, dia akan tetap menunggunya.

Tapi jika seorang laki-laki sudah menyerang orang lain dengan sembunyi-sembunyi, dia tidak

akan menunggu orang lain mencari bukti.

Dia harus mencaritahu tentang orang ini.

Sepertinya dia sudah tahu, jika bukan Sun Bin orang itu pasti Ge Xin.

Yang menyerang dia adalah laki-laki, dia tahu dan sangat jelas.

Tapi dia tidak melihat Ge Ting Xiang.

Ge Ting Xiang juga tidak kembali ke perpustakaannya, dia sekarang sedang berdiri di luar

pekarangan di dekat dinding yang pendek, dia sedang mendengar suara dari dalam pekarangan.

Dia mendengar 2 kali suara ketukan pintu, mengetuk sebanyak 2 kali, tapi Ge Xin tidak

menyahut, juga tidak membuka pintu.

Dia tahu Xiao Shao Ying pasti tidak menunggu di luar, lebih-lebih tidak akan pergi begitu saja.

Si bocah ini jika mau ke rumah orang lain, di dunia ini tidak ada pintu yang bisa

Terdengar suara pintu didobrak.

Ge Ting Xiang tersenyum.

Hal ini tidak bisa diselidiki dengan terang-terangan harus dengan sembunyi-sembunyi.

Dia ingin tahu cara apa yang digunakan oleh Ge Xin.

Pintu didobrak, dari dalam kamar tidak terdengar suara orang yang kaget atau marah-marah.

Ge Xin adalah seorang yang sangat tenang.

Melihat Xiao Shao Ying mendobrak pintu untuk masuk, dia tetap berbaring di tempat tidur dan

tidak bergerak. Dia hanya menarik nafas dan berbicara sendiri,

“Kelihatannya lain kali aku harus menggantinya dengan papan pintu yang lebih tipis.”

Dengan tertawa dingin Xiao Shao Ying bertanya, “Bukankah harus diganti dengan papan yang

tebal?”

Ge Xin menggeleng-gelengkan kepala dan menjawab,

“Papan tebal tidak baik, harus yang tipis, semakin tipis semakin baik”

“Mengapa harus begitu?”

“Jika papan sekali didobrak langsung hancur, Ketua Xiao Shao Ying tidak akan merasa sakit dan

tidak perlu menghabiskan tenaga yang besar.”

Xiao Shao Ying tertawa.

 

Dia berkata, “Kali ini aku tidak memakai tenaga yang besar.”

Tawanya membuat bulu kuduk berdiri.

Dia berkata lagi, “Tenagaku sengaja kusisakan untuk membunuh orang.”

“Membunuh orang? Membunuh siapa?”

“Aku hanya ingin membunuh orang ini. Membunuh orang yang menyerangku dari belakang,”

jawab Xiao Shao Ying.

“Siapa yang berani menyerang Ketua Xiao?”

“Apakah kau tidak tahu.”

“Tidak tahu,” jawab Ge Xin sambil menguap,

“Aku jarang mempunyai waktu untuk tidur.”

“Apakah sejak tadi kau terus tidur?”

Ge Xin mengangguk dan menjawab, “Karena aku selalu kurang waktu untuk tidur, bila sudah

tidur aku akan tidur seperti orang mati.”

“Sayangnya, kau tidak seperti orang mati,” kata Xiao Shao Ying sambil tertawa dingin, dia

berkata lagi, “Dan kau tidak seperti orang yang baru bangun tidur.”

“Bagaimana kondisi orang yang baru bangun tidur?”

“Orang yang baru bangun tidur, di bawah sepatunya tidak ada tanah.”

Kaki Ge Xin baru dikeluarkan dari balik selimut, di bawah sepatunya memang sangat kotor,

apakah dia tadi keluar tanpa alas kaki? Kemudian menembakkan senjata rahasia Qi Xing Tou Gu

Zhen ke arah Xiao Shao Ying?

Kata Ge Xin, “Bagian atas kakiku juga kotor, aku tidak senang mencuci kaki, katanya bila orang

sering mencuci kaki akan sering sakit.”

Xiao Shao Ying melotot ke arahnya.

“Tenagamu itu bukankah untuk membunuh orang? Dan menyerang orang lain dengan senjata

rahasia?”

“Tapi aku hanya membunuh satu macam orang saja”

“Orang macam apakah itu?”

“Begitu dibunuh, langsung mati”

“Ada kalanya orang bisa lengah seperti kuda, ada kalanya dia bisa terpeleset,” kata Xiao Shao

Ying sambil tertawa dingin.

“Siapa pun pasti ada waktu lengah.”

Tiba-tiba Ge Xin membuka matanya lebar-lebar, dengan kaget dia menatap Xiao Shao Ying,

seperti baru mengerti dengan ucapan Xiao Shao Ying yang tadi!

“Apakah Ketua Xiao menganggap bahwa aku adalah orang yang menyerang dari belakang?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Iya atau bukan, bagiku sama saja “

“Mengapa bisa sama?”

“Aku tetap harus membunuhmu”

Ge Xin terpaku.

Kata Xiao Shao Ying, “Berdiri!”

“Aku akan mati, mengapa sekarang harus berdiri?”

 

“Aku tidak ingin membunuh orang yang berada dalam posisi berbaring.”

“Tapi aku lebih senang mati dalam posisi berbaring.”

Dia menghembuskan nafas dan berkata, “Bila seseorang akan mati, dia mempunya hak memilih

cara untuk mati.”

“Aku menyuruhmu mati dengan posisi berdiri, kau harus mau melakukannya.”

“Biasanya kau tidak tahu aturan.”

“Sekarang aku sudah berubah”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying berlari ke arah tempat tidur Ge Xin, menarik dan menamparnya.

Ge Xin tidak menghindar, matanya ditutup, dengan ringan dia berkata, “Sekarang kau adalah

ketua, kau boleh tidak tahu aturan, tapi aku juga tidak akan berdiri.”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku mempunyai cara supaya kau mau berdiri”

Tangannya siap mengangkat tubuh Ge Xin, tiba-tiba dari bawah tempat tidur terdengar ada

suara aneh.

“Apakah di bawah tempat tidur ada orang?”

Kaki Xiao Shao Ying sekali menendang, tempat tidur itu langsung hancur, di bawah tempat

tidur ada yang berteriak karena terkejut.

Itu adalah suara perempuan.

Di bawah tempat tidur memang ada seseorang, seorang perempuan yang telanjang bulat.

Kali ini giliran Xiao Shao Ying yang terpaku.

Perempuan itu cantik dan masih muda, dadanya besar dan kencang, pinggangnya ramping,

kakinya panjang.

Walaupun Xiao Shao Ying tidak terus melihat ke arah gadis itu, tapi dia sudah tahu dengan

Karena mata Xiao Shao Ying sangat tidak jujur.

Wajah gadis itu mulai memerah, dia menarik selimut Ge Xin untuk menutupi dirinya. Gadis itu

lupa bahwa tubuh Ge Xin bagian bawah kecuali selimut ini sebagai penutupnya, bagian tubuh itu

seperti bayi yang baru lahir.

Kali ini walaupun Xiao Shao Ying sudah melihat, tapi dia tidak melihat secara jelas.

Ge Xin tertawa kecut dan berkata,”Sekarang kau sudah tahu mengapa aku tidak mau berdiri.”

Xiao Shao Ying pun tertawa kecut, “Sekarang aku juga tahu mengapa kau selalu kurang tidur.”

Tiba-tiba gadis itu berkata, “Kau harus mengerti bahwa yang menyerangmu itu bukan dia.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah sejak tadi kau berada di sini?”

Wajah gadis itu memerah lagi, dia mengangguk, “Dari tadi dia tidak keluar.”

Xiao Shao Ying melihat gadis itu, melihat Ge Xin, tiba-tiba dia tertawa.

Gadis itu membagi setengah selimutnya kepada Ge Xin.

Dengan tersenyum Xiao Shao Ying berkata, “Ada gadis seperti dirimu di sisinya, dia tidak akan

secara sembunyi-sembunyi menyerang orang lain.”

Kata gadis itu,

“Bila dia akan pergi, aku juga tidak akan mengijinkannya.”

Kata Xiao Shao Ying sambil tertawa, “Aku adalah orang yang berpengalaman.”

 

Perempuan itu juga tertawa dan berkata, “Aku pun bisa melihatnya”

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak.

“Bila aku ditemani gadis seperti dirimu, aku pun tidak akan pernah cukup tidur.”

Dia menepuk pundak Ge Xin dan berkata, “Mengapa tidak sejak tadi kau beritahu kepadaku?”

“Karena…,” jawab Ge Xin, “karena hal ini tidak boleh diketahui oleh ketua.”

“Mengapa?”

“Karena gadis ini adalah pelayan Nona Guo sebenarnya dia tidak boleh datang kemari.”

Akhirnya Ge Xin berkata jujur juga.

“Dia pelayan Nona Guo? Siapakah namanya?”

“Dia bernama Chui E.”

“Chui E, Chui E, Chui E lagi”

“Memangnya ada berapa Chui E?”

“Hanya ada satu”

Xiao Shao Ying tertawa kecut, hanya ada satu Chui E, tapi dia sudah bertemu dengan 3 orang

Chui E.

“Aku adalah Chui E, bila kau akan memberitahu kepada ketua, aku tidak takut, mati pun aku

akan ikut dengannya.”

Chui E menarik Ge Xin dan berkata, “Bagaimanapun aku harus ikut dengannya.”

Kelihatannya ini adalah Chui E yang asli.

Lalu yang dua orang itu siapa?

Chui E, nama ini tidak begitu bagus juga tidak istimewa, mengapa harus memakai nama Chui

E?

“Mengapa Ge Xin harus berbohong? Dia berbohong untuk alasan apa?”

Akhirnya Xiao Shao Ying meninggalkan tempat itu, dengan keadaan seperti itu dia selalu

merasa kasihan, dengan tersenyum dia keluar dari rumah itu, tidak lupa menutup pintu yang

sudah terbelah menjadi dua.

“Kau harus menggantinya dengan pintu yang baru, semakin tebal semakin baik.”

“Walaupun aku memasang pintu besi, bila bertemu dengan orang seperti dirimu, tidak akan ada

gunanya.”

Kata-kata ini diucapkan oleh Ge Xin.

Begitu keluar dari pekarangan, dia sudah melihat Ge Ting Xiang.

Wajah Ge Ting Xiang tersenyum dan berkata,

“Sepertinya kecurigaanmu terlalu besar dan tidak tahu aturan.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Walaupun sudah salah membunuh 1.000 orang, aku

tetap tidak akan melepaskan satu orang yang kukejar, kata-kata ini kau sendiri yang

mengucapkannya.”

“Apakah kau selalu ingat dengan semua perkataanku?”

“Hingga ke setiap huruf tidak akan kulupakan.”

Ge Ting Xiang melihatnya, sorot matanya memancarkan suatu kepuasan.

“Aku bukan orang yang berlaku ketat terhadap anak buah.”

 

Dia melanjutkan lagi,

“Demi diriku, mereka rela mengeluarkan keringat dan darah, bila mereka hidup tidak lurus, aku

pun tidak akan bertanya lagi.”

“Tapi terhadap Ge Xin perlakuanmu tidak sama.”

Jawab Ge Ting Xiang, “Karena pada malam hari tanggung jawabnya lebih berat, aku ingin pada

siang hari dia bisa tidur dengan nyenyak.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Bila sudah bertemu dengan gadis seperti Chui E, tidak

ada seorang laki-laki pun yang bisa tidur”

Ge Ting Xiang juga tertawa dan berkata, “Mendengar perkataanmu, sepertinya dia sungguhsungguh

terhadap Ge Xin.”

“Apakah kau akan menjodohkan mereka?”

Ge Ting Xiang menggangguk dan berkata, “Seorang laki-laki bila sudah saatnya, dia

membutuhkan seorang perempuan, walaupun dalam hal ini dia sudah melakukan kesalahan,

tapi…”

Xiao Shao Ying sudah menyambung kata-katanya, “Kadang-ladang melakukan kesalahan lebih

baik, karena bila orang itu mempunyai rencana busuk atau memiliki niat terselubung, dia tidak

akan melakukan kesalahan”

Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Kau benar-benar tidak melupakan satu

kata pun dari perkataanku.”

Cahaya matahari yang terbenam menyinari wajah mereka yang berseri. Hari ini sepertinya

mereka terlihat lebih bahagia.

“Bila kau tidak mempunyai keperluan lain, tinggallah di sini, temani aku makan malam, aku

akan membuka seguci Arak Ni Er Hong untukmu.”

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku kebetulan mempunyai keperluan lain.”

Xiao Shao Ying menolak undangan Ge Ting Xiang.

“Kau mempunyai keperluan apa?” tanya Ge Ting Xiang

“Karena aku adalah seorang laki-laki yang usianya sudah cukup,” jawab Xiao Shao Ying,

“apalagi Xiao Xia sedang menungguku, dan dia sudah memasakkan sayur untukku.”

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Masing-masing sedang ditunggu oleh gadisnya, tidak akan

ada yang mau menemani aku yang sudah tua ini untuk makan malam.”

“Ada satu orang, walaupun ada 800 orang gadis menunggunya, dia akan tetap menemanimu

makan,” jawab Xiao Shao Ying.

Ge Ting Xiang tahu siapa yang dimaksud oleh Xiao Shao Ying.

“Tapi hari ini aku tidak menyuruhnya datang.”

“Mengapa?”

“Karena aku tidak mau disangka oleh orang lain bahwa aku adalah seorang pak tua yang sudah

lelah,” jawab Ge Ting Xiang sambil tertawa,

“Ada dia di sisiku aku tidak akan pernah cukup tidur dan selalu tidak bersemangat.”

Xiao Shao Ying tiba-tiba menunjukkan ekspresi terharu, dia tahu bahwa pak tua ini sudah

menganggapnya sebagai teman, karena kata-kata seperti ini baru bisa diucapkan di hadapan

seorang teman.

Ge Ting Xiang menepuk pundaknya,

 

“Pergilah! Aku akan menyuruh seseorang mengantarkan Arak Ni Er Hong ke tempatmu, ada

sayur lezat harus ditemani oleh arak yang enak!”

Kata Xiao Shao Ying,

“Aku akan tinggal di sini untuk menemanimu.”

Tapi Ge Ting Xiang menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak, tidak perlu kau temani, bila

seseorang sudah tua dia harus bisa minum arak sendiri dan makan sendirian, aku sudah terbiasa

dengan hal seperti ini.”

Ge Ting Xiang sambil tersenyum berlalu dari pekarangan itu.

Xiao Shao Ying melihat sosok Ge Ting Xiang yang tinggi dan besar yang menghilang dari

pandangannya, tiba-tiba matanya bersorot aneh, seperti sedih tapi juga seperti ketakutan.

Dia semakin mengerti dengan orang tua ini.

Dia semakin tahu bahwa orang tua ini tidak kejam dan dingin seperti yang disangkanya semula.

Apakah persahabatan berasal dari saling mengerti di antara dua orang manusia? Sebenarnya

hal ini tidak perlu ditakuti dan tidak perlu merasa sedih.

Apa yang di pikirkan dalam hati Xiao Shao Ying? Tidak ada seorang pun yang tahu, hal yang

dilakukan oleh Xiao Shao Ying tidak ada seorang pun yang tahu.

Bab 8

Saling Bunuh

Malam sudah tiba.

Ge Ting Xiang tampak sedang berjalan, di pekarangan rumah sudah dipasangi oleh lampulampu.

Lampu-lampu itu menerangi bunga-bunga yang berada di pekarangan.

Wajah Ge Ting Xiang masih tersenyum. Dia berpikir bahwa orang seperti Xiao Shao Ying

membuat banyak kelucuan,

“Kalau saja aku mempunyai putra seperti dia…”

Dia tidak meneruskan pikirannya.

Dia tidak mempunyai seorang putra.

Perjuangan yang panjang dan pertarungan-pertarungan berdarah membuatnya kehilangan

kesempatan untuk mencari seorang istri.

Sekarang perjuangan yang berat dan berdarah sudah memperlihatkan hasil, dia tidak perlu

berjuang mati-matian lagi.

Pendekar yang melewati perjuangan-perjuangan berat sekarang sedang memikirkan

membentuk suatu keluarga,

“Mungkin aku akan menyuruh Guo Yu Niang melahirkan seorang putra untukku.”

Dia ingin menyampaikan pemikiran ini dan ingin menyuruh Guo Yu Niang untuk segera datang

ke kamarnya.

Tiba-tiba dia mendengar ada orang yang berteriak. Arah teriakan itu berasal dari belakang

Ge Ting Xiang bukan pertama kalinya mendengar suara teriakan seperti ini, jika dia

mengayunkan pisaunya kepada orang lain maka suara teriakannya akan sama seperti yang baru

saja terdenga.r Ge Ting Xiang baru pertama kali mendengar suara teriakan Xiao Shao Ying.

Ternyata Xiao Shao Ying adalah orang yang berteriak itu.

 

Suara itu berasal dari Xiao Shao Ying.

Kecuali ada golok yang diayunkan ke tubuh seseorang, jika tidak maka tidak akan ada orang

mengeluarkan suara seperti itu.

Golok siapakah yang diayunkan ke tubuhnya? Pemuda yang lincah dan memiliki ilmu silat yang

tinggi, apakah telah terkena sabetan golok orang lain?

Ge Ting Xiang sudah berlari ke belakang rumah dengan cara melewati atap-atap rumah.

Gerakan Ge Ting Xiang masih sangat lincah dan kuat juga masih tanggap. Jika dilihat dari

gerakannya tidak ada orang yang menyangka bahwa dia adalah seorang yang sudah tua.

Usia Ge Ting Xiang yang sudah setengah baya tidak membuatnya menjadi gemuk atau pikun,

malah membuatnya semakin matang, sewaktu dia bergerak terlihat lebih sempurna.

Tapi sekarang Ge Ting Xiang sudah tidak sabar, di dalam Tian Xiang Tang siapa yang bisa

melukai Xiao Shao Ying, kecuali Wang Tong.

Tapi Wang Tong sedang menjalankan tugas yang dia berikan. Apakah Guo Yu Niang? Lebihlebih

itu tidak mungkin. Tangan Guo Yu Niang bukan untuk memegang golok tapi digunakan untuk

memegang tangan laki-laki. Apakah Ge Xin?

Dia tidak bisa banyak berpikir lagi, begitu Ge Ting Xiang melewati atap yang kedua dia melihat

2 orang sedang bertarung.

Ilmu silat kedua orang itu sangat tinggi. Yang sedang bertarung adalah Ge Xin tapi yang

sedang bertarung dengannya bukanlah Xiao Shao Ying.

Xiao Shao Ying sudah terjatuh, seluruh badannya sudah penuh dengan darah, benar-benar dia

telah terkena sabetan golok dan dia mengalami luka yang tidak ringan.

Golok yang digunakan sudah merah karena terkena darah segar.

Tapi golok yang merah karena mengenai tubuh Xiao Shao Ying bukanlah berasal dari golok

yang berada di tangan Ge Xin tapi golok yang berada di tangan orang yang sedang bertarung

Orang itu adalah Wang Tong.

Seharusnya Wang Tong sudah pergi setelah menerima perintah darinya, tapi mengapa

sekarang dia belum pergi juga?

Ge Ting Xiang belum habis pikir, dia melihat kaki Xiao Shao Ying sedang menendang ke udara.

Sepasang kakinya menendang, ilmunya adalah ilmu silat yang jarang terlihat di dunia persilatan.

Ilmu ini adalah ilmu untuk menyelamatkan diri di saat bahaya mengancam.

Gerakan Wang Tong agak lambat, dia berhasil menghindari kaki kiri Xiao Shao Ying, tapi dia

tertambal menghindar kaki kanannya.

Kaki kanan Xiao Shao Ying sudah menendang pinggang Wang Tong, kepalan tangan Ge Xing

seperti paruh elang mengarah ke arah tenggorokan Wang Tong.

Serangan ini amat mematikan.

Ge Ting Xiang sudah ingin melerai pertarungan ini tapi dia sudah terlambat.

Ge Ting Xiang mendengar suara retak dari tenggorokan Wang Tong melihat mata Wang Tong

seperti ikan yang sudah mati.

Xiao Shao Ying pun roboh ke tanah dengan posisi telungkup, nafasnya terengah-engah.

Tubuh Ge Xin pun terkena banyak goresan golok Wang Tong, dia sedang membungkuk karena

Ge Xin masih berusaha bangun dan memapah Xiao Shao Ying, dan bertanya kepadanya,

“Bagaimana keadaanmu?”

 

Xiao Shao Ying hanya tersenyum dan berkata, “Aku tidak akan mati.”

Dia menyandar pada Ge Xin dan berkata, “Aku tidak menyangka kau akan menolongku, aku

sudah salah memandangmu”

Ge Xin juga berkata, “Aku pun sudah salah menilai Wang Tong”

Mereka tidak melihat Ge Ting Xiang, karena pertarungan tadi menyebabkan mereka kehabisan

tenaga dan pertarungan tadi adalah pertarungan antara hidup dan mati.

Wajah Ge Ting Xiang sangat pucat.

Dia turun dari atap rumah, dia sudah tahu bahwa Wang Tong sudah tidak dapat tertolong lagi.

Pembunuh nomor satu dari Tiang Xiang Tang, mati dengan keadaan patah tulang di 5 tempat.

Sekarang Ge Ting Xiang baru melihat pergelangan tangan Xiao Shao Ying sudah putus, dia

segera mendekat dan memapah Xiao Shao Ying, dia bertanya, “Apa yang sudah terjadi?”

Melihat Ge Ting Xiang, Xiao Shao Ying menghembuskan nafas panjang dan berkata, “Akhirnya

aku menemukan satu orang”

“Menemukan siapa?”

“Orang Qing Long Bang.”

“Wang Tong?”

“Aku juga tidak menyangka bahwa Wang Tong lah orangnya, karena itu aku mendatanginya

secara langsung”

Tanya Ge Ting Xiang, “Dia menyuruhmu datang kemari?”

“Dia mengatakan ada rahasia yang akan dia beritahukan kepadaku, tapi tiba-tiba dia

membokong aku”

Kata Xiao Shao Ying lagi, “Dia menyerang dengan sangat cepat”

Kata Ge Xin, “Sewaktu aku datang kemari aku melihat Ketua Xiao roboh. Wang Tong masih

ingin mengayukan golok untuk kedua kali dengan tujuan menghabisi Ketua Xiao”

Kata Xiao Shao Ying, “Jika bukan Ge Xin yang menolongku, aku mungkin sudah mati di bawah

golok Wang Tong.”

Kata Ge Xin, “Tadinya aku pun tidak mengetahui apa yang terjadi, juga tidak berani membantu,

untung aku mendengar perkataan Wang Tong.

Tanya Ge Ting Xiang, “Perkataan apa?”

“Qi Xing Tou Gu Zhen, yang kau cari ada di tanganku, setelah kau mati maka aku akan

memberikannya kepadamu”

Kata Ge Xin lagi, “Kata-kata ini dia katakan sewaktu dia sedang mengayunkan golok ke arah

Ketua Xiao.”

Ge Xin melanjutkan, “Kemudian Ketua Xiao bertanya kepadanya, apakah itu adalah barang

curian? Dan Wang Tong mengakuinya.”

Tanya Ge Ting Xiang lagi, “Karena itu kau menyerangnya?”

“Dia tidak menyangka aku akan menyerangnya.”

“Mengapa kau juga bisa berada di sini tepat pada waktunya?”

Ge Ting Xiang juga segera datang ke tempat ini setelah mendengar teriakan Xiao Shao Ying,

tapi dia tidak habis pikir mengapa Ge Xin lebih dulu sampai di sini?

 

Jawab Ge Xin dengan ragu-ragu, “Karena aku selalu mengikuti Ketua Xiao. Sebenarnya aku

ingin menanyakan sesuatu kepada Ketua Xiao. Ketua pernah mengatakan apa saja kepada Ketua

Xiao.”

Dengan marah Ge Ting Xiang berkata, “Coba kau lihat apakah Qi Xing Tou Gu Zhen masih

berada di badannya?”

Benar saja senjata rahasia itu berada di badan Wang Tong.

Ge Ting Xiang melihat sepasang senjata rahasia itu pandangannya sekarang berubah dan

melihat ke arah Wang Tong. Dia melihat Wang Tong dengan suatu emosi. Apakah sedih? Apakah

menyayangkan? Apakah marah?

Ge Ting Xiang berkata, “Aku selalu baik kepadanya, mengapa dia tega melakukan ini? Mengapa

dia mengkhianati aku?”

Xiao Shao Ying sangat mengerti perasaan Ge Ting Xiang. Wang Tong adalah orang yang sangat

dia percayai dan juga asisten yang paling mengerti dia, sekarang dia dikhianati oleh orang yang

paling dekat, hatinya pasti merasa sangat tidak enak.

Kata Xiao Shao Ying, “Mungkin sebaiknya aku tidak membunuhnya, karena dengan

kematiannya kau kehilangan tangan kananmu.”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Walaupun aku kehilangan tangan kananku tapi

aku mendapatkan penggantinya “

“Siapakah penggantinya?”

“Kau.”

Kata Xiao Shao Ying dengan sedih, “Sayang, aku pun kehilangan sebelah tanganku ini.”

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Hanya mempunyai sebelah tangan pun tidak apa-apa,

seorang Xiao Shao Ying yang tangannya buntung lebih baik daripada seorang Wang Tong.”

Dia memapah Xiao Shao Ying dan berkata, “Oleh karena itu kau jangan merasa sedih,

walaupun kau kehilangan tangan kananmu tapi bisa digantikan dengan banyak benda”

“Memangnya aku bisa mendapatkan benda apa?”

“Paling sedikit kau mendapatkan kepercayaanku.”

Dengan perlahan Ge Ting Xiang berkata, “Mulai hari ini kau kuangkat sebagai wakil ketua.”

“Tapi aku….”

Ge Ting Xiang memotong perkataannya dan berkata, “Aku sudah tua, tidak mempunyai anak,

begitu aku meninggal dunia, semua yang kuperjuangkan akan menjadi milikmu, karena itu kau

harus terus semangat dan bekerja dengan baik”

Xiao Shao Ying memandang Ge Ting Xiang, dia sangat terkejut sampai-sampai dia kehilangan

kata-kata untuk menjawab.

Tanya Ge Ting Xiang, “Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?”

Xiao Shao Ying mengangguk.

Tanya Ge Ting Xiang, “Apa yang sedang kau pikirkan?”

Xiao Shao Ying tertawa dan menjawab, “Aku sedang berpikir, apakah malam ini aku masih bisa

minum Arak Nu Er Hong.”

Ge Ting Xiang juga tertawa dan berkata, “Sebelah tanganmu sudah hilang, tapi kau masih

sempat berpikir untuk minum arak? Orang sepertimu tidaklah banyak.”

“Aku bukan orang, aku adalah setan arak.”

 

Ge Ting Xiang tersenyum dan dia berbalik bertanya kepada Ge Xin, “Apakah kau pernah melihat

setan arak seperti ini?”

“Belum pernah.”

Ge Ting Xiang melihat tangan Xiao Shao Ying yang masih mengeluarkan darah, dia menarik

nafas dan berkata, “Bila orang ini adalah setan arak, tubuhnya pasti terbuat dari besi”

Sebenarnya Xiao Shao Ying bukan terbuat dari besi, sekarang saja dia sudah mulai merasa

Hari sudah malam.

Dengan obat terbaik, Ge Ting Xiang membalut luka Xiao Shao Ying. Ge Ting Xiang berkata,

“Aku akan sisakan Arak Nu Er Hong untukmu, tapi sekarang kau jangan memikirkan itu dulu”

Ge Ting Xiang sudah berkali-kali berpesan kepadanya supaya tidur dan beristirahat jangan

memikirkan apa-apa.

Sebenarnya Xiao Shao Ying tahu bahwa dia harus tidur, tapi dia tidak bisa tidur.

Tidur layaknya seperti seorang perempuan. Jika kau tidak menginginkannya dia akan datang,

tapi ketika kau menginginkannya dia akan meninggalkanmu.

Apalagi dalam pikirannya dia selalu memikirkan perempuan. Sewaktu dia sdang memikirkan

perempuan, yaitu Guo Yu Niang, Chui E, dan Xiao Xia.

Waktu dia sedang memikirkan perempuan-perempuan itu, Xiao Xia sudah muncul.

Cahaya lampu yang redup Xiao Xia sangat mirip dengan Guo Yu Niang, dia tampak lebih muda,

matanya lebih besar, tapi dia tidak selembut dan secantik Guo Yu Niang.

Tapi dia mempunyai kelebihan lain.

Dari luar terlihat seperti gadis baik-baik, namun di balik semua itu tersimpan kobaran api.

Perempuan semacam itu tidaklah banyak.

Xiao Xia sudah duduk, dia duduk di tempat tidur, melihat ke arah Xiao Shao Ying dan berkata,

“Kau sudah menungguku sejak tadi?”

Xiao Shao Ying mengangguk.

Kalau kau pulang lebih awal tidak akan terjadi hal seperti ini”

Kata Xiao Shao Ying, “Terjadi hal seperti ini pun tidak terlalu

buruk”

Xiao Xia tertawa dingin, “Tapi perempuan tidak menyukai laki-laki yang hanya mempunyai

tangan sebelah, perempuan lebih menyukai laki-laki yang mempunyai delapan tangan.”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying dengan sebelah tangannya memeluk pinggang Xiao Xia.

Sebelah tangan Xiao Shao Ying sangat ajaib, begitu terbaring di atas tempat tidur Xiao Xia

sudah melunak dan dia bertanya,” Apakah kau tidak merasa sakit?”

“Aku tidak pernah sakit karena apa pun.”

Dengan lembut Xiao Xia berkata, “Tapi hatiku yang sakit “

“Kau tidak seperti orang sakit.”

“Aku seperti apa?”

Xiao Shao Ying berbisik, “Kau seperti kucing yang sedang birahi”

Xiao Xia yang sedang lemas, tiba-tiba seperti seekor ular sudah melilit Xiao Shao Ying, dan

berkata, ”Jika aku seekor kucing maka kau adalah tikusnya, sekarang aku akan memakanmu”

 

Xiao Xia seperti ingin memakan orang.

Di dunia ini ada seorang perempuan jika dia sedang berdiri dia terlihat sangat anggun tapi

ketika berada di tempat tidur dia berubah total Xiao Xia adalah perempuan semacam ini

Kata Xiao Shao Ying seperti orang yang memohon,

“Jangan terlalu kasar padaku, aku orang yang sedang terluka”

Xiao Xia tidak peduli, “Aku tidak mau tahu mengapa kau terluka, tapi orang-orang mengatakan

bahwa kau adalah seorang yang terbuat dari besi, aku ingin membuktikannya”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku bukan orang yang terbuat dari besi, aku…”

Kata-kata ini belum selesai Xiao Xia sudah menggigit leher Xiao Shao Ying sepertinya darah

akan keluar.

Walaupun demikian Xiao Xia tetap tidak berhenti dan tidak melepaskannya, dari matanya keluar

sorot yang aneh.

Xiao Shao Ying belum pernah takut pada seorang perempuan, tapi sekarang dia mulai merasa

Sikap perempuan ini sudah seperti seekor binatang, dia juga menganggap Xiao Shao Ying juga

seperti seekor binatang.

Xiao Shao Ying tiba-tiba teringat kata-kata Ge Zheng, “Nona kedua biasanya jarang keluar dari

pintu, lebih-lebih tidak ada orang yang melihatnya keluar dari pekarangan ini.”

Ge Zheng adalah seorang yang jujur, mengapa semua kata-katanya palsu?

Mengapa?

Xiao Shao Ying tidak meneruskan pertanyaan ini, dia tidak ada waktu untuk memikirkannya.

Ada seorang perempuan seperti Xiao Xia di sisinya, siapa pun tidak ada waktu untuk

memikirkan hal lain.

Untungnya pada saat itu ada suara dari luar jendela yang memanggil,

“Nona Kedua.”

“Siapa?”

“Aku Cui E, Nona besar ada perlu denganmu nona harus cepat ke sana”

Xiao Xia menarik nafas dan berkata, “Biasanya kakak jarang memanggilku, tapi begitu aku ada

perlu, dia panggil-panggil, sungguh menyebalkan!”

Xiao Xia membereskan rambutnya, ingin berdiri tapi Xiao Shao Ying memeluknya lagi.”

Xiao Xia tertawa dan meminta, “Kali ini lepaskanlah aku dulu, aku pergi sebentar nanti aku akan

kembali lagi.”

Kata Xiao Shao Ying, “Tidak bisa, kau jangan pergi!”

“Kakakku sangat galak, bila aku tidak menemuinya dia akan marah besar kepadaku”

“Siapa kakakmu?”

“Kau jahat, kau sudah tahu kenapa sengaja masih bertanya lagi?”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah kakakmu adalah Guo Yu Niang?”

“Ya.”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Kau adalah Guo Yu Niang, mengapa kau harus

menemui dirimu sendiri?”

Xiao Xia sangat terkejut dan bertanya, “Kau mengatakan apa?”

 

Dengan santai Xiao Shao Ying berkata, “Aku bilang, kau adalah Guo Yu Niang, Guo Yu Niang

adalah kau.”

Xiao Xia terkejut dan melihat dia kemudian memegang dahinya. Dia berkata, “Apakah kau sakit

dan suhu tubuhmu panas?”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku sangat sadar dan selalu sadar.”

Kata Xiao Xia, “Mengapa kau mengatakan bahwa aku adalah kakakku?”

“Karena hari ini aku melihat sesuatu yang sangat menarik”

“Apa yang telah kau lihat?”

“Aku sudah melihat 3 orang Cui E.”

Xiao Xia menarik nafas dan berkata, “Suhu tubuhmu pasti sangat tinggi, tadi kau mengatakan

apa? Aku tidak mengerti sama sekali?”

“Seharusnya kau mengerti dan harus lebih mengerti dari pada orang lain.”

“Tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan 1 orang Cui E bisa menjadi 3 orang Cui E?”

Tanya Xiao Xia lagi, “Sekarang apakah kau sudah mengerti?”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “3 orang Cui E, 2 di antaranya adalah palsu”

“Dua orang yang mana?”

“Yang aku lihat di rumah Sun Bin, bukanlah Cui E tapi itu adalah kau. Aku tidak melihat dengan

jelas, demikian juga dengan Ge Zheng. Ge Zheng mengetahui bahwa kau sering ke sana dan dia

tidak ingin aku mengetahuinya karena itu dia membohongiku dengan mengatakan bahwa dia itu

adalah Cui E.”

Kata Xiao Shao Ying lagi, “Kau juga bukanlah Xiao Xia, yang aku lihat Cui E kedua itulah Xiao

Xia. Dia juga mengetahui rahasiamu karena itu juga dia tidak mau aku mengetahuinya. Dia pun

berbohong padaku, dia mengatakan bahwa dia adalah Cui E.”

“Mengapa semua orang mengaku mereka adalah Cui E, apakah itu adalah nama khusus?”

Kata Xiao Shao Ying, “Nama ini tidak baik, tapi mereka tahu bahwa Cui E selalu bersembunyi di

kamar Ge Xin, dia tidak akan mungkin bisa bertemu denganku, maka mereka memilih nama itu”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Siapa yang menyangka ternyata aku masuk ke dalam

kamar Ge Xin dan melihat Cui E yang sebenarnya.”

Xiao Xia mengerjapkan mata dan berkata, “Bila aku bukan Xiao Xia mengapa aku harus

memalsukan dia?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Karena Xiao Xia boleh tidur dengan laki-laki lain, sedangkan Guo Yu

Niang tidak boleh. Apakah Guo Yu Niang tahu bahwa Ge Ting Xiang adalah seorang pencemburu?

Tapi sayang Ge Ting Xiang yang bertubuh besar tidak mempunyai tenaga yang besar, kadangkadang

dia menutup diri di perpustakaan karena takut pada Guo Yu Niang.”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Sayang, Guo Yu Niang adalah seorang perempuan

yang tidak dapat hidup tanpa laki-laki.”

“Apakah Guo Yu Niang yang memalsukan Xiao Xia tidak takut jika Ketua Ge mengetahuinya?”

“Karena Ketua Ge tidak pernah mengurusi hal-hal kecil seperti itu, dia juga tidak akan mungkin

mendatangimu di kamarmu, jika dia memerlukanmu dia akan menyuruh orang memanggilmu “

“Seperti tadi?”

“Ya benar, seperti tadi Ketua Ge sedang mencarimu.”

Tanya Xiao Xia, “Karena itu kau menganggapku Guo Yu Niang?”

“Karena kau memang Guo Yu Niang.”

 

“Kau benar-benar lihai, lebih lihai daripada yang aku pikir selama ini.”

Kata Xiao Shao Ying, “Sebenarnya aku juga tidak yakin, hanya merasa aneh, mengapa ada adik

kakak yang begitu mirip.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Sebenarnya sandiwaramu tidak buruk, tapi sayang kau

tidak mengubah dirimu menjadi sedikit lebih jelek.”

Guo Yu Niang tertawa, dia tidak membantah lagi.

Tawa Guo Yu Niang begitu manis dan cantik, dengan perlahan dia berkata, “Bila rahasia ini

terbongkar, tidak ada gunanya untuk para laki-laki.”

Kata Xiao Shao Ying, “Rahasiamu belum terbongkar”

“Oh.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kecuali aku, tidak ada orang lain yang mengetahuinya.”

“Apakah kau adalah seorang yang bisa menyimpan rahasia?”

“Ini harus dilihat keadaan dulu.”

“Keadaan apa?”

“Melihat apakah kau bisa membuatku menjaga rahasia?”

Tawa Guo Yu Niang bertambah manis lagi dan berkata, “Aku pasti akan menggunakan cara

yang terbaik, aku…” Suaranya terputus,

Karena tangan Xiao Shao Ying memegang pinggangnya lagi.

Pada waktu itu, tiba-tiba mereka bersamaan berteriak kaget.

Dada Xiao Shao Ying sudah ditikam dengan pisau yang masih tertinggal di dadanya.

Tangan Xiao Shao Ying juga sudah memegang tangan Guo Yu Niang dan membalikkan tangan

Guo Yu Niang ke belakang badannya. Xiao Shao Ying membentak, “Kau berani menikam dan

menyerangku?”

Guo Yu Niang berteriak,”Apa kau sudah gila?”

Kata Xiao Shao Ying, “Yang gila itu kau!”

Wajah Guo Yu Niang yang cantik karena kesakitan sudah berubah dan berkata, “Lepaskan

aku!”

“Tidak!”

“Apakah kau ingin mematahkan tulangku?”

Dengan dingin Xiao Shao Ying menjawab, “Selain ingin mematahkan tulang-tulangmu aku juga

ingin mencungkil matamu dan memenggal kepalamu!”

Tenaga Xiao Shao Ying memegang lebih kuat lagi Guo Yu Niang bisa mendengar suara

tulangnya yang retak, dengan memohon dan mengeluarkan air mata dia berkata, “Lepaskan aku,

apa yang kau minta aku pasti akan menyetujuinya.”

Dengan tertawa dingin Xiao Shao Ying berkata, “Aku ingin melepaskanmu tapi kata-katamu

yang mana yang benar? Yang mana yang salah? Aku juga tidak yakin.”

Tanya Guo Yu Niang, “Apakah dengan begini kau baru percaya?”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau pasti bisa menulis.”

“Kau ingin aku menulis apa?”

“Sebuah puisi, aku yang baca kau yang tulis!”

“Jika kau tidak melepaskan bagaimana aku bisa menulis?”

 

“Kau masih bisa menulis dengan tangan kiri.”

“Tulisan tangan kiriku sangat jelek, tapi jika kau memaksaku, baiklah akan kulakukan”

Dengan dingin Xiao Shao Ying berkata, “Cepatlah kau tulis kalau tidak seumur hidupmu kau

tidak akan melihat lagi tangan kananmu!”

Guo Yu Niang berteriak, “Cepat kau bacakan!”

Xiao Shao Ying mulai membacakan, “Aku sebenarnya adalah orang Qing Long Bang, datang ke

sini untuk menjadi mata-mata, datang ke sisi orang tua itu, menertawakan orang itu, waktunya

sudah tidak lama lagi. Sebentar lagi tanggal 9 bulan 9. Apa yang bisa diperbuat oleh Ge Ting

Xiang?”

Dia membaca satu kalimat Guo Yu Niang menulisnya satu kalimat demi satu kalimat.

Guo Yu Niang adalah seorang perempuan cantik dan pintar. Perempuan semacam ini tidak

tahan dengan kesakitan.

Xiao Shao Ying mengecek lagi tulisan Guo Yu Niang kemudian dia berteriak,

“Ge Zheng!”

Xiao Shao Ying tahu di luar pasti ada orang yang berjaga, dia juga mengetahui antara Ge

Zheng dan Guo Yu Niang ada suatu hubungan yang tidak biasa.

Ge Zheng adalah seorang laki-laki sangat sehat dan kuat.

“Ada.. ” di luar sudah ada yang menyahut.

Orang yang masuk memang Ge Zheng.

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah kau ingin hidup?”

Ge Zheng mengangguk tapi wajahnya berubah.

“Bila kau masih ingin hidup cepat serahkan surat ini kepada Ketua Ge Ting Xiang!”

Ge Zheng dengan cepat mengambil surat itu dan mengantar surat itu kepada Ge Ting Xiang.

Guo Yu Niang melihat Ge Zheng kemudian dia melihat Xiao Shao Ying lalu dia tertawa.

Guo Yu Niang mengeleng-gelengkan kepala dan berkata, “Kau membuat suatu puisi yang tidak

bagus.”

“Aku bukanlah Li Bai (Seorang Penyair kenamaan dari Tiongkok)”

“Yang kau lakukan juga tidak bagus”

“Oh.”

Guo Yu Niang tertawa dingin dan berkata, “Kau selalu membuat orang tertawa dan itu

menggelikan sekali “

“Kau mau menyuruh siapa yang mati?”

“Bukan aku yang akan mati, Ge Ting Xiang bukanlah orang yang bodoh.”

“Dia memang bukan seorang yang bodoh!”

“Apakah dengan membaca surat tadi, dia akan percaya bahwa aku adalah mata-mata Qing

Long Bang?”

“Apakah kau bukan mata-mata Qing Long Bang?”

Guo Yu Niang menarik nafas dan berkata, “Meskipun aku benar seorang mata-mata atau

bukan, itu bukan hal yang penting lagi.”

“Mengapa?”

“Kerena kau sudah melakukan hal yang bodoh!”

 

Xiao Shao Ying tiba-tiba ingin tertawa dan dia berkata, “Biarpun ini terlihat sangat menggelikan

tapi tetap bisa meminta nyawa seseorang.”

Xiao Shao Ying tidak bicara lagi, Guo Yu Niang juga tidak berbicara lagi, karena di luar sudah

terdengar suara langkah kaki orang.

Suara langkah ini seperti suara seekor kucing yang menginjak dedaunan yang jatuh ringan

seperti angin berhembus. Akhirnya Ketua Ge datang juga.

Wajah Xiao Shao Ying yang pucat tiba-tiba memerah karena kegirangan.

Dia tahu semua hal. Sekarang sudah sampai pada akhirnya.

Semua ini akhirnya dia yang akan membereskannya.

Bab 9

Dendam yang Mendalam

Pintu tidak diketuk, dan langsung dibuka.

Dengan perlahan Ge Ting Xiang berjalan menuju ke arah Guo Yu Mang. Kedua tangannya

tampak dikepalkan, sorot matanya seperti mata golok yang baru dikeluarkan dari sarungnya. Dia

melihat wajah Guo Yu Niang.

Guo Yu Niang menarik nafas dan berkata, “Akhirnya kau datang juga, cepatlah kau suruh dia

untuk melepaskanku!”

Ge Ting Xiang tidak membuka mulut.

Ge Ting Xiang melihat keadaan Guo Yu Niang yang berantakan, melihat rambutnya yang acakacakan.

Ge Ting Xiang merasa sedih dan marah.

Tangan Ge Ting Xiang yang kuat tiba-tiba menjadi basah oleh keringat dan gemetaran.

Tangannya memegang sehelai kertas yang kusut, tiba-tiba Ge Ting Xiang bertanya, “Apakah ini

adalah tulisanmu?”

“Dia yang memaksaku untuk menulisnya, setiap kata-katanya dia yang membacakan lalu

menyuruhku untuk menulisnya.”

Kata Ge Ting Xiang, “Itu pasti “

“Kau sudah tahu?”

Kata Ge Ting Xiang dengan nada dingin, “Tidak ada orang yang mau mengakui kejahatannya

dengan suka rela.”

“Tapi kata-kata yang berada di dalam kertas itu bukan seperti itu dimaksud olehku.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Aku hanya bertanya, apakah surat ini kau sendiri yang menulisnya?”

“Ya, benar.”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang berkata, “Coba kau lihat sendiri, apakah ini adalah tulisan yang berasal

dari satu orang.”

Ge Ting Xiang melempar kertas yang kusut itu ke hadapan Guo Yu Niang.

Guo Yu Niang mengambil dan membuka surat itu. Surat itu ternyata terdiri dari 2 lembar.

Lembar yang pertama adalah puisi yang dia tulis, sedangkan yang satunya lagi adalah sepucuk

surat hanya bertuliskan:

“Tanggal 9, bulan 9, jika tidak menurut maka kau akan mati.” Huruf-huruf pada surat-surat itu

benar-benar sama dengan surat yang ditulis olehnya dengan mengunakan tangan kiri, hanya..

 

Tiba-tiba Guo Yu Niang, “Ini.. .ini bukanlah tulisanku “

Kata Ge Ting Xiang dengan dingin, “Tadi kau sendiri sudah mengakuinya.”

“Tadi aku mengakui sebelum aku melihat surat yang kau berikan, tapi benar ini bukan

tulisanku.”

“Aku adalah orang Qing Long Bang, datang ke sini untuk menjadi mata-mata.”

Puisi itu bermakna sama tapi menggunakan kata-kata yang berbeda.

Guo Yu Niang sudah pasti mengenali tulisan tangannya sendiri.

Siapa sebenarnya yang telah menulis puisi yang sama untuk mencelakainya?

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kertas ini berasal dari sini?”

Guo Yu Niang mengangguk, karena kertas di atas meja masih terdapat kertas yang sama.

Ge Ting Xiang bertanya lagi, “Apakah tinta ini juga berasal dari sini?”

Guo Yu Niang juga mengakuinya

Kata Ge Ting Xiang, “Aku juga sudah bertanya pada Ge Zheng. Dia juga mengetahui bahwa

Xiao Shao Ying yang memaksamu menuliskan puisi ini. Begitu dia menerima perintah untuk

membawa surat ini, segera dia memberikannya padaku. Tidak ada kesempatan untuk orang lain

menirunya, juga tidak ada tinta dan kertas yang seperti ini.”

“Tapi aku…”

Ge Ting Xiang memotong kata-kata Guo Yu Niang dengan dingin dia berkata lagi, “Sekarang

kau harus mengerti mengapa Xiao Shao Ying menyuruhmu menulis surat dengan menggunakan

tangan kiri, dia hanya ingin kau menulis huruf-hurufnya saja.”

Hati Guo Yu Niang terasa dingin.

Sekarang Guo Yu Niang benar-benar sudah mengetahui semuanya, hal ini bukan suatu kejadian

yang lucu tapi malah bisa menyangkut masalah nyawa!

Xiao Shao Ying menarik nafas dan tertawa kecut lalu berkata, “Tadinya aku pun tidak

menyangka bahwa dia adalah orang Qing Long Bang, lebih-lebih tidak menyangka dia akan

menikamku, beruntung aku tidak mabuk jika tidak tikamanmu sudah merenggut nyawaku.”

Guo Yu Niang berteriak,

“APAKAH KAU SUDAH GILA….”

Kata Ge Ting Xiang, “Yang gila bukan dia, tapi kau. Kau melakukan suatu pekerjaan bodoh.”

Kata Guo Yu Niang, “Aku tidak pernah menikam dia, aku sama sekali tidak pernah bergerak.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah tikaman itu bukan kau yang melakukannya?”

“Bukan!”

Dengan tertawa dingin Ge Ting Xiang bertanya, “Apakah dia menikam dirinya sendiri?”

Tidak ada orang yang mau menikam dirinya sendiri. Siapa pun mengetahui bahwa Xiao Shao

Ying bukan orang gila.

Kata Ge Ting Xiang lagi, “Xiao Shao Ying telah membunuh Wang Tong, dia juga mengetahui

banyak rahasia, dia pun terlalu pintar Jarak tanggal 9, bulan 9 sudah semakin dekat. Kau tidak

akan membiarkannya hidup sampai saat itu.”

Kata Guo Yu Niang, “Aku sudah mengetahui ilmu silatnya, mengapa aku harus turun tangan

sendiri?”

Kata Ge Ting Xiang, “Karena kau tahu, dia sudah mulai jatuh cinta kepadamu, apalagi dia

sedang terluka, ini adalah kesempatan yang tepat untukmu agar segera bertindak.”

 

Mata Ge Ting Xiang tampak sedih dan marah, dia berkata, “Sayang, kau salah perhitunganm

juga salah menilai dia. Dia bukan jenis laki-laki yang rela mati untuk perempuan. Di dunia ini tidak

ada perempuan yang bisa menipu dia, termasuk kau!”

“Tapi…”

Kata Ge Ting Xiang, “Kau sudah membohongiku.”

Tanya Guo Yu Niang, “Apakah kau mempercayainya dan tidak percaya lagi kepadaku?”

Jawab Ge Ting Xiang, “Tadinya aku percaya kepadamu…”

Seorang tua jika telah menyadari bahwa dia telah ditipu oleh kesayangannya, akan

membuatnya benar benar sedih.

Wajah Ge Ting Xiang yang serius dan kuat berubah karena sakit hati. Dia berkata, “Lebih baik

aku yang membunuhnya dan menuduh dia adalah seorang penipu dan yang mencelakai dirimu”

Guo Yu Niang tertawa dingin dan berkata, “Tidak mungkin kau akan melakukan hal itu. Kau

adalah seorang Ge Ting Xiang dan kau seorang pendekar, tidak mungkin kau menurunkan

wibawamu untuk seorang perempuan.”

Kata Ge Ting Xiang, “Benar, aku tidak akan melakukannya.”

“Untuk membuktikan bahwa kau adalah orang yang berani dan hebat, apakah kau akan

membunuhku?”

“Tian Xiang Tang bisa kuat seperti ini bukan aku yang menjadikannya begitu. Tian Xiang Tang

kuat karena perkumpulan ini dibangun berdasarkan pengorbanan banyak pendekar. Jika aku

membiarkanmu merusak Tian Xiang Tang, roh-roh para pendekar tidak akan mengijinkannya.”

Ge Ting Xiang membalikkan badannya dan berteriak,

“Ge Xin.”

Ge Xin berada di luar pintu.

Di bawah sinar bulan dia terlihat lebih kejam dan dingin. Dia seperti Wang Tong kedua.

Tugas Wang Tong hanya satu, “Membunuh orang!”

Xiao Shao Ying melepaskan Guo Yu Niang karena dia tahu bahwa Guo Yu Niang sudah menjadi

seperti orang mati.

Ge Ting Xiang tidak mau melihat Guo Yu Niang lagi. Dia sudah bertekad.

Tekad seorang Ge Ting Xiang, apakah ada orang yang bisa menggoyahkannya?

Tiba-tiba Guo Yu Niang berlari ke arah Ge Ting Xiang dan dia berteriak, “Mengapa kau

menyuruh orang lain membunuhku. Mengapa kau tidak membunuhku dengan tanganmu sendiri?”

Ge Ting Xiang merobek bagian baju yang ditarik oleh Guo Yu Niang.

Ini adalah sebuah jawaban dan Ge Ting Xiang. Ini mewakili bahwa hubungan dia dengan Guo

Yu Niang bernasib sama seperti bajunya, yang sudah terlepas dari badannya

Dengan dingin Guo Yu Niang berkata, “Walau bagaimanapun kau adalah seorang laki-laki sejati,

kau sendiri yang harus membunuhku!”

Tiba-tiba Guo Yu Niang membuka bajunya tampak buah dadanya yang seputih salju.

Kata Guo Yu Niang, “Jika kau tega, kapan pun kau mau, boleh kau cabut golokmu dan

keluarkan jantungku!”

Guo Yu Niang tahu bahwa Ge Ting Xiang tidak akan tega melakukan hal itu, dia mengetahui

perasaan Ge Ting Xiang kepadanya.

Tapi sayang, sekarang dia salah perhitungan.

 

Di mata Ge Ting Xiang tidak ada pancaran apa-apa kecuali kemarahan.

Sepasang payudara yang indah adalah benda kesayangannya, tapi sekarang dia baru

mengetahui bahwa barang itu bukanlah miliknya sendiri.

Api cemburu lebih membakarnya dibanding api kemarahan. Dia sudah tua.

Guo Yu Niang masih sangat muda.

Bila Guo Yu Niang masih hidup, maka pada suatu hari dia akan menjadi milik laki-laki lain lagi.

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah kau ingin aku yang membunuhmu?”

“Jika kau tega, biar aku mati saja di tanganmu.”

“Baiklah!”

Begitu kata “baik” diucapkan, golok sudah dikeluarkan.

Begitu cahaya golok berkilauan, golok itu sudah menembus dada Guo Yu Niang.

Guo Yu Niang sangat terkejut dan tidak menyangkanya sama sekali. Sepasang mata indahnya

sudah dipenuhi dengan rasa ketakutan dan keterkejutan.

Mati pun dia tidak menyangka bahwa Ge Ting Xiang benar-benar akan membunuhnya.

“Kau….kau sangat kejam!”

Itu adalah kata-kata terakhir dari Guo Yu Niang.

0-0-0-0-0-0-0-0-0

Malam sudah larut.

Angin malam dingin hingga menusuk tulang.

Tubuh Guo Yu Niang yang lemas dan hangat sudah mulai kaku.

Bumi dan langit sepertinya ikut menjadi dingin.

Ge Ting Xiang diam tak bergerak, sudut matanya terus berkedut, keriputnya bertambah banyak

dan sepertinya dia bertambah tua 10 tahun.

Xiao Shao Ying yang melihatnya, tiba-tiba tertawa dengan suara nyaring Ge Ting Xiang

membentak,

“DIAM!”

Xiao Shao Ying masih saja terus tertawa dan berkata, “Aku tidak ada cara untuk menghentikan

tawaku.”

Dengan marah Ge Ting Xiang bertanya, “Mengapa?”

“Siapa pun yang salah membunuh orang, aku pasti akan menertawainya”

Ge Ting Xiang membalikkan badannya dan melotot kepada Xiao Shao Ying, matanya mengecil,

sekujur badannya kaku karena menahan marah.

“Aku telah salah membunuhnya?”

Xiao Shao Ying tertawa dan mengangguk, “Salah besar!”

Ge Ting Xiang tiba-tiba seperti dipukul seseorang, berdiri pun sepertinya dia sudah tidak

“Apakah dia orang Qing Long Bang?”

“Bukan.”

 

Tanya Ge Ting Xiang lagi, “Dia pun tidak menyerangmu?”

“Tidak.”

Xiao Shao Ying mencabut pisau yang menancap di dadanya, pisau itu sangat pendek, luka yang

dia dapat pun tidak dalam.

Xiao Shao Ying berkata, “Pisau ini aku sendiri yang membuatnya, dengan mudah aku bisa

menusukkannya ke tubuhku sendiri”

“Tapi tulisannya…”

Jawab Xiao Shao Ying dengan tersenyum, “Tulisan itu juga bukan tulisannya. Tulisannya bukan

menggunakan kertas itu. Tulisannya sudah ditukar di tengah perjalanan.”

Ge Ting Xiang mundur beberapa langkah dan akhirnya jatuh lunglai di atas kursi.

Pukulan ini terlalu berat baginya juga bagi siapapun yang mengalaminya.

Dia membunuh orang yang paling dia sayangi, ini adalah kesedihan yang paling mendalam.

Apalagi dia telah salah membunuhnya.

Dengan tersenyum Xiao Shao Ying berkata, “Puisi itu buatanku, kertas dan tintanya juga berada

di kamarku, dari dulu aku sudah menyuruh orang untuk menulis satu lembar.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Ketiga lembar pucuk surat itu juga kau yang menulisnya?”

“Benar.”

“Apakah kau orang Qing Long Bang?”

“Bukan.”

“Siapa sebenarnya dirimu?”

“Aku adalah orang yang selalu menunggumu untuk membuat perhitungan. Aku sudah

menunggu kesempatan ini selama 2 tahun”

“Sudah dua tahun?”

“Dua tahun yang lalu aku diusir oleh Shuang Huan Men, sengaja untuk menghadapimu.”

Kata Xiao Shao Ying lagi dengan tersenyum,

“Kau harus tahu bahwa walaupun aku mabuk aku tidak akan memperkosa kakak

seperguruanku “

Ge Ting Xiang sangat terkejut.

“Apakah kau tidak benar-benar diusir dari Shuang Huan Men?”

“Kuanggap bahwa kau sudah mengetahui aku diusir dan perguruan.”

“Mengapa?”

“Karena dua tahun yang lalu, kami sudah mengetahui bahwa di dalam Shuang Huan Men ada

mata-mata kalian, dan rahasia ini kecuali guruku dan Sheng Ru Lan, orang lain tidak ada yang

tahu mengenai rahasia ini”

Kata Ge Ting Xiang, “Tapi sayang, kau tidak tahu siapa yang menjadi mata-mata kami”

Kata Xiao Shao Ying, “Benar, kami tidak mengetahui siapa mata-mata yang bisa kau beli,

karena semua murid-murid Shuang Huan Men adalah orang-orang yang berhati baja.”

Ge Ting Xiang berkata, “Meskipun berhati baja tetap saja masih ada harganya”

Kata Xiao Shao Ying, “Sayang, kami tidak mengetahui siapa mata-mata itu, jika tidak Shuang

Huan Men tidak akan bernasib seperti ini.”

 

Kata Ge Ting Xiang, “Karena itu jika kau sudah mengetahuinya, sekarang pun sudah

terlambat.”

“Tidak begitu terlambat.”

“Apakah kau yakin bisa mengalahkanku?”

“Sekarang aku sudah mengalahkanmu.”

Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata, “Jangan terlalu cepat berkata seperti itu!”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang berteriak,

“Ge Xin!”

“Ada!”

Wajah Ge Xin tidak menampakkan ekspresi apa-apa, tapi sepasang matanya seperti pisau

memaku kepada Xiao Shao Ying. Dia sudah tahu apa tugas yang harus dijalankannya. Tugasnya

adalah membunuh orang.

Tapi Xiao Shao Ying malah tertawa dan bertanya, “Dia menyuruhmu untuk membunuhku?”

“Benar.”

Tanya Xiao Shao Ying lagi, “Apakah kau akan membunuhku?”

“Tidak!”

“Lalu siapa yang akan kau bunuh?”

Hati Ge Ting Xiang sudah dingin.

Orang yang akan dibunuh oleh Ge Xin bukan Xiao Shao Ying melainkan dirinya.

Dulu dia tidak terpikirkan tentang hal ini, tapi sekarang dia sudah tahu semuanya. Mata-mata di

Tian Xiang Tang bukanlah Wang Tong terlebih lagi bukan Guo Yu Niang.

Kata Ge Ting Xiang, “Ternyata mata-mata di Tian Xiang Tang adalah kau.”

Ge Xin mengakuinya dan berkata, “Temanku satu-satunya adalah Xiao Shao Ying.”

Kata Ge Ting Xiang, “Apakah dia yang menyuruhmu datang kemari?”

Dengan dingin Ge Xin berkata, “Jika bukan demi dia, mana mungkin aku mau menjadi pelayan

di Tian Xiang Tang”

Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata, “Ini adalah salahku tidak memeriksa terlebih dulu

identitasmu.”

Dengan dingin Ge Xin berkata, “Waktu itu kau tidak pernah mementingkan aku, juga tidak ada

orang yang benar-benar ingin tahu indentitas seorang pelayan.”

Ge Ting Xiang berkata, “Kau benar-benar mempunyai perhitungan yang akurat.”

Kata Ge Xin, “Jika tidak mempunyai perhitungan, aku tidak akan pernah datang kemari.”

Kata Ge Ting Xiang, “Seharusnya aku berpikir, yang paling mudah memasuki perpustakaanku

adalah kau.”

Kata Ge Xin, “Tapi kau tidak pernah memikirkannya.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Karena kau selalu mengkhawatirkan masalah Qing Long

Bang, kau menjadi waspada tapi tidak memikirkan hal-hal yang lain.”

Kata Ge Xin, “Kau menganggap semua orang-orang Shuang Huan Men sudah musnah dan tidak

ada yang harus ditakuti”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau melupakan aku, Xiao Shao Ying”

Tanya Ge Ting Xiang, “Orang-orang Qing Long Bang belum pernah mencariku?”

 

Jawab Ge Xin, “Tidak pernah.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kami hanya memakai nama Qing Long Bang untuk memancing

perhatianmu dan membuatmu tegang. Siapa pun yang berada dalam keadaan tegang, pasti akan

membuat kecerobohan, kecerobohan sekecil apa pun bisa mengakibatkan kesalahan fatal.”

Kata Xiao Shao Ying, “Wang Tong tidak mencariku, tapi aku yang mencarinya. Aku menyuruh

Ge Xin untuk mencegah Wang Tong dengan cara apa pun untuk pergi.”

Kata Ge Xin, “Aku adalah orang kepercayaanmu dan sampai mati pun dia tidak menaruh curiga

sedikit pun kepadaku.”

Kata Xiao Shao Ying, “Orang yang paling aku takuti di Tian Xiang Men adalah Wang Tong.”

Kata Ge Ting Xiang, “Oleh karena itu kau harus membunuhnya dulu”

Kata Xiao Shao Ying, “Sebenarnya aku bisa menunggu beberapa hari lagi, tapi…”

Tanya Ge Ting Xiang, “Mengapa kau tidak dapat menunggunya?”

“Karena aku sudah tidak bisa menunggu lagi.”

“Mengapa?”

“Karena aku tidak tega, kau selalu baik kepadaku, aku takut nanti aku akan berubah pikiran”

Sampai sekarang Ge Ting Xiang baru tahu arti pandangan Xiao Shao Ying yang aneh itu.

Itu adalah pandangan ketakutan pada dirinya sendiri, tapi dia bertanya, “Kau tidak tega

membunuhku?”

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, “Memang aku takut, tapi aku sudah membayar

mahal.”

“Apa yang sudah kaubayar ?”

“Sebelah tanganku.”

“Apakah tanganmu ini juga kau sendiri yang memotongnya?”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “Aku tidak akan membiarkanmu curiga kepadaku,

aku juga tahu posisi Wang Tong di dalam hatimu, bila aku tiba-tiba membunuh dia, kau pasti akan

curiga.”

Kata Ge Ting Xiang, “Walaupun seseorang merasa sangat curiga dia tidak akan mencurigai

orang yang tangannya buntung.”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau adalah musuh yang istimewa, terhadapmu aku harus menggunakan

cara yang tidak biasa.”

Xiao Shao Ying berkata lagi, “Walau bagaimana pun sebelah tangan di tukar dengan selembar

nyawa Wang Tong sudah cukup berharga.”

Kata Ge Xin, “Wang Tong adalah asistenmu yang sangat setia juga sebagai temanmu yang

paling setia.”

Kata Ge Ting Xiang, “Tapi aku membiarkannya mati di tangan kalian.”

Dengan dingin Ge Xin berkata, “Aku tidak akan membiarkan dia membuka mulut ketika dia

mempunyai kesempatan.”

Kata Xiao Shao Ying, “Jika dia punya kesempatanpun belum tentu kau akan percaya

kepadanya.”

“Aku… “

Xiao Shao Ying memotong perkataannya dan berkata, “Bukankah Guo Yu Niang juga

mempunyai kesempatan tapi kau juga tidak percaya kepadanya?”

 

Wajah Ge Ting Xiang berubah karena kesedihan dan penyesalan. Seumur hidupnya belum

pernah dia menyesal seperti sekarang.

Penyesalan di hatinya sudah seperti seekor ular beracun yang sudah menyebarkan racun di

Kata Xiao Shao Ying, “Sekarang kau pasti sudah mengerti Guo Yu Niang menulis puisi itu,

hurufnya sama dengan surat yang aku tulis”

Kata Ge Ting Xiang, “Karena itu adalah tulisan Ge Xin.”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku menyuruh Ge Zheng menyerahkan puisi itu kepadamu, aku tahu dia

pasti akan menyerahkannya dulu kepada Ge Xin yang menjaga pintumu.”

Kata Ge Ting Xiang, “Oleh karena itu kau menyuruh Guo Yu Niang menulis puisi kemudian hasil

tulisannya kau bawa kepadaku setelah ditukar oleh Ge Xin yang membawa satu lagi di balik

bajunya.”

Kata Xiao Shao Ying, “Sebelum dia menyerahkannya kepadamu dia sudah menukar surat itu”

Rencana yang sempurna dan jahat.

Tanya Ge Ting Xiang, “Guo Yu Niang tidak bersalah kepadamu mengapa kau ingin dia mati?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku menginginkannya dia mati dan mati oleh tanganmu sendiri.”

“Mengapa?”

Tiba-tiba dari sorot mata Xiao Shao Ying mengeluarkan sorot penuh dendam dan berkata,

“Karena Sheng Ru Lan juga mati di tanganmu’”

“Sheng Ru Lan? Putri Sheng Tian Ba?”

Tanya Ge Ting Xiang tidak percaya,

“Karena Sheng Ru Lan juga kau diusir dari Shuang Huan Men?”

“Sudah kukatakan bahwa itu adalah suatu rencana dalam menghadapimu, sebenarnya…”

“Apakah dia adalah kekasihmu?”

Kata Xiao Shao Ying, “Selain kekasih dia juga istriku, jika bukan gara-garamu kami akan hidup

bahagia. Kami sudah merencanakan ingin mempunyai 3 orang putra dan 3 orang putri”

Wajah Xiao Shao Ying berubah karena sedih, matanya memerah, dia berkata, “Tapi kau

membunuhnya, karena itu aku ingin kau sendiri yang membunuh perempuan yang kau cintai”

Ini adalah dendam.

Kecuali membalas dendam, tidak ada cara lain untuk melupakan perasaan ini. Perasaan ini

kadang-kadang lebih kuat dibandingkan perasaan kasih sayang.

Kata Xiao Shao Ying, “Sekarang kau sudah melihat temanmu sendiri yang amat setia mati di

bawah golok, kau sendiri juga yang membunuh perempuan yang kau cintai, apakah hidupmu ada

artinya lagi?”

“Apakah kau ingin aku mati?”

Jawab Xiao Shao Ying dengan dingin, “Aku bukan menginginkan kematianmu, karena aku tahu

kau sekarang ini sudah seperti orang mati, juga masih seperti orang hidup”

Ge Ting Xiang melotot kepada dia dan bertanya, “Lalu bagaimana dengan dirimu? Apakah

sekarang kau sudah hidup bahagia?”

Kata-kata ini seperti pecut yang melecuti tubuh Xiao Shao Ying.

Apakah balas dendam bisa membuat orang bisa melupakan kesedihan dan dendam?

 

Semua yang sudah hancur dan mati apakah karena selesai balas dendam akan kembali hidup

dan kembali seperti sedia kala?

Xiao Shao Ying tidak bisa menjawab.

Tidak ada orang yang bisa menjawabnya.

Semenjak manusia ada di dunia ini, sudah ada cerita,

Ada cinta, ada dendam.

Masalah ini dari dulu sudah ada dan akan terus ada. Sampai manusia hancur dan musnah baru

bisa berhenti.

Sheng Tian Ba sejak usia 16 tahun berkelana di dunia persilatan, melanglang buana di dunia

persilatan hampir 40 tahun, sudah melewati ratusan pertarungan, dan mendirikan Shuang Huan

Men, berjaya, tapi sekarang yang tertinggal hanya gelang perak ini.

Mungkin selain meninggalkan gelang perak dia masih meninggalkan yang lainnya.

Ge Ting Xiang mengingat kata-kata Guo Yu Niang dia pernah mengatakan seperti itu, tapi

sekarang Guo Yu Niang sudah mati, yang tersisa hanya dendam.

Akhirnya Ge Ting Xiang mengetahui bahwa dendam adalah sesuatu yang menakutkan.

Ge Ting Xiang menarik nafas panjang dan berkata, “Sebenarnya kau bisa hidup dengan enak.

Kau akan mewarisi Tian Xiang Tang, tapi kau lebih memilih memotong tanganmu dan memilih

cacat seumur hidup”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah kau sudah tahu mengapa aku melakukan ini semua?”

Ge Ting Xiang mengangguk dan berkata, “Aku mengerti, semua demi dendam”

“Betul. Demi dendam”

“Aku mengerti, yang bisa mengalahkan aku bukan kau, juga bukan Shuang Huan Men.”

Kata Xiao Shao Ying, “Aku mengerti.”

“Kau harus selalu ingat”

“Aku tidak akan pernah lupa.”

Tiba-tiba Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, “Tapi sayang kau melupakan satu hal”

“Oh.”

Kata Ge Ting Xiang lagi, “Kau melupakan satu orang.”

“Siapa?”

Kata Ge Ting Xiang, “Orang yang menjadi pengkhianat di Shuang Huan Men”

Kata Xiao Shao Ying, “Kau salah, aku lebih-lebih tidak bisa melupakan dia.”

“Kau sudah tahu siapa dia?”

“Li Qian Shan.”

Ge Ting Xiang benar-benar terkejut dan bertanya, “Darimana kau tahu?”

“Karena aku tidak menemukan mayatnya.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Kau sudah mencarinya?”

Jawab Xiao Shao Ying, “Aku berada di tempat itu selama 13 hari”

Ge Ting Xiang menghembuskan nafas panjang. Dia tidak tahu mengapa Xiao Shao Ying

melakukan hal itu.

 

Satu-satunya yang bisa membuatnya demikian adalah dendam!

Tanya Ge Ting Xiang, “Apakah sekarang kau tahu dia berada di mana?”

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata, “Seharusnya kau jangan terlalu memperhatikan Sun

Bin, dia adalah Li Qian Shan.”

Tanya Ge Ting Xiang, “Hanya itu saja yang kau ketahui.”

“Masih ada satu lagi.”

“Apa?”

“Kau mengatakan bahwa luka Sun Bin diakibatkan oleh Li Qian Shan dan terluka sangat parah,

tapi aku tahu tenaga dalam Li Qian Shan tidak begitu kuat dan tenaga telapaknya juga tidak kuat.”

Dengan dingin Xiao Shao Ying berkata lagi, “Karena Li Qian Shan adalah seorang yang sangat

pintar. Orang pintar biasanya selalu tidak mau merasa lelah, selalu ingin jalan pintas. Tapi untuk

melatih tenaga dalam dan ilmu telapak yang kuat tidak ada jalan pintas Apalagi di kamar itu selalu

gelap dan ‘Sun Bin” selalu tidur di dalam selimut, tidak berani bertemu dengan orang”

“Karena kau sudah melihatnya jadi kau mengambil kesimpulan dia adalah Li Qian Shan?”

“Tidak terlalu dini juga tidak terlalu terlambat.”

“Kenapa kau tidak membunuhnya?”

“Tidak perlu tergesa-gesa.”

“Mengapa?”

“Karena kau sudah tua dan tidak mempunyai anak, begitu kau meninggalkan dunia yang luas,

dunia akan menjadi milikku. Jika kau sudah mati dia juga tidak bisa hidup.”

Ge Ting Xiang tertawa kecut dan berkata, “Tampaknya kata-kataku sudah kau ingat semua

dengan jelas.”

Kata Xiao Shao Ying dengan santai, “Karena aku tahu kata-kata musuh lebih berharga

dibandingkan dengan kata-kata seorang teman.”

Ge Ting Xiang memandanginya dengan tatapan kosong dan melihat ke tempat yang jauh.

Di tempat yang jauh yang ada hanya kegelapan.

Kata Ge Ting Xiang, “Sebelum Sheng Tian Ba mati, dia juga pernah mengatakan sebuah

kalimat, aku juga tidak akan pernah melupakannya”

“Apa yang dia katakan?”

“Aku bertanya padanya, apakah dia masih mau hidup terus? Jawabnya adalah…

Seorang jika sudah sampai waktunya dia mati, tapi dia masih ingin bertahan hidup. Orang ini

sangat bodoh dan memalukan.”

“Apakah kau ingin menjadi orang bodoh dan memalukan?”

“Tidak, aku tidak mau!”

Tiba-tiba dia berjalan ke arah mejanya, dari dalam lacinya dia mengeluarkan gelang perak yang

Katanya, “Jika sudah membunuh satu orang maka akan ditambahkan 1 goresan pada gelang

ini”

Kata Xiao Shao Ying, “Apakah kau ingin membunuh orang dengan gelang ini?”

“Ya, betul!”

“Siapa yang akan kau bunuh?”

 

Jawab Ge Ting Xiang, “Aku.”

Gelang perak yang masih berkilauan dan dengan perlahan dia berkata, “Sepasang gelang ini, di

mataku sudah tidak ada harganya. Gelang ini akan meninggalkan goresan dendam yang sangat

mengerikan. Sepasang gelang ini tidak dapat mengalahkanku. Tapi Gelang ini sudah

menghancurkan hidupku.”

Kata-kata ini sangat perlahan dan kecil. Tangannya sudah mengangkat gelang ini tinggi-tinggi.

Tiba-tiba cahaya berkilauan.

Darah bercipratan seperti air hujan yang berjatuhan.

Ge Ting Xiang sudah roboh, roboh dalam kubangan darah, tapi dia masih berusaha untuk

berkata, “Masih ada ada satu hal, jangan kau lupakan.”

Xiao Shao Ying mendengarkan.

Sebenarnya dia tidak ingin mendengarnya, tapi harus didengarkan, karena dia tahu kata-kata

orang yang akan meninggal akan sangat berharga.

Ge Ting Xiang tidak membiarkan dia kecewa,

“Yang membunuh aku bukanlah sepasang gelang ini, melainkan dendam.”

Kalau kau sudah pernah mendengar kata-kata ini seharusnya kau mengerti apa yang diajarkan

dari kata-kata ini.

Dendam adalah semacam senjata, senjata yang menakutkan.

Yang aku ceritakan bukan senjata ke empat, bukan Gelang Perasa ini melainkan dendam.

Bila kau sedang mendengarkan cerita ini, sebaiknya kau terus mendengarkan karena cerita ini

belum selesai.

Malam sudah larut.

Pekarangan sangat sepi, tidak ada bayangan orang juga tidak ada suara apa pun.

Ke manakah semua orang di sana?

“Setiap hari juru masak harus memasak sebanyak tiga kali, tiap kali memasak harus

ditambahkan sayur “

“Sayur apakah itu?”

“Daging panggang biasa, tapi bumbunya dibeli dari tempat yang jauh.”

“Bumbu apakah itu?”

“Sayur mengantuk.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Pantas tidur mereka tidak pernah nyenyak.”

Walaupun Xiao Shao Ying tertawa tapi sangat terlihat bahwa dia sangat kesepian. Balas

dendam tidak membawa kepuasan dan kegembiraan, sekarang dia malah merasa hatinya kosong,

seperti sudah kehilangan sesuatu.

Pekarangan di rumah kedelapan tampak lebih gelap lagi. Tapi dari jendela terlihat bahwa di

sana sudah dipasang lampu.

Cahaya lampu sebesar biji kacang.

Orang yang sakit tampak sudah bangun dan dia sedang duduk, seperti sedang menunggu

Sinar lampu menyorot ke wajahnya, wajahnya tampak kurus dan kering, kuning dan pucat,

seperti benar-benar baru sembuh dari sakit yang berat.

 

Tapi sepasang matanya tampak berkilauan, lebih bercahaya dibandingkan dengan sinar lampu

Pintu telah dibuka seseorang

Begitu dia melihat Xiao Shao Ying dan Ge Xin datang, tiba-tiba dia tertawa dan berkata,

“Kau benar-benar sudah datang.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Apakah kau tahu bahwa aku akan datang?”

Si sakit mengangguk.

Dengan dingin Xiao Shao Ying berkata, “Mengapa kau tidak pergi? Apakah kau sudah tahu

bahwa kau sudah tidak mempunyai masa depan?”

Si sakit tertawa, sewaktu dia tertawa, wajahnya datar tidak ada ekspresi apa pun. Tawanya

seperti yang datang dari tempat yang jauh

Xiao Shao Ying terus melihatnya, dengan dingin dia berkata, “Topengmu yang terbuat dari kulit

orang, bukan buatan yang terbaik.”

Kata si sakit, “Karena itu pula aku selalu tidak mau menemui orang.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Apakah kau sudah tahu bahwa aku akan mengetahui hal

ini?”

Dengan tersenyum si sakit menjawab, “Aku tahu kau pasti akan bisa menebaknya, kau adalah

orang yang sangat pintar.”

Tiba-tiba dia membalikkan badan dan menunduk, begitu dia menolehkan wajahnya untuk

melihat ke arah Xiao Shao Ying, wajah yang tadinya kurus dan kering, sudah berubah menjadi

seseorang dengan wajah putih bersih dan tampan. Sewaktu dia masih muda terlihat bahwa dia

adalah seorang laki-laki yang tampan.

“Li Qian Shan, kau benar-benar Li Qian Shan.”

Tiba-tiba Xiao Shao Ying menghela nafas dan berkata, “Sudah dua tahun kita tidak bertemu,

tidak disangka kita bisa bertemu dalam keadaan seperti ini.”

Kata Li Qian Shan, “Aku sendiri pun tidak menyangkanya.”

Di atas meja ada arak, arak yang keras, dia menuang untuk dirinya sendiri dan langsung

Kata Li Qian Shan, “Bila kau tidak takut di dalam arak ini ada racun, aku akan menuangkannya

untukmu.”

“Aku takut”

Jawab Ge Xin tiba-tiba, “Aku tidak takut.”

Dia lalu menuangkan arak untuk dirinya sendiri dan meminumnya hingga habis.

Xiao Shao Ying melihat dia, tiba-tiba dia bertanya, “Apakah kau ingat bagaimana kita bisa kenal

satu sama lain?”

Jawab Ge Xin, “Waktu itu aku sangat ingin masuk Shuang Huan Men, karena saat itu aku

sedang dikejar-kejar oleh musuh.”

Xiao Shao Ying berkata, “Tapi ada seseorang yang tidak mengijinkan karena dia tahu bahwa

kau masuk perkumpulan hanya untuk menghindari kejaran musuh, dia tidak mau perkumpulannya

terbawa-bawa oleh masalahmu.”

Kata Ge Xin, “Karena itu aku harus pergi”

 

“Tapi aku kasihan kepadamu, karena itu walaupun kau sudah pergi sangat jauh aku tetap

mengejarmu, secara sembunyi-sembunyi aku masih membantumu membunuh tiga orang

musuhmu”

“Sejak saat itu kita berteman.”

“Apakah kau masih ingat siapa yang tidak mengijinkanmu masuk Shuang Huan Men?”

Jawab Ge Xin, “Li Qian Shan, apakah sekarang kau mau aku membunuhnya?”

Kata Xiao Shao Ying, “WaIaupun begitu, dia masih kakak seperguruanku”

“Karena itu pula kau tidak mau melakukannya dengan tanganmu sendiri bukan?”

Xiao Shao Ying tidak membantah.

“Apakah sekarang kau sudah siap untuk membunuh seseorang?”

Ge Xin mengangguk dan menjawab, “Tapi yang ingin kubunuh bukan dia.”

Tanya Xiao Shao Ying. “Kalau bukan dia. lalu siapa?”

“Kau!”

Xiao Shao Ying terpaku, wajahnya terlihat lebih terkejut dibanding ekspresi Ge Ting Xiang tadi.

Sekarang dia baru mengerti bagaimana perasaan Ge Ting Xiang tadi, yang tidak dia mengerti

adalah mengapa Ge Xin ingin membunuhnya.

Li Qian Shan tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, “Aku tahu kau pasti tidak akan tahu apa

alasannya.”

Xiao Shao Ying dengan terkejut melihatnya lalu menatap Ge Xin dan berkata, “Kalian….

Dengan dingin Ge Xin berkata, “Kita bukan teman, tapi bila dia menyuruhku membunuh orang

maka akan kulaksanakan.”

Kata Xiao Shao Ying, “Semua ini karena seekor naga”

“Qing Long…”

Akhirnya Xiao Shao Ying mengerti dengan semua ini,

“Apakah kalian adalah orang-orang Qing Long Bang?”

Li Qian Shan tersenyum dan berkata, “Aku adalah orang Qing Long Bang, datang ke sini untuk

menjadi mata-mata, bulan 9 tanggal 9 akan segera tiba.”

“Dia tidak mengijinkanku masuk Shuang Huan Men karena dia menyuruhku untuk masuk Qing

Long Bang.”

Tanya Xiao Shao Ying, “Jadi, kau sudah masuk Qing Long Bang?”

Li Qian Shan mengangguk dan berkata, “Sewaktu Ge Ting Xiang menyuruhku untuk menjadi

mata-mata, aku setuju-setuju saja”

Xiao Shao Ying berkata, “Kau memperalat dia untuk memusnahkan Shuang Huan Men”

“Benar”

Kata Xiao Shao Ying, “Kemudian kau memperalatku untuk memusnahkan Tian Xiang Tang?”

Ge Xin berkata, “Pada saat kau menyuruhku memalsukan tiga pucuk surat, ini sangat sesuai

dengan rencanaku.”

Xiao Shao Ying bertanya, “Apakah pembunuh-pembunuh yang menyerang Shuang Huan Men

dengan wajah ditutup pun kalian yang mencarinya?”

Li Qian Shan menjawab, “Karena itu pula maka 4 ketua cabang semuanya mati, begitu juga

dengan murid-murid Shuang Huan Men.”

 

Kata Ge Xin, “Ge Zheng pun orang kami, karena itu pula Ge Zheng bisa membantu Guo Yu

Niang membohongimu.”

Kata Xiao Shao Ying, “Tapi kalian membiarkan aku mencelakai Guo Yu Niang.”

Jawab Li Qian Shan dengan santai, “Tugas kami sekarang sudah selesai, Shuang Huan Men dan

Tian Xiang Tang sudah kami musnahkan hingga ke akar-akarnya, hidup dan mati Guo Yu Niang

sudah tidak kami pikirkan lagi”

Xiao Shao Ying mulai merasa tangan dan kakinya terasa dingin, tubuhnya pun mulai dingin,

sedingin es.

Dengan pelan Xiao Shao Ying berdiri, tiba-tiba tangan kanannya diangkat, terdengar suara

‘TING’, ketujuh titik cahaya sudah keluar.

“Qi Xing Tou Gu Zhen.”

Tubuh Ge Xin meloncat ke atas, tapi terlambat, ketujuh titik cahaya sudah memaku dadanya,

dia menabrak dinging kemudian terjatuh.

Li Qian Shan melihat semuanya ini dengan dingin, wajahnya tetap datar, dengan santai dia

berkata, “Tidak kusangka kau masih memiliki Qi Xing Tou Gu Zhen.”

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, “Di dunia ini Qi Xing Tou Gu Zhen yang tertinggal masih

ada dua pasang.”

Kata Li Qian Shan, “Kau sudah memberikan sepasang Qi Xing Tou Gu Zhen kepada Ge Xin,

sengaja menyuruhnya menembakmu dari belakang untuk mengelabui orang lain bahwa ada

seseorang yang menyerangmu.”

“Itu hanya sandiwara saja, agar Ge Ting Xiang melihatnya dan menjadi percaya kepadaku.”

“Kemudian kau menyuruh Ge Xin memasukkannya ke balik pakaian Wang Tong.”

“Aku sudah belajar menangkap maling”

“Sekarang kau memakai cara ini untuk membunuh Ge Xin”

“Dia tidak tahu bahwa aku masih menyimpan sepasang, apa pun yang kulakukan, aku akan

selalu menyediakan jalan mundur untuk diriku sendiri.”

Kata Li Qian Shan dengan dingin, “Tapi sayang, ini adalah jalanmu yang terakhir.”

Tiba-tiba dia menendang meja hingga terguling, dia mengeluarkan serangan begitu cepat, dan

langsung memotong tangan kiri Xiao Shao Ying.

Sekarang Xiao Shao Ying hanya mempunyai sebelah tangan, darah masih mengalir dari

dadanya, dia tidak bisa bertahan lagi, dia sudah tidak bisa menghindar, tapi dia masih menyisakan

satu jalan, benar-benar jalan terakhir.

Li Qian Shan lupa bahwa Xiao Shao Ying masih mempunyai satu wadah Qi Xing Tou Gu Zhen.

Mengeluarkan senjata itu tidak membutuhkan kekuatan tangan dan kekuatan pergelangan

tangan, dia pura-pura roboh ke bawah meja hingga terguling-guling, lampu pun ikut terguling,

minyak tumpah di atas arak keras, api berkobar sangat besar. Api semakin besar dan mulai

menelan mereka.

Kebencian, dendam, cinta, rahasia, semua terkubur di dalam kobaran api.

Begitu kobaran api padam, hari sudah terang.

Senjata keempat adalah senjata yang sangat aneh, dia dipenuhi dengan berbagai macam

perasaan, lebih berat dari pada golok Bi Yu. Ini disebut Gelang Perasa, tapi dia pun bukan senjata

yang paling tajam, yang lebih tajam adalah…

Kebencian dan dendam.

Dengan adanya balas dendam, membuat orang mati sia-sia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: